
" menyambut tahun baru, Indonesia di hebohkan dengan berita yg membuat para pemirsa patah hati, ya.. artis sekaligus seleb dunia Maya yg bernama Syahnaz Humaira di kabarkan meninggal dunia setelah melahirkan seorang putra nya, netizens Indonesia juga tidak seperti biasa tapi mereka juga sedih karna meninggalkannya Humaira yg sering kita kenal dengan maira " berita liputan 1 Indonesia.
" mari kita lihat kondisi bandara Kuala namu sekarang "
" ya.. tahun ini di sambut dengan berita duka yg menghebohkan Indonesia, terlihat di belakang saya kondisi bandara Kuala namu sekarang sedang sangat ramai dan padat, ambulan dan keluarga sudah datang untuk menjemput, sekitar 20 menit lagi mereka akan mendarat jadi kita bisa mendengar langsung jawaban dari habib Ikhsan langsung " wartawan dari TKP.
20 menit kemudian pesawat turun dan mendarat dengan selamat, Ikhsan dan keluarga turun terakhir karna ikhsya nggak mau di dekat keramaian atau dia akan menangis bahkan ketika ikhsya ingin di taruh di dalam Stoller dia juga kembali menangis, Ikhsan terus menggendong ikhsya, karna ini sudah jam 8 malam dan pemakaman akan di lakukan jam 10 pagi dini hari.
ketika masuk kedalam bandara langsung di kepung oleh para wartawan yg ingin mendapatkan kebenaran, ikhsan sama sekali tidak berbicara begitu juga dengan keluarga yg hanya diam tidak ingin di wawancarai sama sekali. peti yg di dalam nya terdapat maira dikeluarkan dan di masukkan kedalam ambulan di bawa pulang.
sepanjang perjalan begitu ramai dan padat, bersama sama membawa jenazah maira pulang kerumah, Ikhsan sedih dengan dirinya yg kini sudah menjadi duda dengan satu anak. sesampainya di sana peti itu di buka dan terlihatlah maira yg tersenyum dengan bahagianya, di malam hari itu lantunan ayah suci Alqur'an terus terdengar, ikhsya tidak mau di sentuh oleh siapapun membuat Ikhsan harus memangku anak nya itu semalaman.
" Ikhsan.. Ikhsan.. ini coba pakai ayunannya, kasian di pangku semalaman " ujar bunda dan terlihat matanya yg memerah menangis, dan Ikhsan yg matanya terpejam sambil menunduk. di panggil beberapa tapi tidak juga menyahuti bunda.
bunda menengangi tubuh Ikhsan dan ternyata dia pingsan, mereka semua panik, ikhsya menangis dengan kuat karna di ambil oleh bunda dan Ikhsan di baringkan untuk di dasarkan.
" minyak angin mana... "
" ini.. "
ketika 15 menit dia sudah tak sadar, dan akhirnya sadar juga, meninggalnya maira membuat kondisi kesehatan nya menurun dan Abi sangat khawatir dengan kondisi jantung Ikhsan, karna Ikhsan memiliki riwayat cacat jantung, bahkan maira tidak tau karna bekas operasi sudah hilang di bantu dengan salep penghilang luka.
__ADS_1
" Alhamdulillah.. "
" Ikhsan baik baik saja? ada yg sakit? mau pergi ke rumah sakit? " tanya Abi penuh kekhawatiran dengan kondisi Ikhsan.
" Bi... ikhsya di mana? " tanya Ikhsan dengan suaranya yg lemas.
" dia lagi di baringkan di samping maira.. " jawab Abi dan tiba tiba Ikhsan muntah.
muntahnya begitu banyak bahkan mengeluarkan darah, Abi yg begitu khawatir mencoba menenangkan dirinya dengan beristighfar.
" kita kerumah sakit ya.. kerumah sakit sekarang " tegas Abi pada Ikhsan dan ikhsya kembali menangis dan di beri susu langsung diam.
" nggak bi.."
" abi.... ini terakhir kalinya Ikhsan akan berjumpa maira.. "ujar Ikhsan membuat Abi tidak bisa apa apa dan hanya menurutinya saja.
sepanjang malam Ikhsan terus begadang membaca Alqur'an walaupun terkadang muntah darah dan di sana Abi di uji kesabaran menunggu maira di makamkan baru membawa Ikhsan kerumah sakit.
" kok bisa Ikhsan muntah darah pak? " tanya ayah melihat Ikhsan sudah pucat lemas.
" dia.. hhaaa... " ujar Abi mencoba tenang " Ikhsan lahir prematur di rumah, dan saat itu hanya saya dan Aisyah yg berumur 6 tahun di sana, Ikhsan lahir tepat tengah malam di hujan deras membuat kami tidak bisa kerumah sakit, pagi hari kami kerumah sakit dan Ikhsan mengalami kecacatan jantung, jantungnya belum sempurna dan harus di operasi, hari kanak kanak Ikhsan juga banyak di habis kan di rumah sakit, Ikhsan nggak boleh kecapean, nggak boleh makan sembarangan, banyak pikiran sampai Tress, mungkin meninggal nya maira membuat kesehatan Ikhsan memburuk, selama menikah dengan mairalah dia tidak pernah sakit " ujar Abi menghapus air matanya.
__ADS_1
" sabar pak.. ini semua ujian, maira lahir dan ibu nya meninggal lalu sekarang nasib nya sama dengan ibunya, saya yakin Ikhsan akan menemukan perempuan yg lebih baik dari maira.. " kata ayah menghibur besan nya yg sedang bersedih itu
******
pagi hari tepat jam 8, maira di mandikan oleh beberapa wanita di sana, bayangkan kalok kamu yg sedang mandikan, tubuh yg di lihat oleh beberapa orang, di bersihkan secara menyeluruh, hanya kain pajang selapis yg menutupi tubuh. selesai di mandikan lanjut dikafani
tiba tiba jari maira bergerak membuat perempuan di sana meloncat ketakutan.
" we tangan nya gerak itu!! " teriak wanita itu panik.
" ah ada ada saja kamu sis, ALLAHUAKBAR!!!! " ujar wanita itu yg tenang tiba tiba melihat jari maira yg bergerak dia juga kaget dan teriak.
" ayah!!!! maira mati suri!!!! " teriak bila memanggil Rendi dengan sebutan ayah juga. bila keluar ruangan bersama dengan yg lain meninggalkan maira sendirian di kamar itu.
" bila jangan lari lari nanti jatuh " ujar bunda
" bunda.. semuanya maira mati suri " panik bila dan mereka semua terkejut
Ikhsan langsung masuk kedalam ruangan itu melihat maira...
" air.. "
__ADS_1