
malam hari ikhsan pulang dengan wajah gembira menunjukan buku tabungan ATM nya pada maira
" 2M!!! beneran mas? dapat dari mana uang sebanyak ini? " tanya maira terkejut karna Ikhsan hanya berkerja 4 Minggu mendapatkan uang sebanyak itu
" mas syuting, bayarannya 50 juta per episode seperti biasanya tapi mas dapat bonus dari sutradara, terus barang promosi di perusahaan mas laku keras, guci buatan mas yg ada kaligrafi nya di lelang 1M tadi uang nya besok pagi masuk dan Gucci nya ada 20 habis semua sayang, abaya di toko habis semua Alhamdulillah mas juga dapat keuntungan dari situ, THR bulan Ramadan, rejeki anak baba ya.. " ujar ikhsan mencium perut maira berulang kali.
" berarti 22miliar!! banyak banget mas.. "
" besok pesan makanan yg banyak kita sedekah kan sedikit uang nya.. biar berkah "
" iya mas.. "
*
*
*
*
di sisi lain Dewi melihat ini masih jam 2.30 malam, dalil terlihat sedang mandi dan Dewi melihat testpack yg ada di tangannya lalu menyimpannya di dalam laci ketika melihat dalil keluar dari kamar mandi hanya mengunakan handuk yg di lilit di pinggangnya, terlihat tubuh dalil sangat kekar dan perkasa.
" sayang... mandi lah.. kamu kalau mandi kan lama " ucap dalil dan Dewi langsung mengambil handuk masuk kedalam kamar mandi.
mereka sholat tahajjud bersama di kamar itu, ketika selesai Dewi biasanya akan keluar kamar untuk mencuci pakaian dan membersihkan kamar serta menyetrika pakaian. tapi kali ini tidak ia memeluk suami nya itu dengan erat.
" manjanya.. " ucap dalil menaruh kitab yg ia baca dan membalas pelukan istrinya itu.
" a'a kita udah nikah 3 Minggu ya? waktunya nggak terasa " kata Dewi dan dalil mengangguk. " a'a adalah seorang ayah yg terbaik " sambung Dewi duduk tegak di paha dalil menunjukkan testpack di tangannya garis dua samar sama, dalil langsung mengambilnya dan melihatnya dengan teliti sekali.
__ADS_1
" hamil? kamu hamil sayang, alhamdulilah ya Allah " ujar dalil memeluk istrinya itu bahkan ia mengeluarkan air mata.
" nggak tau udah berapa Minggu, nanti pagi kita cek ya a' Dewi udah bikin janji sama dokternya " kata Dewi dan dalil mengangguk sambil mengelus perut Dewi yg terlihat masih begitu rata.
kini keluarga dalil sedang bersiap siap untuk sarapan, dalil memegangi hp nya sambil memberikan testpack itu pada ummi.
" ada rezeki ummi, Dewi hamil "
" Alhamdulillah... Abi.. Dewi hamil.. " ucap ummi lari ke dapur dan memeluk Abi di depan anak nya yg sudah dewasa.
" astagfirullahhal'azim ummi... " tegur Abi dan ummi langsung melepaskan pelukannya " Alhamdulillah.. Dewi hamil.. sudah berapa Minggu nak? "
" belum di periksa Abi.. nanti jam 9 kami mau ke dokter "
" mas.. kita ikut ya.. ikut lah mas.. boleh ya boleh ya.. dalil ummi boleh ikut kan? " rengek ummi dan dalil memperbolehkannya.
" ummi mu itu terkadang lupa kalau umur nya udah tua, tingkah nya masih aja seperti anak anak " kata Abi menggelengkan kepalanya melihat istrinya nya itu.
" biarin! Dewi.. menantu kesayangan ummi, kamu mau apa nak.. kita beli semuanya " ucap ummi memeluk Dewi yg kebetulan sedang lewat.
" Dewi belum menginginkan apapun ummi? "
" dalil kalau istri mu ngidam kau harus menurutinya apapun itu "
*
*
*
__ADS_1
*
kini maira sedang di mall bersama dengan Dewi, Aisyah dan Alif mereka kini memiliki tugas yg bertanggungjawab atas bahan masakan yg akan terjadi ketika bulan Ramadan. kini status Aisyah bukan sebagai anak dari pak kiyai pesantren saja tapi Aisyah memiliki tanggungjawab yg sama besar seperti Abi sang pemilik pesantren.
" wah.. bagus banget, tapi kecil banget ini dua Minggu? " ujar maira melihat hasil USG Dewi.
" cepat banget berisi nya.. rajin banget sih mandi tengah malam " goda Aisyah membuat kedua nya tertawa sedangkan wajah Dewi memerah.
" oiya hari ini kita mau belanja keperluan bulan ramadhan, sebagian udah di beli mungkin tinggal beberapa aja, sama kita belanja perawatan wajah yg di pesan dari santri Wati " ucap maira di depan kameramen nya yg berjumlah 3 orang wanita.
ketika berjalan menuju eskalator, seseorang berlari menancapkan pisau tajam nan panjang tepat di bagian tubuh maira dari belakang, darah mengalir pada gamis kuning yg maira pakai, sepertinya plasenta yg membungkus anak di dalam rahimnya robek membuat air ketuban mengalir dengan deras membasahi lantai dan kaki maira.
Aisyah menarik bahu pria itu menendangnya hingga ia terpental ke tiang penahan yg ada di sana, terlihat dia pingsan dan tak sadarkan diri.
" bawa maira kerumah sakit! " ujar Aisyah menelpon polisi dan meminta pihak keamanan membawa pria Hendi itu sedangkan maira di bawa kerumah sakit.
terlihat maira merasakan kontraksi yg begitu menyakitkan di tambah bius, Ikhsan sudah datang dan melihat istrinya merasakan sakit yg luar biasa, maira tidak bisa duduk maupun berbaring tapi kontraksi melahirkan begitu luar biasa.
" pak ikhsan ganti baju dulu, karna kita akan melakukan 2 operasi secara bersamaan, tapi sepertinya kondisi maira benar benar tidak memungkinkan, pemeriksaan menyeluruh di lakukan selama 2 jam, air ketuban keluar dengan deras, " ucap dokter dan terlihat semua nya sedang panik, di luar ada mama paoa grandma serta grandpa karna ini sebuah kejutan tapi kenapa jadi seperti ini.
Ikhsan mengganti pakaiannya dan memeluk maira dalam keadaan berdiri, operasi pengangkatan pisau itu pun di lakukan tapi sebenarnya bius yg telah di suntikan pada maira hanya meredakan sakit 20%. Ikhsan menutup matanya memeluk erat istrinya terlihat kondisi Ikhsan juga tidak kalah menghawatirkan karna dia memakai alat bantu pernafasan.
" mas.. sakit.. sakit.. rasanya anak kita mau keluar " tangis maira menggenggam erat tangan Ikhsan.
di luar papa sedang mundar mandir di depan ruangan operasi, mama udah menangis dalam pelukan grandma dan yg lain lebih khawatir lagi, mereka semua terkejut mendengar jeritan maira yg sangat kuat. ternyata di dalam bayi maira keluar dengan sendirinya, Ikhsan dengan cepat menangkap anak nya dan menahan tubuh maira secara bersamaan.
" mas.. " tangis maira dan perawat di sana langsung mengambilnya dari tangan Ikhsan, mereka membersihkan tangan Ikhsan yg penuh dengan darah
" tenang semua nya baik baik saja, " ucap Ikhsan dengan suara terbata bata, infus di pasang di tubuh Ikhsan, beberapa peralatan memegangi tubuh mereka agar terus berdiri maira tidak mungkin berbaring telungkup dalam keadaan sedang hamil 6 bulan. Ikhsan terus membaca ayat Alqur'an, bayi pertama lahir laki laki dan yg kedua juga laki laki, melahirkan secara normal.
__ADS_1
maira kembali di suntik kan bius total dan di baringkan, ketika anak nya dalam posisi yg salah, usus maira juga ada yg terbelah karna benda tajam itu, Ikhsan duduk di samping maira karna maira tidak ingin di tinggal sendirian. Ikhsan menyaksikan operasi itu, anak nya keluar satu persatu dan yg terakhir adalah bayi perempuan dengan tubuh yg sangat kecil.
Ikhsan jatuh tidak sadarkan diri di ruangan itu, maira di bawa ke ICU begitu juga dengan anak anak nya.