Ustadz Jatuh Cinta Sama SELEB

Ustadz Jatuh Cinta Sama SELEB
keluarga dateng


__ADS_3


pakain sekeluarga, kini mereka bersiap-siap untuk turun mobil tapi keadaan sangat penuh dengan wartawan yg ingin mewawancarai. maira mengunakan rok putih senada dengan jilbab begitu juga dengan celana Ikhsan.


" are you ready baby? " tanya maira kedua anak nya, ikhsya terlihat mengangkat kepalanya memperlihatkan gerakan yg sudah ia kuasai sedangkan Khodijah baru bisa menggerakkan kedua tangan nya dengan leluasa.


Ikhsan keluar dari mobil mendorong 2 Stoller lalu membantu maira turun dari mobil, maira menyapa dengan hangat masuk kedalam gedung, ketika persiapan syuting akan di mulai maira malah tertidur dengan kondisi Khodijah telungkup di atas perutnya. tiba tiba maira memiringkan badannya dan Ikhsan langsung menangkap tubuh Khodijah dengan cepat.


" astagfirullahhal'azim.. maira.. " ujar Ikhsan membuat maira tersadar.


" mas.. Khodijah! eh.. Khodijah sama mas.. " ucap maira dan terlihat wajah Ikhsan dengan wajah datar. maira langsung memeluk Ikhsan membenamkan wajahnya di tubuh suami nya itu " mas.. maaf maira nggak tau, maira ketiduran, habis nya tadi malam mas minta terus jadi maira kurang tidur.. maaf ya mas.. mas jangan marah.. " ucap maira dan Ikhsan menghembuskan nafas kasar membuat maira takut kalau Ikhsan marah.


" jangan ulangi lagi ya.. " ujar Ikhsan dan maira tersenyum.


Abi pernah bilang pada dirinya, bahwa jangan biarkan Ikhsan marah itu akan mempengaruhi jantung dan kesehatan Ikhsan apa lagi akhsan yg kondisi kesehatan sedang menurun di karenakan terlalu lelah bekerja. ketika syuting di mulai semua nya baik baik saja, maira dan Ikhsan menjawab pertanyaan dengan sangat baik.


" tapi kan maira... apa yg kau pikirkan ketika saat operasi berlangsung? " ??


" saat operasi aku nggak bisa berbaring karna kondisi perut ku juga besar, dokter juga saat itu panik karna aku udah keluar darah banyak banget, air ketuban ku keluar dengan deras tapi cuman Khodijah sendiri yg lahir dalam keadaan sempurna, air ketuban belum pecah, masih terbungkus rapi.. pas operasi aku nggak ingat apa apa setelah melahirkannya ikhsya karna Ikhsya lahir di tangkap mas Ikhsan " ujar maira membuat mereka terkejut.


" kau pikir anak mu ayam, main tangkap tangkap " ucap salah satu dari mereka.


" jadi pas operasi itu aku kondisi nya berdiri, mas Ikhsan peluk aku, benar benar nggak boleh gerak, anak ku ini, Ikhsya lahir sendiri saat aku tanpa sadar ngeden dan dia jatuh, keluar, mas Ikhsan langsung tangkap pakai tangan kanan nya, gini! nggak tau kok bisa pas gitu tapi dia masih pegangin aku, dokter yg ada di sana langsung ambil dan ambil tindakan cekatan, " ujar maira menatap Ikhsan yg sedang minum.


" ikhsan!! kok bisa gitu!! dari mana kau tau bro.. "


" maira bilang kalau seperti ada sesuatu yg mau keluar dari tubuhnya, pikiran Ikhsan juga sedang kacau nggak tau kenapa tiba tiba tubuh ini bergerak sendiri.. "


" iya.. karna saat itu mas Ikhsan dia udah pakai tabung oksigen, tangan nya ini udah di infus, di dadanya udah banyak alat alat.. "

__ADS_1


" wawww... benar benar gila ini pasangan, tapi aku salut, Ikhsan sanggup menerima apapun keadaan maira dan maira sanggup menerima keadaannya Ikhsan, tolong berikan tepuk tangan yg meriah untuk pasutri ini.. "


tepuk tangan terlihat sangat terharu akan cerita mereka.


*


*


*


*


malam itu maira baru saja memberikan asi pada 3 bayi nya, terlihat mereka tertidur dengan lelap, apa lagi sekarang kedua anak nya itu tidak mau tidur sendiri di ranjangnya walaupun berada di dalam satu kamar. ia berjalan menuju dapur dan memanasi sup tofu dan menggoreng udang, maira makan sambil membaca komentar para netizen yg terlihat baik seperti biasanya.


tiba tiba terdengar suara bel rumah maira langsung bergegas ke kamar berlari dengan cepat.


" astagfirullahhal'azim.. maira.. " ucap Ikhsan merasakan sakit di perutnya sedangkan maira sudah memeluk kedua anak nya, Ikhsan mengambil celana pendek di samping meja dan kaos hitam polos, ia memakai sarung kebanggaan lalu turun dan membukakan pintu.


" lama amat sih bang... " ujar kembar Akbar dan Ikbal yg sudah begitu mengantuk,


" Ikhsan.. bisa tolong ayah? " panggil bunda dan Ikhsan langsung menurunkan koper koper yg ada di sana.


" iya bunda.. "


" Ikhsan apa maira sudah memberitahukan mu kalau kami akan datang? " tanya ayah membuat Ikhsan tambah terkejut.


" tidak ayah, hp maira ia lempar ke pancuran air, jadi eror " jawab Ikhsan dengan jujur membuat ayah hanya bisa pasrah melihat pengakuan suaminya itu.


" memang anak tu.. " batin ayah, " Ikhsan ayah berencana akan menginap di sini sampai kalian pergi ke Mesir? apa boleh? " tanya ayah meminta ijin pada Ikhsan sang tuan rumah.

__ADS_1


" tentu saja boleh, tapi Ikhsan mungkin akan jarang di rumah karna Ikhsan bekerja, akhir akhir perusahaan akan melakukan pameran produk baru jadi Ikhsan mungkin akan pulang tengah malam, "


*


*


*


*


jam 9 pagi, bunda sudah menyiapkan semua nya di meja makan dan semua orang sudah pergi sarapan, Ikhsan sudah berangkat ke perusahaan selesai subuh jadi dia hanya membawa bekal roti selai saja, sedangkan maira belum juga keluar kamar dari kamar.


" maira.... " ujar bunda kehabisan kesabaran tiba tiba maira turun sambil menggendong Ikhsya dan Khodijah di troli, ikhsya terlihat menangis tanpa henti.


" bunda.. ikhsya baru aja tidur belum 5 menit, kebangun karna suara bunda.. " ucap maira dengan wajah kelihatan mengantuk.


" habis nya udah jam 9 kau nggak bangun bangun, mana sih sayang Mada singkatan Oma muda " ucap bunda mengambil ikhsya yg menangis tiba tiba langsung diam melihat wajah bunda, seketika wajahnya mengerut dan menangis lebih kencang dengan tangan ingin kembali ke pelukan umma nya.


maira mengambil ikhsya lalu menggendongnya tepat di dadanya, ikhsya berhenti menangis tapi mengintip keluar, wajah nya terlihat mengerut.


" celup.. ba! " ucap bila ingin bermain dengan Ikhsya tapi ikhsya malah ketakutan


" aaa!!!! " tangisannya dengan sangat kuat menggema ke seluruh rumah.


" baba.. balik lah engkau.. " ucap maira ingin menangis melihat tingkah anak nya semakin menjadi, intan mencoba menenangkan ikhsya tapi dia malah menangis lebih kuat. maira di sana malah ingin menangis sambil menggendong putra nya itu, berbeda dengan Khodijah yg kini sedang di pangkuan la Ikbal dengan sangat tenang sambil memegangi botol susu walaupun Ikbal juga ikut memegangi karna tidak mungkin Khodijah bisa sendiri.


ayah pulang dari rumah nya, mendengar ikhsya menangis lalu mencoba melihat situasi, ikhsya melihat orang kembali datang ke rumahnya, tiba tiba ia diam tapi mencoba bersembunyi di dalam tubuh umma nya itu.


" sangar kali muka mu bang! "

__ADS_1


__ADS_2