Ustadz Jatuh Cinta Sama SELEB

Ustadz Jatuh Cinta Sama SELEB
yg sebenarnya terjadi


__ADS_3

maira terlihat memeluk khoiri yg menangis karna kemoterapi, bukan sakit tepatnya takut untuk melakukan kemoterapi.


" lihat mbak aja ikut juga pemeriksaan kan.. " bujuk maira memperlihatkan ikhsya dan Khodijah ikut melakukan pemeriksaan kesehatan bulanan.


" adek.. adek pun mau.. " kata Khoiri melihat Khodijah melakukannya. Khoiri sangat suka apa yg di lakukan oleh Khodijah.


setelah selesai maira juga melakukan pemeriksaan kontrol setiap tahun. ketika ingin pulang maira masukkan satu persatu anak nya kedalam Stoller karna mereka sedang tidur secara bersamaan, maira duduk di sebuah kafe dan memesan minuman sebelum orang yg di tunggu datang.


" ini nggak bisa di pertahankan, bayi mu tidak memiliki kedua tangannya dan juga kaki, dia akan cacat terlahir, lebih baik untuk kuret saja, " ucap dokter yg terngiangΒ² di kepalanya maira.


tepat sekali.. maira hamil dengan kandungan usia 5 bulan memiliki detak jantung tapi akan terlahir cacat. " apa aku harus pertahanan kan anak ini atau aku kuret saja, tapi ini sama saja membunuh anak ku sendiri, dia sehat di dalam sini.. " batin maira mengelus perut nya sendiri.


maira dapat pesan bahwa pertemuan di rumah sakit saja, maira hanya perlu berjalan kaki selama lima menit dan akhirnya sampai, maira heran kenapa di sini setiap ruangan itu 1 orang dan keadaan nya seperti sedang kritis.


" umma.. itu baba!!! baba!!! " panggil ikhsya dan maira melihat di suatu ruangan yg di tunjukan oleh anak nya.


seorang pria yg terbaring tak sadarkan diri, itu benar benar Ikhsan.


" itu Ikhsan maira.. " ucap dokter sam yg menangani Ikhsan sejak berumur 1 hari.


" kakek.. apa yg terjadi pada baba? " tanya Khodijah penasaran


" jantungnya semakin memburuk.. 2 tahun yg lalu seharusnya dia sudah meninggal dunia " jawab dokter sam dan maira terkejut mendengar itu


" dia merahasiakannya dari ku.. " ucap maira terus melihat.

__ADS_1


" anak anak main sama cucu kakek ya.. " kaya dokter sam lalu mereka menurut dan tinggal ia dengan maira di sana.


" alat di jantungnya rusak hingga kondisi jantungnya melemah, transfusi jantung satu satunya jalan terbaik yg kami lakukan, tapi tubuh menolak hingga sudah hampir 2 bulan ia belum sadarkan diri " ucap nya.


" bukan kah hanya penyakit jantung biasa "


" Ikhsan menderita Hipertensi paru ireversibel, penyakit pembuluh darah yg memperburuk kondisi jantungnya, apa Ikhsan juga merahasiakannya dari mu? "


" iya.. "


" saya dengar kalian akan memulai sidang karna ikhsan menghamili seorang wanita? maira daya siap menjadi saksi di mana kau melabrak Ikhsan sedang tidur bersama dengan wanita itu.. "


maira memberikan kepada keluarga yg sebenarnya terjadi tengang kondisi Ikhsan, dan berita Ikhsan tersebar kemana mana. link maira dan ketiga anak nya sedang masuk kedalam ruangan itu, maira sengaja memvidiokannya agar para netizen berhenti menghujat.


" baba.. baba.. Airi dah hapal.. " ucap Airi yg berdiri di atas kursi melihat baba nya.


" mana ada.. "


" baba bangun lah, kita main lagi yuk.. "


" mas.. aku sedang hamil.. bisakah kau melihat ku sekali lagi.. aku minta maaf.. ini salah ku.. " batin maira menghapus air matanya.


ketika anak mereka membuka Al-Qur'an dan membacanya tepat di samping Ikhsan.


" baba.. Abang janji.. Abang jadi laki laki yg bertanggungjawab, jaga ummi, jaga embak.. karna Abang lah yg kini menggantikan posisi baba kalau baba pergi.. " ucap Ikhsya mencium pipi Ikhsan dengan lembut.

__ADS_1


" mbak akan jaga diri baik baik.. mbak akan jaga diri baik baik " ucap Khodijah dengan air mata yg mengalir...


mereka bertiga menangis secara bersamaan membuat maira memeluk ketiga anak nya yg menangis.


" maafkan aku maira.. anak anak.. aku bukan suami dan ayah yg bertanggungjawab.. sudah saat nya aku pergi.. aku hanya ingin kalian kunjungi sekali saja untuk terakhir kalinya.. "


🍁🍁🍁🍁


ketika keluarga datang terlihat Abi memandangi ikhsan dengan lesu, ia duduk di kursi yg ada di sana. dialah yg paling tau kondisi Ikhsan tapi Ikhsan merahasiakannya.


" dia tak ingin membuat mu cemas.. kau punya darah tinggi, dia takut kau terkena serangan jantung dadakan hingga struk " ucap dokter sam.


" padahal aku ayah nya.. tapi dia juga merahasiakan dari ku.. " kata Abi menghapus air matanya.


" dan sayangnya ini membuat keturunannya terkena juga " sambung dokter sam dan Abi terkejut mendengar perkataan dari sahabatnya itu " khoiri menderita Hipertensi paru ireversibel, kondisinya sekarang masih aman hanya perlu pengobatan biasa saja tapi Khoiri juga menderita penyakit kanker darah aku tak tau berapa lama Khoiri bisa bertahan, lalu... maira sedang hamil.. sayangnya anak nya cacat tidak memiliki tangan dan kaki.. " kata dokter Syam memberikan hasil USG maira


sakit banget rasanya, sesak di dada. Abi melihat anak nya yg sedang koma dan mengetahui kondisi khoiri yg meneruskan penyakit di tambah maira sedang mengandung.


" maira tak ingin menceritakan kehamilannya pada siapapun tapi aku mengetahuinya dari istri ku karna dia lah yg menerima kandungan maira. tolong jangan ceritakan ini pada siapapun, keadaannya sekarang ini sedang tertekan itu bisa mempengaruhi kehamilannya "


abi keluar dari ruangan itu lalu Khoiri mengangkat kedua tangannya mau di gendong, Abi menggendong Khoiri dan mencium wajahnya terlihat ayah memandang tajam mereka berdua karna Khoiri sangat menyukai Abi dari pada ayah.


🍁🍁🍁🍁🍁


" nak.. "

__ADS_1


" ummi.. ummi ini ummi.. "


Ikhsan memeluk ummi nya ummi yg benar benar ia rindukan dan akhirnya mereka berjumpa setelah 8 tahun berbisah.


__ADS_2