Ustadz Jatuh Cinta Sama SELEB

Ustadz Jatuh Cinta Sama SELEB
perjuangan


__ADS_3

maira baru saja pulang dari dokter sendirian, dia masuk kedalam kamar lalu menangis, kenyataan pahit yg harus ia terima karna dia nggak bisa hamil.


" cedera di rahim terlalu parah.. kemungkinan 5 persen untuk hamil dan 95% akan keguguran di usia kandungan memasuki 4 bulan. " ujar dokter yg terus terngiang-ngiang di kepala maira


Ikhsan pulang kerumah tidak melihat maira di depan pintu menyambut nya pulang, Ikhsan mencari di dapur juga tidak ada. dia mendengar maira menangis dan langsung masuk kedalam kamar.


" sayang.. kok nangis sih.. apa yg terjadi? " khawatir Ikhsan dan maira langsung memeluk Ikhsan menangis di dalam pelukannya sambil menceritakan semua yg terjadi.


Ikhsan kecewa karna maira terlalu menutup rapat kehidupannya, melakukan sendirian tanpa suaminya itu, tapi Ikhsan mencoba sabar. selama ini dia sendiri berusaha untuk melakukan hidup sehat demi hamil, Ikhsan juga menjaga kesehatan tubuhnya tapi sampai sekarang kehamilan belum juga datang.


" umur sayang kan baru 15 tahun.. untuk sementara kita tunda dulu mo.. "


" mas tega ya.. mas maira hanya ingin hamil.. melahirkan anak mas.. karna maira tidak punya banyak waktu " ucap ku lalu terdiam.


" apa maksudnya tidak punya banyak waktu? " tanya Ikhsan dengan dingin.


" sudah lah.. kalok mas nggak mau yasudah.. maira akan usaha sendiri, bagaimanapun caranya, maira sudah bilang sama dokter itu akan melakukan proses bayi tabung, " jawab maira berbaring dan menutupi seluruh tubuhnya lalu kembali menangis.


" sayang sudah lah ya.. bukan maksud mas nggak mau punya anak, tapi sekarang maira kan juga sudah dewasa, maira pasti punya cita cita kan, wujudnya dulu setelah itu kita bisa kok merencanakan soal momongan " ujar Ikhsan menjelaskan.


" cita cita maira hanya ingin melahirkan seorang anak untuk mas, itu aja bukan yg lainnya " jawab ku.


Ikhsan terdiam lalu membuka bajunya mengambil handuk dan mandi, dia menenangkan dirinya sendiri di ruang tamu. dia benar benar sangat pusing dengan tingkah maira. semakin lama pernikahan semakin terlihat sifat aslinya.


Ikhsan sadar bahwa istri nya itu penuh dengan rahasia yg sama sekali ia tidak ketahui, maira orang yg pendiam tidak suka di campuri urusan nya dan selalu menyembunyikan apapun yg bersangkutan dengan kehidupan pribadinya.


berhari hari kemudian akhirnya maira mendapatkan janji dengan seorang dokter bayi tabung di Mesir dengan usahanya sendiri tanpa banyak Ikhsan bahkan Ikhsan sama sekali tidak tau.


maira menyerahkan sebuah amplop di depan Ikhsan, Ikhsan heran langsung membukanya dan ternyata itu surat pertemuan dan pernyataan kalok mereka akan melakukan proses bayi tabung.

__ADS_1


" mas hanya perlu sekali datang saja untuk cek awal, selesai itu maira bisa pergi sendiri.. " ujar ku.


" maira cukup! mas udah benar benar nggak sanggup sekarang, semuanya serba rahasia, kapan kau melakukan janji ini, pergi kerumah sakit sendiri dan banyak lagi. mas mohon hargai mas sebagai suami mu, mas nggak melarang kau hamil tapi kalok maira berjuang sendirian seperti ini membuat mas merasa mas ini nggak berguna "


" kita berjuang sama sama ya.. maira ingin hamil kan? kita berjuang sama sama " ucap Ikhsan memeluk maira karna itu akan menenangkan pikirannya.


" terimakasih " ujar ku membalas pelukannya.


sesampainya di rumah sakit mereka menunggu sebentar, lalu melakukan banyak pemeriksaan setempat selesai mereka kembali kerumah, mereka akan kembali lagi setelah menstruasi datang dan selesai untuk mengecek lebih lanjut.


" sayang, sholat tahajjud yuk.. " ajak Ikhsan sudah bersiap siap


" mas.. maira lagi datang bulan " ucap ku menyambung tidur kembali.


" dalam sekejap di mentruasi kembali, semoga maira bisa hamil " batin Ikhsan.


seminggu kemudian mereka kembali kerumah sakit, maira harus di suntik setiap harinya dan meminum begitu banyak obat obatan 3 kali sehari demi sang calon buah hati.


hari ini maira mereka akan melakukan pengambilan sel terus yg telah terbentuk, setelah itu spe*rma yg telah di ambil akan melakukan proses pembuahan. setelah seminggu mereka kembali karna pengembangan Ambrio telah selesai saatnya penanaman Ambrio dan menunggu hasilnya seminggu lagi.


...2 Minggu kemudian....


sudah dua Minggu berlalu tapi tidak ada tanda kehamilan, akhirnya mereka mengecek kembali dan 1 proses gagal karena rahim benar ² lemah. maira kembali menangis di dalam kamar seharian.


karna 2 hari lagi mereka akan terbang menuju Indonesia jadi maira sudah bersiap siap dengan koper yg akan mereka bawa. setiap malam maira menangis dan Ikhsan selalu memeluknya dengan erat.


maira terpikir sesuatu dan menanyakannya pada Ikhsan langsung " mas.. bagaimana kalok mas nikah lagi? " tanya ku sambil menatapnya.


" jangan aneh aneh, tidur udah malam " tegas Ikhsan langsung mengubah posisi tidur maira menjadi kearah kanan dan langsung memeluknya.

__ADS_1


" mas.. coba pikirkan dulu? " tanya ku kembali.


" nggak. mas nggak sanggup beristri 2, besar tanggungjawab nya, udah ngapain pikir poligami, tidur sekarang " tegas Ikhsan kembali.


...pagi hari...


mereka ber4 akan langsung terbang menuju Indonesia melalui beberapa kali penerbangan. kini mereka sudah sampai Malaysia, di sana ada ada Dewi dan bila sepupunya yg sedang mengikuti olimpiade.


" maira.. " peluk mereka bertiga


di sana bagaikan dalil kesambar petir, ' deg deg deg ' jantungnya berpacu lebih cepat. dalil nggak tau apa yg ia rasakan tapi ini benar benar aneh, " ya Allah, kenapa hamba bisa jatuh cinta seperti ini.. hamba masih mau belajar " batin dalil masih haus akan ilmu.


di lain sisi Eza terus melihat bila, dia jatuh cinta dengan pandangan pertama. dia memegangi hatinya mengerti apa yg sedang ia rasakan " aku masih haus akan ilmu.. nggak ada cinta cintaan " tegas Eza tak sadar bahwa ada yg mendengarnya di sana.


" warasnya kau? " tanya Ikhsan memegangi kening Eza memeriksa suhu tubuhnya.


" waras aku lohh.. belum gila.. " jawab Eza dengan wajah cemberut.


" oiya umur kalian berapa? " tanya Ikhsan membuka pembicaraan.


" nah ini bila.. umur nya 1 tahun lebih tua jadi 16 tahun dan ini kak Dewi 19 tahun tamatan Kairo, sekarang dia kuliah di Medan, " jawab ku dengan senang.


" umur nya 19 tahun.. berarti kalok di hitung hitung sebaya dong, aku kan 20 tahun bulan depan 21 " batin dalil


" lah umur ku udah 20 tahu.. 8 bulan lagi 21 tahun, dia umur nya baru 16 " batin Eza pusing


akhirnya mereka berpisah pesawat, maira Ikhsan bila dan Dewi satu pesawat sedangkan Eza dan dalil satu pesawat menuju Jakarta.


...medan...

__ADS_1


akhirnya mereka sampai di bandara terlihat di sana ada si kembar dan ayah bunda. maira memeluk mereka ber4 melepaskan rindu dengan orang tua selama 6 bulan perpisahan. dan berfoto para fans yg sudah mengantri.


__ADS_2