Ustadz Jatuh Cinta Sama SELEB

Ustadz Jatuh Cinta Sama SELEB
tamparan bikin horor


__ADS_3

" BERANI SEKALI KAU!!! "


" mas.. " ucap maira langsung menahan Ikhsan yg ingin kembali memukul pria itu kembali


" dia memukul mu maira, berani sekali dia memukul istriku, udah banyak nyawanya!! " ujar Ikhsan dengan wajah memerah menahan marah nya agar ia terkontrol.


pria itu pingsan di tempat, maira melihat itu tidak tau seberapa kuat nya Ikhsan memukul pria itu hingga memuntahkan darah dari mulutnya, benar benar gila pria itu di bawa untuk mendapatkan pertolongan pertama sedangkan maira kini pipinya memerah dan membengkak.


maira memutuskan pulang takut Ikhsan akan mengamuk kembali, pipi maira di kompres oleh bunda dengan pelan sedangkan maira terus memegangi tangan Ikhsan, tangan yg memukul pria itu.


" seharusnya kau retak kan saya itu kepalanya, jangan tangung tanggung " ujar ayah yg emosi dan kembar hanya bisa geleng-geleng kepala melihat ayah nya itu.


" ayah.. sudah sudah.. ini kan cuman tamparan biasa "


" apa nya tamparan biasa sampai seperti itu, ayah saja tidak pernah menampar mu.. begitu juga suami mu, dia yg bukan siapa siapa kok nampar anak ku.. " omel ayah sepanjang jalan.


*


*


*


*


" umma.. umma balik lah ummaaaaaa " ucap bila di telpon karna Ikhsya menangis dengan kuat.


maira langsung membuka pintu ingin mengambil anak nya tapi di hentikan oleh ikhsan,


" mandi dulu.. dari luar.. " ujar Ikhsan membuat maira cemberut.


" iya iya.. bila tolong bawa ke atas aja ya.. aku mandi dulu nggak sampai lima menit " ucap maira langsung berlari menuju kamar dengan sangat cepat.


" maira jatuh nanti nak.. " tegur bunda tapi maira sudah sampai di kamar nya.


" kalian mau ngapain? " tanya Ikhsan pada Akbar dan Ikbal.


" gendong adek "


" mandi dulu, lebih baik besok saja, ini sudah jam 9 malam waktunya tidur "


" alah.. baru jam 9 nya.. "


*


*

__ADS_1


*


*


kini maira sudah selesai mandi, ia menyusui kedua anak nya secara bersamaan sedangkan Ikhsan mengeringkan rambut maira yg kini tumbuh lebih tipis dari sebelumnya.


" mas.. sakit.. " ujar maira menangis memegangi pipinya yg membengkak, Ikhsan hanya bisa bersabar melihat tingkah istrinya ini.


Ikhsan menaruh kedua anak nya di kasur mereka yg berada di samping kasur, Ikhsan mengobati pipi maira secara perlahan lahan. setelah selesai maira memeluk Ikhsan mencari kehangatan yg ia rindukan.


" sayang.. aku ini suami mu, kamu tanggungjawab ku, berani sekali dia menampar istri tersayang ku ini.. " ucap Ikhsan mencium pipi maira dengan lembut.


" mas... "


" mas capek sayang.. tidur aja malam ni.. "


*


*


*


*


di pagi hari yg cerah, hawa horor telah menguasai rumah yg indah ini, mama papa dan Rizwan serta grandpa grandma datang, terlihat mereka ber4 kecuali Rizwan yg hanya cemas tapi mereka merah besar. siapa yg berani menampar putri kecil mereka itu.


" ayo turun.. bekas nya juga pasti akan menghilang seiring waktu, ini sudah jam 7 pagi sayang.. "


akhirnya Ikhsan dan maira turun secara bersamaan sambil menggendong kedua anak mereka,


" kalian berdua duduk " ujar grandpa dengan tegas membuat maira merinding, mereka memperhatikan pipi maira yg memar karna tamparan seseorang " seharusnya kau patah kan lehernya jadi dua " sambungnya membuat mereka merinding.


" aa~~ " pekik ikhsya membuat semua orang melihatnya " aa~ " ujar nya lagi ingin bermain-main.


" nanti kita mainnya ya.. " kata Ikhsan dengan lembut.


" AAAAA!!!!! " tangis Khodijah membuat maira terkejut karna seumur hidup nya baru dua kali ia menangis setelah pertama kali di imunisasi.


" sayang umma.. capek ya nak.. keluar yuk.. berjemur.. " kata maira melarikan diri berkat Khodijah. 10 menit kemudian tangisan Khodijah belum juga berhenti, ia mengangkat kedua tangannya karna kaki nya belum bisa bergerak " iya nak.. mas.. " ujar maira dan Ikhsan lengan mengambilnya tapi tangisan Khodijah semakin kuat.


" sini sama mama coba.. "


dari satu ke satu orang lainnya tangisan tetap tidak berhenti tapi ketika Abi datang Abi mendengar tangisan Khodijah yg sangat besar.


" Khodijah kenapa nak? " tanya Abi pada anak nya itu.

__ADS_1


" nggak tau Abi.. udah hampir satu jam ini.. " jawab Ikhsan benar benar khawatir.


" Khodijah.. gelang nya mana? gelang dija mana ammah? " tanya Alif melihat Khodijah dan maira memperhatikan anak nya itu.


" mungkin karna dia kebiasaan pakai perhiasan jadi dia merasa kehilangan kalau nggak pakai " ujar grandma dan maira langsung mengambil gelang emas itu dan memakaikannya.


Khodijah melihat tangannya lalu tangisannya mereka, Khodijah sangat suka melihat warna putih permata yg terbuat dari berlian asli yg bersinar.


" gawat ni mas.. anak kita suka emas " ucap maira melihat Khodijah memang sering bermain dengan gelang nya itu.


" kalau begitu ketika dia besar nanti cukup pakai 1 gelang saja di tangannya "


" emang nya mas tau harga gelang di kedua tangan nya, antingnya, dan cincin nya Khodijah? "


" nggak? "


" cincinnya aja itu 5M gelang nya itu sepasang 6M antingnya 4M, mewah kali anak kita ya.. " bisik maira membuat Ikhsan terkejut dan melihat Abi nya itu, ini pertama kalinya ia tau kalau Abi nya sangat boros uang padahal dia selalu menghemat dan hidup sederhana.


*


*


*


*


di sisi lain Eyza berbaring di kamar nya seharian, kini jam sudah menunjukan pukul 9 pagi ia menatap gamis hitam yg tergantung di kamarnya gamis itu yg akan di gunakannya untuk nanti malam, malam sebuah perkenalan. tapi sepertinya hati nya telah di ketuk oleh seorang wanita.


" Eyza.. sarapan yuk nak.. " ajak umma dengan lembut dan Eyza langsung bangun dari rebahan nya.


" umi kalau malam ini di batalkan bisa nggak? " tanya Eyza membuat umi terkejut dan langsung duduk di samping putra nya memeriksa kesehatan Eyza " Eyza nggak sakit ummi.. "


" lalu.. "


" Eyza takut kalau wanita itu tidak bisa menerima Eyza.. kalau Eyza pilih istri sendiri boleh? " ujar Eyza membuat Abah yg menguping langsung menghampiri putra nya dan menarik kuping Eyza hingga memerah.


" Eyza apa kau tau siapa keluarga yg akan kita temui malam ini, keluarga ini bukan keluarga sembarang, mereka memiliki latar belakang yg kuat dan masa depan yg cerah, pendidikan mereka tinggi tinggi, kau ingin membuat Abah malu! siapa yg dulu minta di Carikan! " marah Abah membuat Eyza menunduk.


" Eyza takut kalau dia nggak bisa Nerima Eyza "


" ya itu urusan nanti.. lagian kau kenapa sih? tumben tumbenan kek gini, jangan jangan kau suka sama perempuan, astagfirullahhal'azim Eyza..... "


" ya nggak tau.. rasa nya dah lama tapi baru terasa sekarang "


" itu perasaan apa sambal? "

__ADS_1


" sambal? "


" iya sambal..coba perhatian ummi masak sambal, manis di awal pedas di akhir, udah kayak omongan tetangga "


__ADS_2