
Hari ini jadwal pemeriksaan kehamilan maira dan bunda secara bersamaan, usia kandungan bunda sudah dekat melahirkan sedang kan maira baru masuk 2 bulan, setelah selesai mereka langsung ke mall untuk belanja kebutuhan yg belum di beli.
" Stoller ini bagus, tapi nggak warna pink, harganya, mahal banget " ucap bunda melihat Stoller yg ingin dia beli.
" Ini bahan premium, tinggal 2 lagi Bu, warna pink tinggal satu di sana "
" yaudah kami ambil yg di sana, itu satu set kan " ucap bunda dan mereka mengambilnya dan memilih beberapa yg harus di beli, setelah selesai pulang ke rumah untuk merapikan semuanya.
...****************...
kembar di sana benar benar jadi korban karna ayah sedang ke luar kota dan cuman mereka laki laki di sana, bila dan Dewi mencuci pakaian adek bayi dan maira sedang merapikan hal yg perlu di bawa ke rumah sakit nanti.
" hhmm baju nya 2 aja ya Bun soalnya kan nanti cuman 2 hari di sana, baju ganti bunda juga harus bawa dong, dalaman, handuk juga " ucap maira sangat lihai seolah olah dia sudah berpengalaman.
" bunda nggak mau dua hari di rumah sakit, bunda mau setengah hari saja, selesai melahirkan, istirahat sebentar, pulang " ucap bunda membuat maira langsung menyediakan yg di butuhkan saja.
...****************...
hari ini tepat usia kandungan maira menginjak 10 Minggu, dia harus rajin ke rumah sakit memeriksa kondisi bayi nya tapi ketika di USG Bu bidan tidak melihat perkembangan setelah 1 bulan ini.
" maira... kandungan mu sudah masuk 2 bulan setengah tapi kelima janinnya nggak ada perubahan sama sekali dia hanya membesar tapi tidak berkembang, sepertinya kita harus melakukan kuret demi kesehatan maira " ujar Bu bidan membuat maira yg sedang ngemil berhenti.
" kuret? "
" iya, kita harus melakukannya dengan secepat mungkin.. kalok bisa di bicarakan dulu dengan suami mu, tapi kuret tetap harus di lakukan, coba lihat, terakhir kali USG bentuk nya terus menetap dan tidak berubah dengan kata lain janinnya tidak berkembang dengan baik, kalau kau tak mau kuret, janin bisa membusuk di rahim mu dan ini bisa lebih membahayakan lagi " ucap Bu bidan.
" kami pulang dulu ke rumah untuk membicarakan soal ini, besok atau lusa kita kembali lagi " ucap bunda dan Bu bidan setuju.
maira mencoba menelpon Ikhsan tapi tidak di angkat angkat, sesampainya di rumah maira langsung ke kamar dan melempar hp nya, menangis di kasur, dia harus merasakan keguguran untuk pertama kalinya walaupun rasanya sudah pernah. maira mendengar suara telpon di hp nya dan langsung mengambil hp nya mengangkat telpon dari Ikhsan.
" assalamualaikum "
__ADS_1
" wa'alaikumsalam... mas... " tangis maira di telpon.
" sayang.. sayang kenapa, kok nangis, sayang kenapa? " tanya Ikhsan dan maira menceritakan semuanya hingg selesai.
" ya mau gimana lagi.. kuret aja ya... nanti mas pulang kita bisa bikin rencana dulu kapan mau punya anak ya... " ucap Ikhsan menghapus air matanya sendiri.
" eh san, nangis kau? " ujar dalil nyelonong masuk ke kamar Ikhsan.
" eh sungguhan? nangis kau san " ucap Eyza tiba tiba muncul seperti jin.
" istri ku.. " kata Ikhsan
" kenapa istri mu? "
" keguguran.. "
" innalilahi.. semua? "
" iya... "
...****************...
keesokan harinya maira
" assalamualaikum semuanya...!!!!! " seru maira dan kembar di depan kamera.
" nah seperti yg kalian baca di judul, hari ini kita akan makan di makan di restoran kentang yg baru di buka, dengar dengar banyak jenis makanan yg berbahan kentang asli di sana " ucap Ikbal tidak sabaran tapi dia tak tau yg sebenarnya terjadi.
" tapi sebelum itu, aku akan ke rumah sakit dulu, ok! " ucap maira masih bisa tersenyum manis Setelah menangis semalaman, bunda yg melihat itu benar benar merasa sangat sedih.
setelah sampai di rumah sakit maira melakukan pemeriksaan yg cukup banyak hingga akhirnya kuret pun di lakukan. bunda selalu setia menemani, setelah selesai, maira duduk di tempat tidur itu dengan tegak, rasanya sangat sakit dan darah yg mengalir terus dengan deras. Bu bidan memberikan sebuah toples kecil yg berisi janin tadi untuk di bawa pulang dan di kubur.
__ADS_1
sebelum pulang mereka mampir ke restoran itu dan makan sebentar, karna maira kecapean jadi kembar lah yg paling aktif di sana. di perjalanan pulang maira dan kembar tertidur dengan pulas, mungkin karna jarak restoran dengan rumah cukup jauh semakali, 1 jam perjalanan.
" ayah... maaf merepotkan mu " ucap Ikhsan sambil menunduk dan menghapus air matanya karna mereka sedang Vidio call.
" maira kan anak ayah juga, lagian kalok nggak ayah siapa lagi? masa kembar yg ngerjain, bisa nggak beres nanti, sudah sudah jangan menangis, masa laki laki nangis? " ujar ayah sedikit santai.
" namanya juga ini pertama kalinya bang, dapatnya kembar Lima lagi, ya pasti sangat sayang banget lah " ucap bunda sambil mengelus perutnya yg sudah lebih besar dari sebelumnya.
sesampainya di rumah maira langsung masuk kedalam kamar untuk istirahat, tubuhnya benar benar sangat lelah sekali, ketika berbaring di kasurnya bunda pun datang membawa bengkung sepanjang 5 meter dan beberapa obat herbal yg akan di pakai di tubuh dan wajah.
" maira... buka baju nya nak, pakai bengkung dulu biar perutnya sedikit mengecil dan itu juga bisa rapat, habis tu pakai pilis dan tapel " ucap bunda dan maira bangun dari baringnya.
tiba tiba mama datang masuk kedalam kamar dan langsung memeluk maira lalu sedikit menangis dengan pelan.
" kebalik ma.. aku yg seharusnya nangis " ujar maira sambil tersenyum karna maira itu jarang sekali menangis.
" anak mama kenapa bisa tersenyum seperti ini? " ucap mama membuat maira juga keheranan.
selama seminggu maira terbaring sakit, ikhsan ingin pulang tapi di larang oleh maira karna baru baru ini saja berkuliah. setelah dua Minggu mama dan papa pulang ke Singapore lalu maira kembali melakukan aktifitas biasanya.
...****************...
maira sudah bangun lalu mengambil jilbabnya dan mengambil kameranya untuk membuat Vidio.
" aktivitas sehari hari check...!!! " ucap maira sambil tersenyum.
" lihat ini jam 2.40 aku udah bangun karna mas Ikhsan nelpon bangunin untuk tahajjud " ucap maira memperlihatkan Ikhsan bukti Ikhsan menelpon " ok sekarang kita mandi dan tahajjud dulu di musholla kecil rumah, imam nya biasanya ayah, gantian sama kembar setiap hari " seru maira mengambil handuk dan mandi langsung.
maira memvidiokan saat mereka tahajjud dan mengaji, ayah sudah menyiapkan rotan khusus " ok subuh pun tiba... kembar sama ayah ke mesjid yg perempuan sholat di rumah " ujar maira dan skip langsung selesai sholat.
" ok, kembar sekarang lagi cuci baju, bila sama kak Dewi bersihin rumah, soalnya nggak ada yg pembantu karna ayah bilang semuanya harus mandiri, kalok ayah dan bunda biasanya di tempat olah raga di sebelah sih, setelah selesai bunda siram tanaman gitu sedangkan ayah baca minum kopi depan rumah, biasa kasi makan ikan ikannya, sedangkan aku... selesai subuh jadwal pengajian sama suami sampai jam 6, bantu bersih bersih, jemur pakaian " ucap maira sambil menunjukan Ikhsan sedang ceramah lagi dengan istrinya.
__ADS_1
di" ok sekarang waktunya sekolah!! kalok kak maira kan sekolah di sekolah internasional, jadi pakaiannya nggak seperti anak SMA umumnya dan sekolah memperbolehkan kak maira sekolah dengan syarat kak tidak boleh hamil " ucap Ikbal memperlihatkan maira memakai jas berwarna maron pekat.
" aku tu sekolah jam 7 pulang jam 6 sore soalnya padatnya aktivitas gitu " ujar maira dengan santai.