
" Syukurlah kondisinya baik baik saja, saya khawatir tau nggak sih ketika melihat Vidio itu, ya tuhan kasian banget.. tapi syukurlah hanya memar, nak pokoknya kalok kau di pukulin lagi pukul balik jangan diam dan senyum aja, di hajar tu manusia, untungnya kau sedang tidak hamil, kalau sampai hamil mungkin kau sudah keguguran " ujar dokter itu menghawatirkan maira.
Maira sangat senang karna banyak yg menyayangi di luar sana. Maira di bantu duduk oleh bidan itu perlahan lahan.
" Tapi kan Bu.. tadi pagi saya mengeluarkan darah cukup banyak, saya pikir saya sedang datang bulan tapi seminggu yg lalu saya mendapat kannya? " Tanya ku merasa aneh.
" Sudah berapa lama kalian melakukan hubungan? " Tanya Bu bidan.
" Tadi malam, ini sudah 10 malam mas Ikhsan minta terus " jawab maira dengan polos dan bidan tersenyum menatap Ikhsan yg wajahnya sudah memerah.
" Seperti pembuahan telah terjadi berumur 7 hari, kemungkinan itu yg keluar, makanya terjadi pendarahan yg bisa mengakibatkan keguguran, kalok mau kita pastikan lebih baik USG saja tapi bentuknya benar benar sangat kecil jadi harus benar benar di perhatikan baik baik " ucap Bu bidan itu.
Akhirnya mereka melakukan USG, di atas perut maira di taruh seperti zal bening yg dingin lalu alat USG mencari keberadaan sang janin,
" Saya ke kamar mandi dulu " ujar Bu bidan tidak tahan.
" Hati hati " ucap maira dengan lembut
" Assalamualaikum ayah Abi.. " ujar Ikhsan ingin menyaksikan bersama keluarga.
" Waalaikumsalam " jawab mereka dan beserta keluarga.
" Lihat maira sedang USG, Bu bidan bilang kemungkinan maira pendarahan karna.. "
" Kasi hp nya kemaira " ujar bunda memotong pembicaraan dan Ikhsan memberikan hp nya pada maira " kau pendarahan nak? Benarkah? Kapan? Kok bisa? " Tanya bunda berkali kali.
" Tadi pagi keluar darah cukup banyak, tapi bukan ini maira udah dapet, kata Bu bidan itu kemungkinan pendarahan, jadi sekarang lagi di cek coba USG, kalok keguguran pun ya semuanya harus bersih keluar nya, tapi maira rasa ini keguguran " cerita ku dengan pelan.
" Lihat saja itu 3 perempuan, ayah pasti jebloskan mereka penjarakan secepatnya, mereka sudah di temukan dan sekarang sedang di kantor polisi, kami sekarang lagi bandara untuk pergi ke Jakarta " kata Rendi marah besar hingga memutuskan untuk pergi ke Jakarta sekeluarga.
" Doa yg baik baik nak, ucapan adalah doa, kemungkinan itu cuman pendarahan saja, Abi mengharap cucu ini " ucap Abi dengan lembut
__ADS_1
" Maaf lama ayo kita mulai USG nya " ujar Bu bidan dan hp nya di berikan ke ikhsan, ikhsan mengarahkan kamera nya layar agar bisa melihat sama sama.
" Sebelah kanan kosong.. berarti di sini nggak ada janin, kita ke sebelah kiri dulu.. di sini pun tidak ada.. kita ketengah.. " ibu bidan terdiam karna ada 2 janin di sana, 2 buah gumpalan yg berbeda tempat.
" Hamilll!!!! " Teriak mereka kesenangan,
Bu bidan mencoba lebih kebawah dan ada 2 janin lagi tepat di pintu masuk rahim.
" Kembar 4!! " Terkejut mereka.
Ternyata fans maira menonton vc siaran langsung yg di sambung ke lettop udah seperti di bioskop dan yg menonton itu lebih dari 20 orang berkumpul di sana.
" Kalian benar melakukannya baru 10 malam terakhir? " Tanya Bu bidan dan mereka berdua mengangguk mengiyakan.
" Maaf maira, seperti tendangan perempuan itu mengenai janinnya dan posisi ini sudah salah, kita harus lakukan kuret untuk mengeluarkannya agar tidak menjadi penyakit " ujar Bu bidan itu menghapus air matanya sedih.
" Oh tidak!!!!! " Teriak para fans bersamaan.
Di sana maira masih tenang dan bahkan dia masih sempat tersenyum.
" Mas.. belikan pembalut khusu ibu melahirkan ya.. yg ukuran besar " pinta maira dan Ikhsan membelinya
" baik lah " kata Ikhsan keluar dari ruangan nya.
setelah selesai kuret mereka langsung pergi ke apartemen, terlihat maira begitu lemas hingga langsung tertidur. Ikhsan pergi ke dapur dan memasak untuk keluarga nya nanti yg akan datang dia juga membersihkan rumah.
tak lama kemudian semua anggota keluarga datang, Ikhsan menyalami mereka satu persatu.
" nak, di mana maira? " tanya bunda menghawatirkan kondisi maira.
" dia sedang di kamar, pulang dari rumah sakit dia langsung tidur, " jawab Ikhsan menunjukkan kamar nya dan bunda langsung masuk kedalam.
__ADS_1
" sabar ya nak, mungkin belum rezeki untuk sekarang, usia maira juga masih kecil " ucap Abi dengan lembut.
" iya Abi.. "
" karna ayah udah tau tempat nya di sini, ayah mau pergi dulu ke kantor polisi, 3 orang wanita itu udah di tangkap, " ujar Rendi langsung bergegas.
di kamar
ketika bunda masuk, terlihat maira sedang berdiri memegangi dinding sebagai alat bantu ia berjalan.
" ya Allah nak, mau ke kamar mandi? bunda bantu yuk " ujar bunda dan maira mengangguk.
setelah selesai maira kembali lagi ke kasur, dia memeluk bunda dan menangis di dalam pelukannya. bunda membiarkan maira menangis hingga ia tenang, Ikhsan melihat istrinya menangis untuk pertama kalinya entah kenapa dia juga ikut sedih.
...pagi hari...
" inilah klarifikasi dari 3 orang yg telah melakukan tindakan kekerasan kepada anak di bawah umur yg berusia 15 tahun, seorang SELEBGRAM terkenal di Indonesia yg kini telah menikah dengan habib Ikhsan atau yg kita kenal Ikhsan, mari simak secara langsung "
" saya ( nama ) meminta maaf sebesar-besarnya karna tindakan kami, saya tidak menyangka maira akan keguguran karna perbuatan saya, sekali lagi kami benar benar minta maaf " ucap gadis itu yg ternyata masih anak SMA.
" kok cepet banget klarifikasi nya? " ujar Ikbal heran.
" ayah mu mengamuk di sana " jawab bunda.
semua orang menjadi datar di sana, Rendi itu jarang sekali mengamuk.
...pagi harinya....
maira pergi ke kamar mandi, membersihkan tubuh nya, lalu mengganti pakaian dengan yg bersih. maira melihat tidak ada satupun di kamar jadi dia langsung menguncinya dari dalam dan membuka lemari mengambil salah satu kotak kecil dan membukanya.
maira mengambil botol obat lalu mengambil suntikan, maira menyuntik dirinya nya sendiri di bagian tangannya. setelah selesai maira langsung membuang nya ke tempat sampah lalu mengikat plastik sampah itu siap di buang.
__ADS_1
" semoga pendarahannya berhenti, aku terlalu banyak mengeluarkan darah sejak kamarin.. " batin maira
wajahnya sudah benar benar pucat kehilangan banyak darah, maira menebalkan make-up nya agar terlihat seperti biasanya.