Ustadz Jatuh Cinta Sama SELEB

Ustadz Jatuh Cinta Sama SELEB
25 tahun


__ADS_3

tidak terasa kini umur ikhsya sudah lima tahun dia tinggal di pesantren untuk bersekolah. ikhsya tumbuh jadi bule lokal, dan di umur 5 tahun 30 jus Al-Qur'an telah di berhasil di hafal nya.


" ammah.. cokelat habis " ucap ikhsya membawa sebatang cokelat dan duduk di meja makan.


( ammah, bibi dari ayah atau saudara kandung ayah )


" benarkah, itu di tangan apa? " tanya Aisyah karna ikhsya suka sekali makan cokelat.


" hehehe " jawab ikhsya sambil tersenyum.


" Isa jangan makan cokelat aja, nanti giginya warna hitam " ucap Alif yg sedang bersyiwak.


" benarkah? Isa nggak mau makan cokelat, sehari 2 bungkus aja nggak 5 bungkus " ucap ikhsya tetap memakan cokelat nya hingga habis.


di sisi lain ada ada maira melihat perkembangan anak nya, selama 5 tahun terakhir.


" ikhsya.. " ucap maira menangis begitu ingin memeluk anak nya itu tapi tidak bisa.


...****************...


kini umur ikhsya sudah 10 tahun, dia menjadi begitu tampan dan good looking serta glowing, ikhsya juga sangat berbakat dalam dunia film sama seperti ikhsan.


" ikhsya.. " ujar maira tepat di samping ikhsya yg sedang membaca naskah.


walaupun ikhsya tumbuh menjadi anak yg baik dan lembut dia selalu menangis setiap malam, ketika berkumpul dengan para teman temannya mereka selalu bercerita tentang orang tua mereka, kesenangan bersama orang tua yg tidak pernah ikhsya rasakan.


" seandainya baba jujur pada umma tentang jantung baba, seandainya umma jujur lebih awal, mungkin kita masih bersama " tangis ikhsya menengangi foto terakhir kalinya dia bersama dengan Ikhsan dan maira.


" maaf kan umma nak, maaf kan umma " tangis maira berdiri tepat di depan ikhsya.

__ADS_1


...****************...


kini umur ikhsya telah 15 tahun dan keluarga kembali berduka cita, hari ini hari wafatnya Abi, dan besok adalah hari keberangkatan ikhsya ketarim.air mata ikhsya mengalir tapi dia cepat menghapus air matanya dia tau semua akan pergi, Alif juga masih di Tarim belum bisa pulang karna dia baru mulai berkuliah.


Aisyah yg harus mengurus pesantren sendirian, dia juga seorang janda, hidup sendiri itu susah dan lagi di keluarga Abi juga pada sibuk dengan rumah tangganya masing masing.


" ikhsya, sabar ya nak.. semua ini sudah takdir " ucap maira menghapus air matanya.


...****************...


ikhsya terus tumbuh dewasa kini umurnya sudah 20 tahun, dia akan melamar wanita yg sudah menjadi pilihannya, dan maira masih setia menemani ikhsya kemanapun. sepanjang perjalanan terus bersholawat, suara merdunya membuat siapapun tenang


" walaupun aku melamarnya dengan datang sendirian, nanti kalok diterima otw bawa keluarga " ujar ikhsya sangat senang.


" anak ku ini, dia sudah besar, semua ku lalui bersamanya, wajahnya benar benar fotocopy baba nya kecuali warna rambutnya, ketika melihat ikhsya rasanya seperti melihat perkembangan mas ikhsya dari bayi " ucap maira sambil tersenyum


truk dari arah berlawanan datang dengan kecepatan yg sangat cepat, menghantam mobil ikhsya hingga terbang jauh dari tepat semua, masyarakat yg melihat mengejar mobil ikhsya agar ada kemungkinan selamat. mobil yg awalnya cantik kini hancur, ikhsya telah tak sadarkan diri dengan tubuh di penuhi oleh darah.


" ikhsya.. ikhsya... " tangis maira melihat kondisi Ikhsan.


mobil di buka secara paksa oleh mereka, melihat ikhsya tak sadarkan diri mereka langsung membawanya kerumah sakit. maira terus menangis tidak tau harus berbuat apa, hatinya hancur tercabik cabik.


" maaf kan kami, korban tidak bisa di selamat kan " ujar dokter itu membuat maira langsung masuk kedalam ruangan melihat kondisi ikhsya.


tubuh dipenuhi jahitan luka, tubuh yg penuh dengan perban membuat maira termenung.


" ikhsya...!!! sadar nak sadar... bukan kah kau melamar calon istri mu, ayo nak sadar.. " tangis maira ingin menyentuh ikhsya tapi menembus tubuhnya maira menangis kenapa ini harus terjadi.


setahun yg lalu kedua orang tua maira juga meninggal dan sekarang anaknya juga.

__ADS_1


" ya Allah, sebenarnya apa yg sedang ku lalui ini, kenapa begitu kejam " tangis maira terduduk di lantai,


pemakaman berlangsung, maira benar benar sendiri kedua saudaranya kini sudah memiliki keluarga bug sangat bahagia, maira begitu iri, rasanya ingin bermain dengan keponakan nya sendiri tapi mereka kini sudah berbeda alam.


" seandainya semuanya masih lengkap, mungkin kakak akan berlari bersama mereka " ujar Ikbal pada Akbar yg sedang melihat anak anak mereka bermain.


" takdir telah di tentukan, kita hanya menunggu waktunya saja " kata Akbar.


" sekarang keluarga kakak sudah lengkap di alam yg sama, bahkan kuburan mereka sejajar " kata Ikbal menghapus air matanya.


" hidup sendirian seperti ini susah kembar, aku sendirian, 5 tahun telah ikhsya meninggalkan ku, aku benar benar sendiri, " tangis maira benar benar larut dalam kesedihannya.


" umma... "


maira mendengar itu berbalik melihat siapa yg memanggilnya, ikhsya dan Ikhsan berdiri bersama maira terkejut melihat itu langsung memeluk mereka berdua menangis di dalam pelukan keduanya yg telah lama ia rindukan.


" kalian kemana saja " tangis maira.


" maaf kan kami umma " ujar mereka berdua berpelukan satu sama lain.


maira menengangi wajah ikhsya yg telah lama ia impikan, maira mencium kening dan pipi anak nya itu lalu memeluknya dengan erat.


" jagoan umma, " ucap maira.


" ternyata umma ku lebih cantik dari pada aslinya " ujar ikhsya.


" tentu saja "


" apa ini akhir dari segalanya? " tanya Ikhsan menggenggam tangan maira sambil menatap nya.

__ADS_1


" banyak yg telah ku lalui 25 tahun ini, hidup sendirian, tanpa teman, melihat anak ku yg selalu merindukan kasi sayang orang tuanya, seandainya waktu bisa di ulang, aku akan jujur lebih awal, menceritakan semua nya yg terjadi " jawab maira menatap keduanya.


" ini bukan akhir tapi awal kebahagiaan "


__ADS_2