Vengeance Of Love

Vengeance Of Love
Chapter 67


__ADS_3

Semuanya kacau, ruangan yang tadi terlihat ramai kini sunyi. Hanya terdengar suara teriakan dari Iriana yang tak terima pertunangannya batal karena satu kebenaran yang Rainer sembunyikan.


“Pergi!!” Iriana menunjuk wajah semua orang, sementara Grisel sudah ketakutan.


Tak di sangka rencana Sherin ternyata seperti ini. Grisel pikir dia hanya akan terlibat di belakang tapi sebaliknya dia malah jadi pemeran utama malam ini.


Grisel menatap Sherin, memohon pertolongan lewat tatapan itu. Dia tidak punya keberanian yang besar untuk menghadapi Iriana dalam kondisi sekarang. Takut kalau Iriana akan mencelakainya hingga bayi yang akan jadi korban.


Sherin hanya balas tersenyum, lewat senyum itu Sherin mengatakan 'tidak akan terjadi apa-apa'.


“Bagaimana bisa kamu lakukan ini!? Aku pikir kamu setia tapi ternyata hanya omong kosong!” Iriana berdecih.


Tak ada yang bicara kecuali wanita itu, kemarahan lebih besar di banding rasa malu karena tadi menjadi tontonan para tamu. Yang kini sudah pada pulang saat kakek Haris meminta maaf karena acara tidak berjalan dengan baik.


Rainer diam tak ingin memberi penjelasan, tatapannya nyalang menatap Grisel lalu beralih ke Iriana. Mereka berdua kesayangannya tapi kini malah menghancurkannya. Mungkin sebentar lagi Rainer bisa saja kehilangan pekerjaan karena citranya yang buruk.


“Pernah selingkuh sekali tidak mungkin dia tidak akan mengulanginya. Satu pergi dan satu sudah membosankan lalu cari lagi, begitu seterusnya sampai perempuan satu dunia di jadikan simpanan,” celetuk Sherin dengan suara lirih namun mampu di dengar oleh Iriana.


“Diam kamu! Pasti kamu yang merencanakan ini 'kan? Tidak mungkin tiba-tiba ada orang yang berani mengakui kalau dia hamil di luar nikah di depan orang-orang.”


Gantian Sherin yang di tunjuk. Meski tuduhan Iriana benar adanya tapi tidak mungkin Sherin mengaku. “Kenapa tidak? Dia hanya minta keadilan untuk anaknya,” Sherin angkat bahu, bicaranya santai sekali.


“Aku tetap tidak percaya! Pasti kamu pelaku di belakangnya. Sherin! Aku akan membalasmu!”


“SUDAH DIAM!!” Suara teriakan kakek Haris membuat ruangan semakin sunyi.


Pria tua itu memijit pelipisnya yang terasa pening. “Hal ini sudah terjadi, lebih baik lupakan saja. Tidak ada gunanya kamu marah-marah, yang ada kamu semakin membuat orang lain pusing!! Di dunia ini banyak lelaki yang lebih baik darinya, dari pada ribut tidak jelas lebih baik bubar!”


Tak ada yang bisa membantah kakek Haris, satu persatu dari mereka mulai meninggalkan ruangan. Kakek dan istrinya pergi ke kamar untuk istirahat, begitu juga dengan Arvin dan Laras.


Arvin sejak tadi diam karena menahan kesal, semua yang terjadi hari ini akan berdampak besok hari. Dia harus bisa menyusun strategi agar jika para investor menarik dana dia bisa menahannya dengan mencari alasan yang logis.


Jika tidak maka perusahaan yang telah dia jalani bisa bangkrut kapan saja. Dia akan memberikan perhitungan pada putrinya besok karena telah membuat keluarga malu.


“Pergi kalian semua!” Iriana menyuruh orang yang tersisa untuk pergi.

__ADS_1


“Dengan senang hati ... ” Sherin menarik tangan Ravin untuk menjauh dari sana.


Giliran Rainer yang pergi, dengan kasar menarik tangan Grisel keluar dari rumah itu. Sementara Iriana mengacak rambutnya, hari ini adalah hari paling buruk baginya, semuanya kacau, dari hidupnya dan perasaannya.


Di luar sana, Rainer menghempas tangan Grisel dengan kasar. Tanpa aba-aba langsung menampar pipi Grisel sampai terdengar suara yang cukup keras.


“Rainer—”


“Diam!!” bentak Rainer, napasnya memburu. Matanya melotot menatap Grisel.


Grisel terkejut, reflek mundur selangkah sembari memegang pipi. Di tatapnya Rainer tapi seperti bukan Rainer. Selama ini Rainer selalu baik padanya tapi tiba-tiba berubah jadi singa setelah dia mengacaukan acara Rainer dan Iriana.


“Kenapa kamu lakukan ini?!”


“Aku tidak ingin kalian tunangan!”


“Tapi bukan dengan cara begini.”


“Lalu bagaimana? Apa aku harus menunggu dan duduk manis sementara kalian tunangan lalu pesta? Dan aku dalam keadaan yang tidak kamu mengerti?!”


“Aku tidak bisa menahan diri! Aku sakit melihat kalian bahagia seperti tadi.” Air mata Grisel jatuh, Rainer merasa bersalah tapi amarahnya belum reda.


Rainer mengacak rambutnya. “ARGH!!!” Tak ingin pusing, pria itu segera pergi meninggalkan Grisel yang sesenggukan.


Setelah dua menit berlalu, datanglah Sherin dengan wajah tanpa dosanya. Bersama Ravin yang setia di samping Sherin bak seorang bodyguard.


“Apa ini yang kamu mau?”


Sherin mengangguk. “Aku puas sekali hahaha ... ” sangat puas sampai dia lupa kalau belum makan malam, perutnya lapar tapi tidak peduli karena saking senangnya.


“Bukannya kamu akan membantuku menikahi Rainer?”


“Bukannya aku sudah membantumu?”


Pertanyaan Sherin membuat Grisel berkerut. Membantu dari mana? Sejak tadi dia hanya mengatasinya sendiri. Sherin hanya tinggal menikmati.

__ADS_1


Mengerti tatapan Grisel, Sherin menghela napas. “Aku sudah membantumu menyingkirkan Iriana, jadi kamu pun berusahalah untuk mendapatkan Rainer.”


Setelah itu Sherin pergi dari sana, meninggalkan Grisel yang sedikit kebingungan. Ia kemudian pergi, bukan pulang melainkan ke rumah sakit.


***


Semilir angin menerbangkan helaian rambut Sherin. Gadis dengan mata cokelat itu memandang langit yang di penuhi bintang. Duduk bersandar di kursi kayu panjang membuat Sherin nyaman.


Di samping Sherin ada Ravin, malam yang menyenangkan untuknya. “Sudah puas?” tanya Ravin.


Sherin mengangguk lalu menggeleng. Ravin mengernyit, sulit menebak Sherin ketika wajahnya tenang begitu.


“Harusnya aku buat Rainer dapat karma selain yang tadi! Kurang puas kalau mereka berdua tidak sekarat!! Sherin menatap cermin.


“Kamu ada dendam apa sampai sangat membenci mereka?”


Sherin menelan ludah, “Dia telah menghancurkanku ... ”


Ravin tak bertanya lebih jauh, pria itu mengusap pucuk kepala Sherin. “Minggu depan giliran kita yang akan mengadakan acara,” katanya.


“Acara apa?”


Ravin mendengus. “Kamu lupa kita akan menikah?”


“Apa?” Sherin menoleh terkejut.


“Kenapa?”


“Secepat itu?”


Ravin menyipitkan matanya. “Memangnya mau kapan? Bulan depan? Kamu terlalu asik dengan rencana balas dendam mu sampai lupa dengan pernikahan sendiri.”


“A— aku ... ” Sherin menggeleng sembari menelan ludah.


Satu minggu lagi akan menikah? Padahal rasanya baru kemarin dia bertunangan dengan Ravin. Sherin menepuk keningnya sendiri, bisa-bisanya sampai lupa dengan acara penting ini.

__ADS_1


Sherin tidak tahu, sebelum acara pernikahannya akan ada kejadian buruk yang menimpanya. Membuat Ravin benar-benar marah hingga membuat Iriana tertembak dan masuk ke dalam penjara.


__ADS_2