
Sebentar lagi lebaran, setelah lebaran akan ada ujian akhir semester untuk kenaikan kelas.
kondisi kakiku mulai sembuh, aku sudah beraktivitas seperti biasanya. mulai dari pekerjaan rumah sekolah sampai kerjaanku di warung Bu Asna.
"Alhamdulillah selesai juga nimba airnya" gumanku.
"Cepat mandi dan berangkat sekolah" aku bicara pada diriku sendiri.
Hidupku memang tidak seindah gadis remaja lainya. Tapi aku bersyukur masih diberi kesehatan dan kemampuan untuk mencari apa yang aku inginkan. Setelah selesai aku bersiap ke sekolah. tas yang kupakai sudah terjahit sana sini, nanti selepas sekolah aku akan ambil uang tabunganku untuk membeli tas yang baru. Kulihat isi buku tabunganku sudah hampir mencapai angka lima juta. Aku senyum sendiri dalam kamar.
Sudah siap untuk berangkat sekolah, lepas pulang nanti aku akan ke koperasi dan ambil uang untuk beli tas baru gumanku dalam hati.
sampai didepan gerbang Lika melambaikan tangan itu tanda memanggil aku. Semenjak kejadian di kamar mandi waktu itu aku dipanggil tukang ngemis oleh teman sekelasku.
"Citra,,, sini cepat ada sesuatu untuk kamu" Lika lari sambil membawa kantong plastik berwarna hitam menghampiriku.
"Apa Lika, jangan aneh aneh deh kamu itu" tegasku.
__ADS_1
" Ada sesuatu buat kamu,,, nih ambil" kantong disodorkan di depanku oleh Lika.
"Apa ini lika, " tanyaku.
"Buka aja, nanti bakalan kamu tahu kok" sahutnya.
Kubuka dan ternyata isinya adalah tas baru masih ada bandrolnya. Aku terperangah dan ingin menangis, tapi aku tahan karena banyak murid yang lainya.
Lagi lagi kenapa orang lain yang peduli terhadap aku, bukan orang tuaku. Semakin aku pikirkan semakin aku sedih dan pedih hatiku. Aku terima dengan sangat senang tas pemberian dari Lika. Meski murid yang lainya mencibir aku tidak peduli yang penting aku tidak merugika mereka.
"Makasih banyak ya Lika" kataku sambil memeluk Lika.
"Kamu kok tau sih kalau aku butuh tas baru" tanyaku.
"Tau dong aku kan sahabatmu" jawabnya.
Ingin rasanya menangis tapi lagi lagi aku harus menahan air mata ini.
__ADS_1
Kami bergegas menuju kelas, mulai Minggu depan kita semua libur lebaran selama 10 hari. Lepas itu baru ujian kenaikan kenaikan kelas. Ketika libur sekolah waktuku aku habiskan untuk bekerja di warung Bu Asna. Lambat laun aku sudah mulai mengerti Lika liku hidup ini, kita harus pandai memilih teman ataupun tempat kerja.
Bel berbunyi tandanya waktu pulang, Para murid yang lain bergegas untuk pulang. Aku memasukkan semua peralatan sekolahku ke dalam tas baru yang diberika oleh Lika.
"Lika makasih banyak ya..." kataku.
"Tak masalah,,, aku boleh tanya sesuatu tidak ke kamu" tanya Lika.
"Ehmmmm boleh tanya apa ya???" kataku penasaran.
"Kamu mau tidak saya kasih baju bekasku" Lika berkata sambil mengernyitkan dahinya.
"Ya ampun Lika,,, kadang yang dibilang sampah bisa jadi berkah buat orang lain" kataku.
"Habis lebaran aku kasih ke kamu ya..." pintanya.
"Iya iya..." sahutku.
__ADS_1
Mulai hari Senin kami semua libur lebaran, dan aku tidak akan bertemu sahabatku untuk beberapa saat. Hatiku pedih dan sakit ketika teringat semua anggota keluarga dibelikan baju baru oleh ibu dan bapak. Lagi lagi aku tersisihkan dari anggota keluarga itu.
"Tak apalah mungkin nanti dari Lika pasti bagus bagus" gumanku. Aku dianggap ada dan tidak ada oleh keluargaku sendiri.