
Memang benar rezeki, jodoh, dan mati Allah yang menentukan. Tapi manusia tetap harus berusaha dengan segenap hati, dengan segenap jiwa dan dengan segenap kekuatan yang kita miliki. Tak disangka ketika aku dapat panggilan kerja melalui via SMS dari hp jadulku, hatiku berdebar karena girang tak terkira. Karena mulai esok aku harus semangat kerja untuk hidupku yang lebih baik.
drttt...
Kulihat telepon ku berbunyi ada panggilan masuk, terpampang nama temanku Nita. Kuambil dari nakas dan kuangkat.
"Iya Assalamualaikum nit...." sahutku
"Waalaikum salam citra..." sahut ya dari seberang sana
"Nit, aku besok sudah bekerja, kamu bagaimana" tanyaku penuh penasaran.
"Aku juga citra, besok juga mulai bekerja" imbuhnya.
" Iya kita diberi rezeki untuk bekerja ditempat yang jualan barang brended" tuturku.
__ADS_1
"Iya, kita sama bekerja keras ya..."sahut Nita.
" Iya, kita sekarang semangat ya buat besok ya..." tuturku.
" Iya sudah dulu ya, mau nyetrika baju dulu buat besok" kata Nita.
"Ok, aku juga assalamualaikum" sahutku
"Waalaikum salam" sahut Nita.
Hp ku matikan, aku tidak percaya bahwa Allah memberiku jalan rezeki yang luar biasa bagiku. kiranya Allah memberiku kelancaran rezeki agar berkah dalam hidupku. Tempat kerjaku bukan warung makan seperti milik Bu Asna, tapi menjual barang barang brended saja. Mungkin hanya kalangan yang berduit bisa beli, kalau aku bisa lihat dan pegang aja sudah seneng dalam hati.
Aku teringat dengan sahabatku Lika dimana dia sekarang. kenapa gak pernah ada kabar darinya. Aku ingin sekali berterima kasih padanya, karena pemberian darinya sangat bermanfaat bagiku. memang semua pemberiannya itu barang bekas semua kayak sepatu, tas, baju bahkan setelan baju hitam putih aku dapatkan dari Lika. Doaku semoga kelak suatu saat bertemu lagi jika berjodoh. karena dia orang yang baik dalam pandanganku.
hari ini adalah hari terakhir aku nge kost di rumah Bu Rita. Hampir 5 bulan aku berbagi atap dengan Bu Rita. Anggan angganku mulai berkeliaran liar memikirkan orang tuaku yang menganggap ku sebagai anak pembawa sial. Ah apalah dikata pembenaran dihadapan bapak dan ibu tidak ada gunanya juga batinku.
__ADS_1
Makan malam terakhir ku di rumah Bu Rita, rasanya aku ingin menangis karena Bu Rita menolongku tepat pada waktunya ketika aku diusir oleh bapak ibu. Kadang orang lain lebih peduli kepada kita ketimbang keluarga sendiri. Itulah yang disebut orang asing jadi sodara dekat. Besok adalah hari pertamaku kerja semua urusan pembayara kos untuk satu bulan kedepan telah lunas. aku hanya bisa memikirkan Allah itu luar biasa tak berhenti memberi rezeki dan jalan keluar.
"Habiskan semua lauk nya cit" suruh Bu Rita.
"Iya Bu..." sahutku sambil memunggut ayam goreng.
Bu Rita sengaja masakin aku banyak karena besok sudah pergi ke kota untuk bekerja. Berat rasanya meninggalkan Bu Rita yang sdh berusia senja. hampir 50 tahun umur Bu Rita, suami Bu Rita telah meninggal karena sakit. Dan Bu Rita pernah sekali bercerita bahwa dia punya anak laki laki tapi tidak pernah pulang setelah pamit kerja ke kota seperti aku.
Tapi aku tidak berani bertanya lebih jauh takut hatinya semakin merindukan anaknya.
"Besok berangkat pagi ya nak" suara Bu Rita bertanya padaku sambil mencuci piring.
"Iya Bu, jaga baik baik diri ibu ya. nanti kalau ada orang lain yang mau sewa kamar diterima saja ya Bu. Biar tidak kesepian" jelasku.
"Apa iya ada yang mau nyewa. rumah kuno gini cit" gerutu Bu Rita
__ADS_1
"Pasti ada Bu" sahutku.
setelah makan malam aku bersiap tidur untuk mempersiapkan energiku untuk besok. semoga besok tidak ada halangan dan pekerjaanku menjadi berkah dalam hidupku.