
Senangnya bukan main karna hari ini adalah hari pertama kali aku menerima gaji. begitupun dengan Nita. Aku deg degan dapat gaji berapa, karena waktu interview kesepakatannya adalah tiga setengah juta perbulan. Bahkan aku dapat bonus dari 750 point, dan hasilnya uang bonus adalah tujuh ratus lima puluh ribu. Begitupun dengan Nita tapi dia menjaga barang brended berupa jam tangan, jadi dia hanya bisa mencapai bonus dua ratus lima puluh ribu saja.
Tapi bagiku itu adalah nominal yang sangat luar biasa.
Tap tap tap suara sepatu melangkah dan ku toleh ada laki laki tampan tinggi semampai, badanya kekar berdiri tegap, tapi sayang baju jas nya penuh semen dan celananya banyak lumpur bahkan sudah kering.
Dia menuju ke stand yang aku jaga...
Tampak memilih milih baju, tapi bagiku kenyamanan pelanggan bagiku adalah nomor satu. Meski penampilannya kotor dan dekil belum tentu dompetnya ada suara jangkrik nya alias krik... krik...
Pasti pahamlah kadang orang bergaya dompetnya tak ada isi...
Dengan senyum aku melayani dan memilihkan setelan yang diinginkan, dan aku menunjukkan brand terkenal yang harganya dibilang mahal bagiku. bahkan satu stel baju celana dan jas bisa menguras habis isi dompetku.
"Pas sekali tuan muda untuk anda" kataku
"Aslan. panggil aku Aslan itu namaku" sahutnya.
" Mau langsung dipakai dan dibayar tuan" tanyaku.
"Iya 30 menit lagi aku ada rapat" sahutnya.
__ADS_1
"Bayar pakai kartu atau cash tuan" tanyaku lagi.
"Pakai kartu aja" sahutnya.
Mungkin hampir seluruh karyawan disini tidak mengenaliku, kecuali yang berpangkat tinggi batin Aslan.
Terlihat Aslan merogoh rogoh ke saku celan yang tadi dipakainya. tapi tidak kunjung ditemukan, hanya kunci sepeda motor saja yang ada. Dia tampak kebinggungan dengan situasi ini.
"Tuan apa ada masalah" tanyaku.
"Iya kayaknya dompetku ketinggalan di mobil dan hp saya ketinggalan di konstruksi tadi" jelasnya.
Tiba tiba salah satu seniorku mendekat itu mbak Dilla, kalau di pabrik istilahnya Bu mandor atau pengawas gitu.
"Eh anu mbak ini tuanya sudah pakai baju brand jualan kita tapi mau bayar dompetnya ketinggalan" jelasku ke mbak Dilla.
"Tuan jangan pakai banyak alasan kalau gak punya duit jangan belanja disini. kalau miskin belanja di pasar tradisional sana" hardik mbak Dilla.
Tapi saya lihat tuan Aslan hanya diam serta senyum saja. tangannya dengan tenang dilipat didepan dada. Tuan Aslan ini gak waras kali ya gak punya uang belanja disini, apa gak malu batinku.
Aku hanya diam mendengar mbak Dilla menghardik tuan Aslan, dan mengurut dada.
__ADS_1
"Usir sana orang ini, dan laporkan ke polisi" suara mbak Dilla terdengar begitu keras
"Eh .. mbak jangan dilaporkan ke polisi, tadi tuan Aslan bilang mau rapat penting jadi buru buru kesini katanya" sanggahku.
"Wong mau nyuri kok diladeni kamu itu cit" kata mbak Dilla.
Tapi aku percaya tuan Aslan tidak berbohong. Karena tadi waktu aku menerima baju kotornya semua barang branded dan aku tau itu. Parahnya lagi disuruh buang baju yang kotor tadi. Alamak sayang sekali harganya jutaan lho apa gak sayang. Orang kaya mah bebas.
"Mbak Dilla tenang dulu, mending tuan Aslan suruh telepon orang lain untuk mengantar dompetnya" saranku.
"Ni mas hpku buat telepon" mbak Dilla memberi selulernya.
Tuan Aslan mencoba menelpon beberapa kali tapi tidak ada yang jawab.
"Udah laporin aja ke polisi" saran mbak Dilla ke securiti.
"Eh .. mbak jangan gegabah kita gak tau tuan ini siapa" sanggahku.
"Kalau dia gak mau dilaporin atas pencurian bayarin baju orang ini dengan gajimu tadi" mbak Dilla bicara ketus.
Aku tau tuan Aslan benar buru buru. Akhirnya aku bayar cash setelan itu dengan uang gaji pertamaku.
__ADS_1
Sebelum pergi tuan Aslan mengucapkan kata terima kasih dan memberiku jam tangan merk rolex. Serta memberiku kartu nama dengan ditandai sobekan sebelah kiri. Kenapa aku mau menolong tuan Aslan karena kita tidak akan pernah tau musibah apa yang akan menghampiri kita. Dan disaat itulah Allah akan memberi pertolongan lewat seseorang. Karena aku pernah mengalaminya sendiri.