
Tuan Aslan seperti biasa, dia sibuk mondar mandir dari kota ini ke kota itu untuk mengurus bisnisnya. Tapi sekali disela waktu yang sibuk dia sempatkan untuk menelpon citra kekasihnya. Memang tuan Aslan baru pacaran dengan aku sudah hampir dua bulan. Bahkan tuan Aslan menyuruhku untuk berhenti kerja dan berjanji akan memenuhi semua apa yang aku inginkan.
Tapi sayangnya citra menolak, dan dia lebih suka berdiri seharian dan suka disuruh suruh orang lain untuk melayaninya waktu membeli baju di mall miliknya. Bahkan citra semakin hari semakin cantik bagi tuan Aslan. Umur terpaut lumayan jauh sembilan tahun antara Aslan dan citra.
Hari ini hari terakhir rapat dari Mega proyek pembangunan jalur exspedisi di luar pulau. Rasanya Aslan ingin segera pulang menemui kakek dan citra. Sudah dua Minggu dia tidak bertemu pujaan hatinya citra priskila. Sekarang tuan Aslan tidak memanggil kekasihku dengan gadis kepiting hantu. Tetapi dengan sebutan honey...
Kata manis keluar dari mulut laki laki tampan seperti tuan Aslan sangat mengagumkan bagi citra. Tapi sayangnya citra masih belum benar benar mencintai tuan Aslan, karena apa dia takut dipermainkan oleh tuan Aslan.
"Aku sudah pulang honeyku dari Palembang. Apa masih kerja"
Itulah pesan yang dikirim tuan Aslan kepada kekasihnya.
"Iya,,, saya tunggu jam empat sore selesai kerja ya cinta"
__ADS_1
Cinta adalah panggilan tuan Aslan yang diberikan citra. Senyum mengembang di mulat tuan Aslan, membaca balasan dari citra. Nanti aku ajak makan malam yang romantis batin tuan Aslan. Pikiran tuan Aslan sudah memikirkan gaun yang akan cocok dikenakan citra dan menu apa. Lagi lagi senyum tuan Aslan merekah.
Akhirnya tuan Aslan telah naik pesawat jet pribadi untuk menuju pulang. hanya butuh beberapa jam untuk sampai diatas mall citra bekerja. Sudah pukul tiga sore, berarti satu jam lagi citra selesai bekerja.
Tuan Aslan turun dari pesawat jet pribadinya, dan menuruni anak tangga menuju lantai tiga. Tapi hari ini tuan Aslan tidak langsung nylonong masuk ke toko, melainkan menunggu di depan toko dengan kharisma dan ketampananya.
Akhirnya jam empat sore tampak pergantian shift telah berlalu. Aku mungkin tidak berharap tuan Aslan datang memenuhi janjinya sendiri. Aku keluar dari ruang karyawan dan ingin langsung pulang.
Aku menghampiri tuan Aslan dan memegang lengan tuan Aslan. Seraya memanggilnya dengan mesra.
"Cinta... kapan pulang Kon langsung kesini sih. Seharusnya cinta menemui kakek dirumah dulu, kok malah kesini''. kataku menasehati.
"Maunya nemui kakek sama kamu honeyku" jawab tuan Aslan.
__ADS_1
"Iya iya tapi cinta salah kalau datang padaku dulu... Kakek wajib diberi hormat lebih dulu ketimbang aku" jawabku dengan tegas.
"Maaf deh,,, nanti kita ke rumah sama sama ya honey" ajak tuan Aslan.
Aku dan tuan Aslan bergandengan tangan menuruni anak tangga menuju basemant mobil. Tumben nih orang bawa mobil sendiri. Mang Asep mana, aku akui meski orang kaya dan mapan tuan Aslan bukan Casanova yang suka bermain cewek. Mungkin dia benar benar tahu bahwa main perempuan resikonya besar bagi dirinya.
Tuan Aslan mengajakku ke sebuah salon ternama,,, katanya dulu salon ini langganan ibunya. Aku disuruh mandi terlebih dahulu dan dirias secantik mungkin, dipakaikan gaun yang sangat cantik. Bahkan sepatu branded yang aku pakai bisa baru aku beli dengan gajimu selama satu tahun.
Setelah selesai, aku diperlihatkan pada tuan Aslan dan tuan Aslan memandangku dengan takjub sampai dia melonggo.
"Honey... bolehkan aku menghalalkanmu saat ini juga... Gairah keperkasaanku menginginkanmu" kata tuan Aslan.
Kata kata itu bagiku hanya pemanis bibir bagiku. Karena aku takut hanya dipermainkan oleh tuan Aslan. Kami meninggalkan salon dan menemui kakek Raditya terlebih dahulu. Setelah itu kami makan malam yang teramat romantis sampai jam sembilan malam. Dan aku merasa melayang diawang awang karena diijinkan untuk merasakan keindahan malam ini.
__ADS_1