Wanitaku Pejuang Hebat

Wanitaku Pejuang Hebat
Pertemuan antara ketiganya


__ADS_3

Pagi itu Citra dan tuan Aslan menaiki mobil menuju rumah Lika. Tampak wajah Citra yang harap harap cemas, sampai disana Citra menggenggam erat tangan tuan Aslan dan.masuk ke rumah Lika.


Ya rumah yang pernah menjadi impian Citra, keluarga yang pernah diidamkan oleh Citra. Tapi sekarang tujuan Citra bukanlah itu, tetapi Citra sedikit was was dengan kondisi Lika yang hampir kehilangan nyawa beberapa kali.


Kali ini Citra dan tuan Aslan menuju kamar Lika, tampak Lika duduk di meja rias dan merias dirinya secantik mungkin.


"Citra ku datang"


Lika langsung berdiri dan memeluk Citra seperti waktu dulu ketika dia di masa masa SMP dan SMA. Tuan Aslan dan Citra saling berpandangan keheranan.


Citra pun mengobrol asyik dengan Lika. Sedangkan tuan Aslan kembali ke ruang tamu dan menemui bapak Hendri dan ibu Wati.


"Om... Tante tampaknya Lika baik baik saja'' tanya tuan Aslan tegas.


Bapak Hendri juga angkat bicara perihal kondisi Lika.


"Iya, seperti yang kamu lihat"


"Dia baik baik saja"


"Karena dokter mengatakan jiwanya terlalu sakit"

__ADS_1


"Dan akhirnya otaknya menyuruh Lika agar melupakan semua kejadian tempo hari"


"Jadi dia tidak ingat apapun tentang kamu maupun Citra"


"Bahkan obsesinya terhadapmu telah sirna" bapak Hendri menjelaskan semua kondisi Lika.


Tuan Aslan Mengerti maksud bapak Hendri, beberapa menit kemudian Lika dan Citra keluar kamar sambil tertawa renyah. Tuan Aslan merasa lega dengan kondisi keduanya meski agak aneh bagi tuan Aslan.


Citra dan Lika kedua sahabat yang tak pernah terpisahkan. Akhirnya mengalah salah satu itu lebih baik, dan tidak saling menyakiti.


Siang hari tuan Aslan dan Citra berpamitan akan pulang, Citra pun tidak menghalangi mereka berdua. Bahkan Citra melihat tangan tuan Aslan merangkul pinggang Citra dia tidak menunjukkan ekspresi marah sama sekali.


"Citra, kamu harus antar aku nanti kalau aku mau pergi menempuh ilmu ke luar negeri ya"


"Aku tidak akan pulang sebelum bergelar master"


"Jadi akan lama"


"Dan aku minta kamu yang mengantarkan aku"


Pinta Lika dengan riangnya.

__ADS_1


Citra sangat senang karena keceriaan Lika benar benar kembali


"Iya... Pasti aku akan mengantarmu lepas landas kawanku"


Jawab Citra dengan penuh senyuman.


Tuan Aslan dan Citra akhirnya pulang ke rumah. Kakek Raditya menunggu kedatangan mereka, Citra serasa hidup yang dijalaninya saat ini seperti mimpi. Memiliki suami yang sangat indah paripurna dan sempurna dalam segala hal. Kini Citra menyadari bahwa akan ada pelangi sehabis hujan, begitupun dengan hidupnya akan ada kebahagiaan setelah kesukaran.


Kakek Raditya, tuan Aslan dan Citra makan malam bersama. Mereka bersenda gurau dengan lepas tanpa beban. Tapi kalau tuan Aslan pasti beban pekerjaannya menumpuk dalam benaknya, maklum pebisnis yang sangat super super sibuk.


Tuan Aslan harus berhasil dalam perebutan sebuah proyek maupun tender. Karena dengan cara begitu tuan Aslan bisa membantu mereka yang tidak punya pekerjaan menjadi punya pekerjaan.


Citra dan tuan Aslan sudah berbaring di tempat tidur dan akan terlelap, Citra tiba tiba ingin melakukan sesuatu yaitu menemui keluarganya dan orang orang yang berjasa dalam hidupnya termasuk Bu Asna dan Bu Rita. Tuan Aslan pun berjanji akan membawa Citra menemui keluarganya.


Akhirnya mereka berdua pun terlelap dan tertidur, Citra berdoa dalam hatinya sebelum memejamkan mata untuk menyambut mimpi yang indah.


"Semoga besok akan lebih indah dan bermakna untuk hidupku''


"Sehat selalu cintaku dan kakek Raditya"


Citra pun mencium kening tuan Aslan dan menyusul nya ke alam mimpi yang indah.

__ADS_1


__ADS_2