
Pagi itu Citra hendak menyiapkan segala keperluan untuk membuat mie seblaknya. Tapi rasa mual dan pusing telah dirasakan oleh Citra, dia.langsung berlari ke kamar mandi.
HOekkk...
HOekkkk...
HOekkk...
Citra terus muntah, setelah selesai muntah Citra duduk dan bersandar dilantai. Citra mulai menangis apa yang harus dia lakukan perutnya semakin membesar dan Minggu ini sudah Minggu ke dua belas. Citra mengelus perutnya, karena tidak ada yang bisa diandalkan dalam hidupnya lagi.
Bahkan ketika tinggal di Semarang Citra hanya bersosialisasi dengan para ibu ibu dan anak anak kecil yang ada di gang komplek. Kalau masalah dicibir setiap hari Citra mendengar dari tetangga. Meski begitu Citra menerimanya dengan tabah, karena ini memang salah Citra hamil diluar nikah.
Citra sadar bahwa tuan Aslan ingin menikahinya, tapi Lika lebih membutuhkan tuan Aslan. Bayi dalam perut Citra juga sangat butuh papanya, tapi Citra berusaha menerima. Sekarang tuan Aslan milik Lika.
Setelah Citra mempersiapkan bahan bahan untuk mie seblaknya dia mulai berkutat dengan bahan makanan tersebut. Akhirnya selesai dikemas, hari ini Citra membuat lima puluh tujuh porsi mie seblak untuk toko online. Nanti jam sepuluh pagi ada yang menggambil pesanan ini ke rumah kontrakannya.
Tidak berapa lama kurir telah menggambil mie seblak milik Citra. Setelah berberes rumah citra akan pergi ke pasar untuk membeli bahan mie seblak untuk besok lagi. Karena hari Sabtu dan Minggu pesanan mie seblak selalu banyak.
__ADS_1
Belum keluar kamar mandi Citra merasakan ada cairan yang mengalir di sela sela ************ kakinya. Citra melihat ke bawah dan sangat terkejut ketika dia melihat darah. Citra mulai menenangkan diri agar dirinya tidak pingsan. Citra mulai memegang perutnya, takut kan terjadi apa apa dengan bayi yang ada diperutnya.
"Tidak,,, anakku tidak boleh mati"
"Dia satu satunya penyemangat hidupku"
"Aku sudah mengalah dalam segala hal ya Allah"
"Tolong untuk yang satu ini jangan Engkau ambil pula Ya Allah" Citra berdoa dan mencoba keluar kamar mandi.
Citra segera ganti baju, dia segera pergi ke klinik terdekat. Hatinya sangat gugup ketika bidan memeriksa kandungannya lewat USG.
"Tadi ibu bisa pendarahan karena ibu terlalu capek"
"Jangan terlalu capek ya Bu"
"Usia kehamilan sebelum umur lima bulan memang rentan keguguran"
__ADS_1
"Jadi jaga dengan baik kondisi ibu ya"
"Demi anak yang ada dalam kandungan ibu"
Jelas bidan tersebut.
Citra menangis mendengar penuturan bidan itu, karena citra sangat takut kehilangan anak dalam perutnya. Setelah pemeriksaan selesai Citra diberi beberapa multivitamin untuk dirinya dan bayinya. Serta obat penguat kandungan.
Citra pun pulang ke kontrakan, dia berfikir mungkin terlalu capek setiap hari berjalan ke pasar. Citra berfikir ingin membeli sepeda motor bekas asalkan bisa dipakainya untuk belanja ke pasar. Siang itu Citra iseng melihat lihat sepeda motor yang ada di showroom. Citra tertarik dengan sepeda motor matic yang harganya lumayan terjangkau.
Setelah bernegosiasi Citra pun membeli sepeda motor itu. Dan membawanya pulang ke kontrakan rumah, Citra berharap dengan adanya sepeda motor ini bebannya untuk membeli bahan mie seblaknya bisa menjadi ringan.
Kini Citra berbaring di atas kasur yang tidak ada ranjang nya sambil mengelus elus perutnya. Citra merasakan sudah ada pergerakan dalam perut nya.
"Sayang baik baik ya di perut mama"
"Mama janji kalau kamu sudah lahir akan kubawa kamu bertemu papamu meski melihatnya dari kejauhan"
__ADS_1
Citra berbicara sendiri pada dirinya sendiri.