Wanitaku Pejuang Hebat

Wanitaku Pejuang Hebat
Tuan Aslan bertingkah aneh


__ADS_3

Di Kantor tuan Aslan sedang sangat sibuk bekerja. Semua dari asisten Samapi bagian divisi sibuk menyiapkan pembangunan proyek cabang toserba di kota Semarang.


Dan itu adalah Mega proyek yang ditangani perusahaan tuan Aslan, semua begitu sibuk dengan pekerjaan masing masing. Waktu memerhatikan laptop, tiba tiba perasaan tuan Aslan sangat tidak enak. Rasanya mual dan pusing menyerang begitu saja.


Dia beranjak ke toilet tapi tidak ada yang dimuntahkannya.


Asisten pribadi tuan Aslan mas Arif hanya bisa menemani dan memperhatikannya atasanya itu.


"Tuan Aslan apa perlu ke dokter" tanya mas Arif.


"Gak perlu palingan masuk angin" sahut tuan Aslan.


"Arif,, kenapa aku ingin sekali makan rujak manisnya Abang Abang yang bawa gerobak ya'' pinta tuan Aslan.


"Hah... Abang tukang rujak manis yang bawa gerobak" mas Arif heran dengan sikap tuan Aslan.

__ADS_1


"Iya, segera Carikan Abang tukang rujak manis bawa sekalian gerobaknya ke kantor. Cepat gak pakek lama" perintah tuan Aslan.


" Iya iya tuan, saya berangkat" mas Arif langsung pergi.


Semua mata tertuju pada gerobak yang menuju kantor super elit milik tuan Aslan. Karena gedung kantor itu berlantai dua belas. Dan kantor tuan Aslan tentunya ada di lantai dua belas.


Mas Arif segera mengajak Abang tukang rujak manis itu naik lift sekaligus gerobaknya. Dan semua terkejut dan terheran heran dengan tingkah laku mas Arif. Bagi mas Arif bodo amat yang penting perintah bos dilaksanakan.


Keluar dari lift ada salah satu karyawan yang sedang hamil mungkin tujuh bulan. Melihat Abang tukang rujak manis karyawan hamil itu langsung meminta satu porsi rujak manisnya.


"Kalau boleh tanya pak Arif siapa yang pingin makan rujak manis sampai gerobaknya harus dibawa ke dalam kantor segala" tanya karyawan hamil itu.


"Udah jangan banyak tanya ambil rujak kamu" kata mas Arif ketus.


Mas Arif langsung membawa gerobak rujak manis itu ke kantor tuan Aslan, semua divisi hanya melongo melihat gerobak melintas ditengah kantor yang super sibuk itu. Si abangnya mengekor di belakang mas Arif.

__ADS_1


Setelah rujak manis ada didepan mata tuan Aslan langsung berhenti dari aktifitas kerjanya dan melihat rujak manis dengan penuh gairah. Mas Arif yang melihat situasi itu bingung dan mengernyitkan dahinya.


"Ayo semuanya, kita makan rujak manis semuanya. Aku yang traktir" tuan Aslan berteriak kegirangan


Semua karyawan bergantian menggambil jatah rujak manis dari gerobak.


Ada salah satu karyawan hamil yang antri juga, dia yang ditemui mas Arif tadi waktu mendorong gerobak ke lift.


"Tuan Aslan kenapa aneh sekali,,, kok ingin makan rujak manis kayak saya aja. Ngidam hamil kali ya..." kata karyawan hamil itu.


Tuan Aslan mendengar kata kata karyawan hamil itu, dia mencoba mencerna perkataan dari karyawan tersebut. Sambil makan tuan Aslan mengingat sosok Citra, apa jangan jangan gadis kepiting hantuku...


Pikiran tuan Aslan semakin bingung dengan tingkah dirinya, kenapa tiba tiba seperti ini. Sekarang sudah empat Minggu tuan Aslan tidak bertemu Citra. Tapi tuan Aslan tidak mau menyerah dengan keadaan apapun yang terjadi. Pokoknya dia harus menemukan Citra bagaimanapun caranya.


Gerobak rujak manis laris manis. Abangnya menerima uang sesuai porsi yang dijual di kantor tuan Aslan. Akhirnya gerobak dibawa keluar dan semua karyawan mulai bergosip tentang tuan Aslan yang lagi ngidam gak ketulungan.

__ADS_1


Disisi lain Citra sudah tidak kepikiran lagi dengan rujak manisnya, toh besok juga ada lagi Abang yang jual rujak manisnya.


__ADS_2