
Pagi itu tuan Aslan sudah bersiap akan pergi ke kantor setelah sarapan bersama kakek Raditya. Citra kini sudah mulai merasakan emak memakan segala jenis makanan. Jadi dia tidak perlu kuatir dengan kondisi bayi nya, karena semakin hari nafsu makan Citra sangat tidak terkontrol dan itu membuat tubuh Citra terlihat montok.
"Mas, nanti kalau pulang kerja beliin aku rujak manis ya" pinta Citra pada tuan Aslan.
Spontan tuan Aslan langsung senyum senyum sendiri mengingat kejadian beberapa bulan yang lalu sebelum tuan Aslan menemukan Citra dan mengalami ngidam berat. Dan menyuruh asisten nya mas Arif membawa rujak manis beserta gerobaknya.
"Apa yang lucu mas" tanya Citra keheranan.
"Gak ada sayang..."
"Kamu kenapa panggil aku mas sih"
"Panggil aku cinta kayak dulu gih"
Pinta tuan Aslan pada Citra.
Citra hanya tersenyum, lalu meraih tangan kanan tuan Aslan dan mencium nya dengan lembut.
__ADS_1
"Dah sana kerja, hari ini aku mau bersantai di taman sama kakek Raditya" jelas Citra.
Tuan Aslan hanya mengiyakan permintaan Citra, dan berangkat bekerja. Selang beberapa waktu telpon Citra berdering, dan ada nomer baru yang tertera. Citra penasaran dan menerima panggilan telpon tersebut. Dan Citra tidak mengetahui bahwa yang menelpon adalah Lika, yang memiliki maksud terselubung menghubungi Citra. Tapi Lila pada saat ini tidak tahu kalau Citra tengah hamil hampir lima bulan.
"Halo... Ada yang bisa saya bantu" tanya Lika.
"Ada,,, aku kangen kamu Citra"
"Bisa kita makan siang bareng" suara Lika diseberang sana.
"Itu, em..." kata Citra bingung.
"Sekalian aku minta maaf atas kejadian waktu itu"
"Aku khilaf cit" jelas Lika.
"Iya... Nanti kita bisa ketemu jam satu siang ya" jawab Citra.
__ADS_1
"Ok... Nanti aku kirim lokasinya lewat pesan ya..." jelas Lika lagi.
"Ya" jawab Citra.
Telpon telah ditutup oleh Lika, Citra sangat kuatir dengan pertemuannya nanti. Apa yang akan dikatakan Lika nanti kalau dia tahu aku hamil anak tuan Aslan. Citra memutar otak, dan memiliki ide, akhirnya dia membuka lemari dan memilih dress yang memiliki model untuk menutupi perut buncit nya.
Dia memilih dress vintage dengan kerutan di bagian bawah dada dan lengan, dan panjang dress itu melebihi lutut.
Citra pun bergegas mandi dan bersiap siap menemui kakek Raditya. Citra pun menjaga dan menemani kakek Raditya sepanjang hari. Bahkan Citra sesekali melihat ikan ikan yang ada di kolam dan air liur nya mulai mengucur dalam mulut nya.
Kakek Raditya berdehem agar Citra mengalihkan pandanganya pada ikan ikan kesayangan kakek Raditya.
Jam sebelas siang kakek Raditya kembali ke kamar untuk beristirahat. Dan Citra tidak memberi tahu siapapun perihal dia akan pergi makan siang bersama Lika bahkan suaminya tuan Aslan.
Tapi di sisi lain tuan Aslan telah menyadap handphone Citra. Apapun yang dilakukan Citra dalam rumah tuan Aslan tetap bisa mengetahuinya. Karena tanpa sepengetahuan Citra tuan Aslan telah memasang kamera tersembunyi di setiap sudut rumahnya.
Tuan Aslan sangat protektif pada Citra, dan dia tidak ingin kehilangan separuh jiwa nya lagi. Apalagi ada buah hati dalam perut Citra itu membuat tuan Aslan semakin was was untuk memantau setiap gerak gerik Citra.
__ADS_1
Dan tuan Aslan juga mengetahui siang ini kemana Citra akan pergi bersama Lika.
Dan tuan Aslan berencana akan mengikuti kemana pun mereka pergi, tentunya dengan penyamaran. Dan tuan Aslan juga bersiap siap waktu mengetahui Citra akan bergegas pergi menemui Lika.