Wanitaku Pejuang Hebat

Wanitaku Pejuang Hebat
Mie seblak yang menggoyang lidah


__ADS_3

Citra sudah tiga Minggu menata kembali kehidupannya, apalagi ada calon bayi yang ada dalam perutnya. Sudah berumur delapan Minggu, tapi Citra begitu menikmati rasa mual dan pusing yang dialaminya. Kini Citra akan mulai bisnis baru di kota Semarang ini.


Pagi ini Citra bergegas akan pergi ke kantor outlet makanan online untuk mengajukan proposal mie seblak miliknya. Percobaan untuk soal rasa mungkin tidak akan ada seperti Citra. Citra akan memasak beberapa porsi mie seblak dan dibagi bagikan ke tetangga,terus mereka harus mengomentari rasa dan kualitas bahan. Karena Citra pernah mendengar sekali perkataan dari tuan Aslan bahwa kualitas lebih penting dari pada kuantitas.


Citra berjalan kaki menuju kantor makanan online dan membawa beberapa kotak mie seblak. Sampai disana Citra dipersilahkan masuk ke ruang bagian marketing, Citra menyodorkan mie seblak tersebut. Semua staf karyawan penguji kelayakan makanan tersebut mencicipi makanan buatan Citra.


Mereka mulai rapat untuk makanan yang dibuat oleh Citra. Dan memperkenalkan masing masing, bagian marketing namanya ibu sari. Pimpinan penguji kelayakan makanan bapak Basuki, dan asisten dari bapak Basuki namanya pak Arif dan pak Fauzan.


Mereka mulai mencicipi mie seblak milik Citra dan satu persatu dari mereka mulai mengomentari masakan Citra. Ada yang bilang telur orak oriknya terlalu lembek, sayurnya jangan terlalu layu. Dari komentar yang seperti itu Citra bisa memperbaiki rasa dan tekstur masakanya.


"Besok kamu kembali lagi dengan bawa bahan bahan pembuatan mie seblak ini, dan kami berharap saudara mendemonstrasikannya didepan staf penguji kelayakan produk makanan kami" salah satu dari mereka menuturkan.

__ADS_1


"Baik, tuan pasti akan berusaha semaksimal mungkin" jawab citra.


"Baik kamu tunggu besok kedatangan mu jam sepuluh pagi" jelas pihak toko makanan online.


Akhirnya hati Citra mulai lega karena makanan buatan nya hampir di setujui oleh pihak kantor makanan online.


Ke pasar tradisional adalah tujuan Citra, karena bahan baku lebih murah dan terjangkau. Setelah memperoleh semua bahan untuk mie seblaknya Citra bergegas pulang dan mempersiapkan semuanya untuk besok.


Untungnya tadi dari pasar untuk membeli semua bahan mie seblak. Setelah makan siang Citra mulai memasak dan memperbaiki tekstur telur dan sayurnya. Dua puluh porsi telah diselesaikan Citra dalam waktu dua jam. Karena mie seblaknya itu harus sampai pukul empat sore, Citra belum memperluas pemasaran ya karena kendala tidak ada sepeda motor. Jadi pengirimnya harus setengah jam lebih awal


Citra berjalan keluar dari kontrakan rumahnya, dan menuju alamat yang dituju. Itu berada satu kilometer dari kontrakan rumah ya, Citra berjalan kaki dengan santai.

__ADS_1


Sampai di alamat yang pesan mie seblak tersebut Citra sangat lega karena pesanannya sampai di jam yang tepat. Diperjalanan pulang Citra kembali lagi untuk membeli bahan mie seblak lagi dari uang yang dia dapat hari ini.


"Terima kasih Ya Allah,,, hari ini aku dan anakku diberi rezeki"


"Semoga untuk kedepannya semakin lancar"


Kata Citra pada dirinya sendiri.


Mie seblak adalah makanan yang dibuatkan Citra untuk tuan Aslan. Mulai sekarang Citra harus melupakan tuan Aslan, mungkin hati tuan Aslan akan sangat kecewa dan terluka jika tau Citra menghilang secara tiba tiba.


Karena dari kecil Citra sudah dilatih keluarganya untuk tidak menyerah pada keadaan. Bagaimanapun itu caranya dia harus bekerja keras demi anaknya kelak.

__ADS_1


Citra menghela nafas dalam, dan berjalan pulang menuju rumah kontrakannya.


__ADS_2