
Embun pagi sangat segar kuhirup hari ini. Sebenarnya kalau manusia mau bersyukur diberi kesehatan itu adalah hal yang luar biasa. Sudah tujuh bulan aku tidak pernah mengambil cuti. Dan hari ini aku sengaja mengambil cuti walau hanya sekedar jalan jalan.
Setelah mandi aku bersiap. kupilih celana jeans yang agak longgar dan baju body panjang lengan pendek warna biru muda. Sepatu cat casual aku kenakan. Tidak usah berias seperti waktu kerja cukup pakai krim biasa aja dan lipstik yang warnanya elegan. rambut ku sanggul kyak pramugari biar gak kusut dan kotor.
Tujuanku hari ini adalah taman wonderia yang ada taman bunganya. Mungkin satu jam perjalanan. Bekal makanan, air minum, pakaian ganti dan cemilan tak lupa kubawa dalam tas ranselku. Perjalananku naik ojek online, tentu ini adalah rekreasi pertamaku. Semenjak aku lulus TK, SD, SMP maupun SMA gak pernah yang namanya rekreasi.
"Mbak sudah sampai" kata mas ojek onlinenya.
" Iya makasih ya mas, berapa mas?" tanyaku.
"lima puluh ribu mbak" jawab mas ojek onlinenya.
"Ini" jawabku sambil menyodorkan uang lima puluh ribuan.
Tiket masuk sudah dibeli, aku mencoba semua wahana yang ada. Mulai dari komedi putar sampai naik perahu bebek. Perut terasa mulai lapar, kupilih duduk dibawah pohon buah kelengkeng. Sambil istirahat aku mengeluarkan makanan yang ada dalam tas ranselku.
Memang tidak istimewa, lauknya cuman ayam rica rica sambal kemangi dan mentimun. Itu sudah istimewa bagiku.
sekotak nasi belum habis kusantap tiba tiba ada suara yang mengejutkanku dari belakang dan aku sangat familiar dengan suara itu.
__ADS_1
"Kenapa pergi tamasya gak ajak ajak aku. Dasar gadis kepiting hantu. Aku kan juga pingin makan itu". Kata tuan Aslan mengejutkanku.
"Ngapain tuan Aslan disini, terserah aku mau pergi kemana aja bukan urusan tuan Aslan lagi" jawabku ketus.
"Ya itu jadi urusanku karena kamu..." tuan Aslan berhenti berkata dan jongkok didepanku sambil mempersembahkan bucket bunga mawar berwarna merah.
"Apa apaan ini tuan Aslan, jangan bercanda deh..." kataku pada tuan Aslan.
"Apa aku kelihatan bercanda bagimu, maukah kamu jadi pacarku" pinta tuan Aslan.
"Emmmmm... aku" belum selesai aku merangkai kata kata.
"Terima.... terima.... terima...." suara
Pengunjung bersorak kompak.
Aku jawab apa ya, kalau aku tolak pasti tuan Aslan sangat malu. Dan aku tahu betul sifat dan karakter orang yang punya status dan kekayaan adalah anyi ditolak.
"Iya saya terima" kataku dengan lantang daneraih buket bunga yang dari tadi disodorkan didepanku.
__ADS_1
Tuan Aslan berdiri dan segera memelukku, seraya berbisik padaku.
" Terima kasih sudah mberi warna dalam hidupku, aku janji akan bertanggung jawab dan setia kepadamu serta membahagiakanmu" kata tuan Aslan.
Aku hanya terdiam. Kalau wanita ditembak kayak gini jujur ada bunga yang semerbak dalam hati termasuk hatiku saat ini.Dan ini sangat berkesan entah kenapa aku merasa baru pertama kali ini merasakan rasa kasih sayang dari seseorang tanpa bersyarat.
Setelah kami menikmati bekal makan, kami menyadari hari mulai sore. Waktu untuk pulang bagi kami. Saya lihat wajah tuan Aslan tiba tiba senyum dan menatapku. Bahkan aku berpikir tuan Aslan yang aneh.
"Mulai sekarang kamu tidak boleh memanggilku tuan Aslan" katanya tegas memperingatkan ku.
"Iya tuan Aslan" kataku spontan.
"Tu kan tuan Aslan lagi, sekarang coba panggil aku sayang...." pinta tuan Aslan.
"Eh.... iya sayang.." kataku canggung.
Emang kalau dilihat aku dengan tuan Aslan sangat berbeda jauh mulai dari status dan kekayaan apalagi jabatan wah aku minder sekali. Tapi satu yang bikin kita sama yaitu, sama sama manusia dan makan nasi.
Semoga cinta tuan Aslan bukan untuk main main semata... karena aku tau dalam realita kehidupan aku bukan siapa siapa.
__ADS_1