Wanitaku Pejuang Hebat

Wanitaku Pejuang Hebat
Perjanjian kelingking


__ADS_3

Tuan Asan menyempatkan diri merawat Citra disela sela kesibukannya, Kini tuan Aslan lebih bersemangat untuk bekerja. Kharismatik tuan Aslan telah kembali, memang sangat pantas jika tuan Aslan disebut raja bisnis dalam dunia ini. Citra sudah mulai membaik, dan sore nanti sudah diperbolehkan untuk pulang.


Diluar dugaan Citra tuan Aslan telah mempersiapkan pernikahan mereka berdua. Mulai dari persyaratan sipil sampai kewalian dari Citra. Iya tuan Aslan telah mendatangkan bapak Lukman sebagai wali sah dari Citra. Bahkan ibu Zulaikha pun juga akan ada di pernikahan mereka.


Hanya butuh dua hari untuk tuan Aslan mengurusi pengurusan seperti itu, dengan koneksi bisnis yang luar biasa hal seperti itu bisa diselesaikan dengan sangat singkat.


Di rumah sakit tuan Aslan mengemasi barang barang milik Citra, ada rasa keanehan ada diri tuan Aslan. Citra melihatnya sedari tadi senyum senyum sendiri bahkan sambil bersiul Dangan kegirangan.


Dan itu membuat Citra bertanya tanya dalam hati. Akhirnya Citra tidak tahan dengan rasa penasarannya,


"Mas aku liatin dari tadi kok cengengesan sendiri sih"


" Ada yang lucu ya dari aku" tanya Citra sebal.


"Nggak sayang cuman lagi bahagia saja"


"Nanti aku mau syukuran untuk keselamatan anak kita"


"Kamu gak boleh nolak dan harus nurut apa kata aku ya" pinta tuan Aslan.


Wajah tuan Aslan benar benar berbinar, pesonanya sebagai lelaki begitu rupawan. Pasti setiap kaum hawa ingin memiliki jika melihat tuan Aslan yang bertingkah seperti ini.

__ADS_1


"Mas, sudah pernah telpon Lika belum" tanya Citra.


"Ngapain telpon dia, toh disana dia juga banyak temen nya" jawab tuan Aslan.


Lalu telpon tuan Aslan berdering ada panggilan masuk.


"Mas siapa?" tanya Citra penasaran


"Emm... Jawab gak ya" kata tuan Aslan cuek.


"Siapa" kata Citra.


"Lika" jawab tuan Aslan.


"Dari pada nanti dia nekat nyusul mas kesini"


Jelas Citra.


Apa yang dikatan Citra benar juga, akhirnya tuan Aslan mengangkat panggilan telephone dari lika. Tampak suara Lika yang sangat bahagia, dan itu membuat muka Citra menjadi masam lagi.


Tuan Aslan menutup telephone dari lika dan menghampiri Citra. Dia menyodorkan jari kelingking di depan muka Citra.

__ADS_1


"Aku janji deh bakalan nerima Lika di kemudian hari"


"Dan aku janji kita akan saling berbagi kebahagiaan apalagi untuk anak kita"


"Dan nanti, pas waktu syukuran kamu harus nurut semua yang aku mau"


jelas tuan Aslan.


Citra pun tidak begitu gampang dengan rayuan tuan Aslan, Citra Pun juga mengajukan permintaan pada tuan Aslan.


"Nanti setelah dari sini jangan abaikan Lika lagi ya mas"


"Aku merasa bersalah jika kamu bersamaku seperti saat ini"


"Janji ya mas... Mau nerima Lika di kemudian hari" pinta Citra kembali.


Jari kelingking mereka saling bertautan, mereka saling tersenyum satu sama lain.


Di rumah kontrakan, semua orang yang dimintai tolong untuk mempersiapkan pernikahan Citra dan tuan Asan telah rampung tinggal menunggu bapak penghulu dan kedua mempelai.


Semua orang juga heran dengan bapak Lukman, kenapa kesana kemari ada polisi berseragam yang mengikuti. Karena Citra sudah mengetahui bahwa bapak Lukman telah divonis penjara selam sepuluh tahun.

__ADS_1


Ibu Zulaikha menunggu kedatangan Citra dengan wajah penuh kecemasan. Mungkin ibu Zulaikha takut tidak akan diterima lagi sebagai ibu oleh Citra. Karena ibu Zulaikha dan bapak Lukman telah sadar bahwa Citra bukan anak pembawa sial seperti yang dikatakan dukun peramal tempo hari.


Citra pun keluar dari rumah sakit, dan diajak pulang tuan Aslan. Tapi sebelum pulang Citra tahu itu bukan arah ke rumah kontrakannya.


__ADS_2