
Citra terburu buru pulang dari acara weekend bersama Nita rekan kerjanya. Sampai didepan gang tempat kosan nya betapa sangat terkejutnya saat tuan Aslan tiba tiba muncul dibelakang tiang listrik.
"Astaga..." citra terkejut sambil memegang dadanya.
"Apa kamu sebegitu takutnya padaku gadis kepiting hantuku" tuan Aslan berjalan mendekat dan sekarang tepat ada di depanku.
"Aku tidak menghindar tuan Aslan, aku hanya... " kataku terputus karena tuan Aslan langsung mencium bibirku dengan rakusnya.
Di sisi jalan Lika baru turun dari mobil dan tangannya membawa kotak makanan terdiam melihat pemandangan diseberang jalan. Ya, laki laki yang sangat diimpikannya telah bercumbu dengan sahabatnya sendiri. Lika meneteskan' air mata menandakan hatinya telah sakit, dia merasa dikhianati oleh sahabatnya sendiri. Lika mengepalkan tangannya dia tidak sadar emosinya menyulut kebencian yang mendalam pada citra.
"Aku akan membuatmu hancur citra, karena kau sudah merebut kekasih hatiku. camkan itu" Lika berbicara pada dirinya sendiri. Dia langsung kembali masuk menaiki mobilnya dan melaju pergi.
Citra dan tuan Aslan menikmati itu, tanpa disadari mereka telah tergoda dengan buaian asmara.
Villa yang indah dipinggiran kota Bandung itu tujuan tuan Aslan membawa citra. Tuan Aslan tersenyum manis pada citra.
Karena Citra tahu, orang yang memiliki uang dan kekuasaan tidak menerima penolakan.
Villa dilereng puncak Bogor memang menawan hati. Villa milik keluarga tuan Aslan sangat indah, besar dan megah.
__ADS_1
Bahkan ada juga pekerja disana yang menyambut tuan Aslan dengan ramah.
"Citra cantik kita sudah sampai, alasan kenapa aku bawa kamu kesini aku akan memberitahumu segalanya tentang aku" tuan Aslan berbicara dengan senyum yang sangat menawan.
Malam itu tuan Aslan menyalakan lilin aroma terapi berbau lavender. Dia mulai menjelaskan siapa dirinya, pekerjaannya apa, siapa itu kakek Raditya. Bahkan tuan Aslan mengakui bahwa dia pemilik toserba dimana tempat Citra bekerja sampai detik ini.
Citra mulai memahami maksudnya mengajak kevilla ini. Tuan Aslan hanya butuh teman berbicara dan berbagi cerita. citra hanya cukup menjadi teman yang sabar untuk mendengar semuanya.
"Kenapa kamu tidak marah dengan apa yang aku sembunyikan saat ini" kata tuan Aslan.
"Tuan Aslan, kalau boleh jujur aku sudah mengetahui semuanya dari dulu" jawabku dengan tatapan sinis.
"Tuan Aslan ingat baju yang penuh debu semen waktu itu" kataku lagi.
"itu..."
"itu... karena aku tahu baju yang tuan Aslan kenakan adalah brand Perancis" kata citra sambil memiringkan tubuhnya ke belakang untuk menghindari terkaman tuan Aslan.
"Gadis yang baik..." tuan Aslan berkata sambil mengelus rambutku.
__ADS_1
Aku hanya tersenyum dan beranjak berdiri untuk menghindari tubuh tuan Aslan.
Baru saja aku melangkah dua langkah badan kekar dan atletis tuan Aslan sudah mendekapku dari belakang, dan membuatku tak bisa berkutik sama sekali.
Jantungku berdetak semakin kencang dan aku gugup sekali, itu tandanya perasaan citra tidak bisa berbohong kalau dirinya sudah jatuh cinta pada pemuda tampan yang memeluknya.
''Kamu tahu citra, aroma tubuhmu sama seperti aroma tubuh ibuku" tuan Aslan berkata dan mencium leherku terus menerus.
"Apa kamu rindu sama ibumu" sahut citra.
"Tidak, aku hanya ingin memberikan duniaku padamu" kata tuan Aslan membuat citra bergeming.
"Apa tuan Aslan tahu aku juga sangat mencintaimu" kita itu terlontar begitu saja dari mulut citra.
Tuan Aslan membalikkan badan citra dan tersenyum manis padanya. Kini hasrat tuan Aslan telah muncul, hormon libidonya telah tinggi. Tuan Aslan tidak bisa menolak hasratnya lagi...
"Citra maukah kau menikah denganku" tanya tuan Aslan.
Aku hanya diam tak menjawab. Karena tuan Aslan yang ada di depanku adalah dunia milik Lika sahabatku...
__ADS_1
Tuan Aslan kembali mencium bibirku dengan rakusnya, kini citra tidak bisa menolak hasrat dari tuan Aslan lagi. Citra membalas ciuman itu dengan gairahnya, tangan tuan Aslan mulai membuka baju citra dan begitupun sebaliknya citra juga membuka baju tuan Aslan.
Akhirnya citra dan tuan Aslan melakukanya. Memadu kasih diatas ranjang divilla itu. Tanpa disadari itu akan membuatnya hamil dan membuat dirinya rugi dimasa depan kelak. Karena sahabatnya Lika sangat menginginkan tuan Aslan dan citra tahu itu...