
Setelah keluar dari rumah sakit tuan Aslan membawa Citra menuju salon rias pengantin terbaik di kota Semarang. Citra mulai penasaran dan berfikir aneh dalam pikirannya.
"Kayak nya ini bukan jalan pulang''
"Kita mau ke mana ya mas"
Tanya Citra dengan rasa penasaran.
Tuan Aslan hanya tersenyum dan itu membuat Citra semakin gregetan, sampai didepan salon Citra malah tambah bingung.
Tuan Aslan langsung mengandeng tangan Citra dan dipersilahkan duduk oleh penata rias. Wajah Citra di make over sedemikian rupa, setelah selesai Citra keluar dari ruang rias. Dan tuan Aslan terpana melihat Citra memakai baju pengantin. Tubuh Citra dibalut baju kebaya putih, dengan memakai rok batik dandanan yang ayu nan mempesona.
"Cantik,,, sayang gak seksi" canda tuan Aslan.
Citra memanyunkan bibir nya, tanda citra tidak suka diledek oleh tuan Aslan.
Citra hanya bisa menurut dengan permintaan tuan Aslan, toh ini hanya syukuran untuk jabang bayi dalam perut nya. Terlintas di luar sana cuaca begitu cerah, seperti hati tuan Aslan saat ini. Kini mereka berdua masuk mobil dan bergegas pulang ke kontrakan Citra.
__ADS_1
Dalam hati tuan Aslan sangat bahagia, karena sebentar lagi dia akan mempersunting gadis pujaan hatinya. Tangan tuan Aslan menggenggam erat tangan Citra. Dan itu membuat Citra risih ingin dilepaskan dari genggamannya.
"Mas lepasin dong... "
"Aku bukan anak kecil lagi"
Kata Citra sambi mengebaskan tangan tuan Aslan.
"Aku heran deh sama kamu cit,,,"
Dalam mobil tuan Aslan dan Citra tidak henti hentinya bercanda. Sampai mereka lelah karena kebanyakan tertawa.
"Mas, apa perlu aku pakai pakaian kek gini"
"Ini kan hanya acara syukuran untuk anak dalam perutku"
"Gak usah sebegitu nya mas" celetuk Citra.
__ADS_1
Tuan Aslan hanya tersenyum, karena tuan Asan hanya memakai kemeja putih dan celana panjang hitam.
Di sepanjang perjalanan Citra benar benar tidak tahu dan tidak menyadari kalau dia akan diperistri oleh Aslan Hadi Mega Santosa.
Sedangkan di kontrakan kakek Raditya pun datang ke Semarang untuk melihat cucu nya melangsungkan ijab kobul. Kakek Raditya mendukung keputusan tuan Aslan menikahi Citra agar cucu nya tidak dianggap sebagai lelaki yang pengecut dan tidak bertanggung jawab.
kakek Raditya sudah menunggu kedatangan kedua mempelai pengantin. Kakek Raditya tidak menyangka masih diberi kesempatan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa untuk melihat cucu nya menikah bahkan sebentar lagi cicit nya pun juga akan hadir ke dunia ini.
Tak terasa mobil tuan Aslan telah sampai di gang kontrakan Citra, mereka berdua turun dari mobil. Dilihatnya kakek Raditya menghampiri Citra dengan kursi roda yang didorong oleh perawat. Diulurkan nya tangan kakek Raditya ke hadapan Citra. Citra pun menyambut tangan kakek Raditya, di tangan kanak Citra menggenggam tangan kakek Raditya. Dan di tangan kiri tangan Citra menggenggam tangan tuan Aslan.
Sampai di kontrakan mereka disambut dengan lantunan ayat suci Al Qur'an, dan itu membuat mata Citra berkaca kaca. Selang beberapa menit terlihat bapak Lukman dan ibu Zulaikha keluar dari rumah kontrakan Citra.
Citra mulai menyadari kalau ini adalah suasana prosesi ijab kobul pernikahan.
Citra pun menangis tak kuasa membendung air mata nya. Citra tak menyangka kalau orang tuanya akan hadir kembali dalam hidup nya. Bahkan memberikan restu pada Citra, dan itu membuat suasana menjadi haru bercampur bahagia.
Sedangkan Lika, menyuruh seseorang untuk membuntuti tuan Aslan dan melaporkan setiap aktifitas yang dilalui selama ini. Termasuk acara prosesi ijab kobul hari ini.
__ADS_1