
Aku sesegera mungkin menghabiskan makanan yang ada di piringku. Sebenarnya tak selera ingin memakannya, tetapi Lika kadung bilang bahwa aku selalu lahap makan untuk menghargai orang yang memberinya.
Selesai makan aku pamit pada Lika dan kembali fokus bekerja. Meski aku makan banyak badanku nggak bakalan gendut, karena aku kerjanya posisi sambil berdiri selama delapan jam dan istirahat hanya empat puluh menit.
Gak bisa santai tentu saja. Karena aku ngejar point maupun reward yang ditawarkan oleh bosku, yang tentu saja aku tahu siapa pemilik toserba ini tuan Aslan.
Pikiranku berkecamuk, bagaimana caranya agar tuan Aslan bisa benci aku. Dan aku berharap dia bisa bersatu dengan Lika gumanku dalam hati.
Jam kerjaku telah usai, tak kulihat tuan Aslan ada didepan toko. Aku langsung melenggangkan kaki untuk pulang, tentu saja Nita nyamperin aku dulu untuk pulang bareng.
"Citra, pulang bareng yuk... kan weekend" ajak Nita.
"Ok.." jawabku sambil tersenyum.
Karena aku akan belajar abai untuk tuan Aslan, demi seorang sahabatku Lika.
__ADS_1
Terlihat Aslan membereskan semua berkas berkas kantornya. Dia sangat merindukan citra gadis kepiting hantunya, senyuman terlihat mengembang dibibir pria tampan itu.
Setelah selesai dengan pekerjaannya tuan Aslan bergegas meninggalkan kantor. Karena ini adalah weekend yang spesial, bahkan tuan Aslan menyiapkan sesuatu yang luar biasa untuk citra.
Tepat pukul empat sore tuan Aslan.
"Apa aku telat menjemput citra ya?"
guman Aslan dalam hati.
Tuan Aslan akan berkata jujur untuk Lika, rupanya tuan Aslan benar benar jatuh cinta pada citra. Meski banyak uang tuan Aslan tidak seperti kebanyakan yang lainya. Tidak suka dunia malam, tidak suka berkencan dengan banyak wanita, idaman setiap para kaum hawa. Tak terkecuali sahabatku Lika.
Kali ini tuan Alan mengendarai mobil Ferrarinya. Sampai didepan mall semua mata tertuju padanya. Bahkan satpam membukakan pintu dan tersenyum ramah padanya. Tuan Aslan bukan tipe orang yang sombong dan angkuh, dia juga membalas senyum pak satpam itu.
Ketika dilantai tiga dia amat kecewa karena gadis pujaanya sudah pulang. Bahkan manager toko Sampai takut dan menghampiri tuan Aslan dan bertanya apa ada masalah dengan stand yang ia pegang saat ini.
__ADS_1
Tuan Aslan hanya mengangkat satu tangan memberi kode pada manager toko, bahwa semua baik baik saja. Matanya mengelilingi seantero ruangan toko tapi tak ditemukanya sosok citra.
Lantas karena takut ketahuan karyawan yang lain bahwa tuan Aslan mencari citra, dia hanya bertanya apa shift kerja hari ini sudah berganti. Tentu saja kan ini sudah jam empat lewat, jelas manager toko.
Tuan Aslan segera pamit untuk pergi dengan alasan meninjau proyek konstruksi bangunan yang hampir selesai. Karena itu cabang yang ke sebelas dari toserba milik keluarga tuan Aslan.
Kosan citra itu tempat tujuan pertama setelah keluar dari mall itu. Sampai di depan gang kecil, dia turun dari mobil mewahnya. Dan tidak sedikit mata yang menyelidiki penuh tanya.
Sampai didepan kosan ternyata juga nihil, kata Bu kosnya citra belum pulang.
"Tumben banget ya citra gak langsung pulang... Biasanya kalau habis kerja mending pulang langsung makan terus bersih diri dan terus langsung istirahat" guman tuan Aslan sendiri.
Akhirnya tuan Aslan memutuskan untuk mengirim pesan pada gadis pujaan hatinya, yang dia panggil gadis kepiting hantu itu.
"Citra cantik, boleh ketemu. Aku merindukanmu tingkat berat nih, jangan menghindar ya aku akan memberitahumu sesuatu yang belum kamu ketahui tentang aku. Segalanya aku akan memberitahumu tentang siapa aku" pesan tuan Aslan.
__ADS_1