Wanitaku Pejuang Hebat

Wanitaku Pejuang Hebat
Jam rolex


__ADS_3

Hari sudah semakin sore. waktu ganti shif kerja telah berlalu, aku sengaja mencari Nita untuk bertanya sesuatu. Dia sudah stand by di depan etalase jam tangan yang bermerk kelas atas termasuk rolex pemberian tuan Aslan.


Aku berjalan menuju ke tempat Nita meski masih pakai seragam kerja. Aslinya pingin banget pulang karna badan pegal pegal semua berdiri seharian. Kalau ditanya apa alasanku bayarin tuan Aslan dengan harga baju dua setengah juta karena aku tau ketika sedang dirundung musibah dan pada saat itu pertolongan Allah datang melalui seseorang.


Sampai di depan Nita langsung disapa aku sama dia.


"Tumben cit kamu kesini ada masalah ya" tanya Nita.


"Enggak cuman mau tanya doang soal jam tangan" tanyaku.


"Kamu mau beli, aduh mimpi deh citra kamu itu gaji kita enam bulan baru bisa buat beli. kalau mimpi jangan tinggi tinggi nanti jatuh sakit tau rasa kamu" gerutu Nita.


"Eh ini tadi kan ada pelanggan beli baju karena buru buru rapat, dompetnya ketinggalan dan aku yang bayarin" jelasku.


"Apa... aduh citra kamu gobloknya kok gak ketulungan ya dari dulu. Kalau jam tangannya palsu gimana?" cerocos Nita.


"Iya sih, gak apa lah niatnya nolong aku Nit" sanggahku.


"Kamu bayarin tu baju berapa?"tanya Nita.

__ADS_1


''Dua setengah juta" kataku.


"Whatss edan kamu citra. kita cari uang kaki serasa jeblos kamu sia sia in buat bayarin baju orang" protes Nita.


" Sudah sudah" kataku agar Nita berhenti ngomel ngomel.


Kalau dipikir secara logika memang iya. Tapi tak apalah aku ditolong orang lain yang bukan keluarga tidak hanya sekali. bahkan berkali kali, Bu Asna Bu Rita dan tentunya Lika juga.


Itu sebabnya aku tetap bantu orang selagi aku bisa. Toh sedekah nggak bakalan buat kita miskin.


Aku mengambil jam rolex di tasku dan ku serahkan kepada Nita untuk dilihat apa barang asli atau palsu.


Dia beranjak dari kursi dan melihat serta mengecek jam tersebut dengan sebuah alat tertentu, dam matanya melotot membulat karna dia tahu itu jam jenis apa.


Iya tidak salah lagi ini jam rolex tipe xxxx yang hanya diproduksi sepuluh item didunia yang harganya mencapai dua ratus lima puluh juta rupiah. Yang dulunya pameran hanya ada di kota Paris batin Nita terkejut.


"Cit... kamu jam ini dapat dari mana?" tanya Nita.


"Dari orang yang bajunya aku bayarin tuan Aslan namanya" jawabku.

__ADS_1


"Kamu mau niat jual atau gak nih jam tangan rolex" tanya Nita lagi.


"Ya gak ada niatan jual meski itu asli, pingin balikin aja ni jam tangan" jawabku.


" Yakin harganya mahal banget lho" jelas Nita.


"Emang kalau boleh tau berapa plng cuman sejuta dua juta" jawabku santai.


"Ini kalau dijual pakai surat kepemilikan bisa laku dengan harga dua ratus juta lebih. Apabila tidak pakai surat ya mentok seratus tujuh puluh juta lah...." papar Nita panjang lebar.


Aku melongo seketika dengan penjelasan Nita. Masak berarti tuan Aslan bukan orang sembarangan ini batinku. Buktinya jam tangan aja harganya selangit kalau aku cari uang segitu butuh berapa tahun hanya dengan gaji tiga setengah juta. Sekarang yang aku pegang hanya satu juta tujuh ratus lima puluh. Mimpi kebangetan bagiku kalau mau punya uang segitu banyak pikirku.


"Gimana mau jual gak" tanya Nita lagi.


"Eh gak deh niat balikin aja" jelasku.


bener nih...." tanya Nita


"Insyaallah iya nit. takut dikira langsung mau dengan pemberian orang" jelasku.

__ADS_1


Jam tangan itu kumasukkan lagi ke dalam tas dengan aku bungkus tisu beberapa lembar. Apa iya jam tangan ini semahal itu batinku lagi.


__ADS_2