Wanitaku Pejuang Hebat

Wanitaku Pejuang Hebat
Penolakan yang terselubung


__ADS_3

Tidak terasa sudah hampir setahun aku bekerja di mall ini. Bahkan point yang ku peroleh selalu melebihi target. Dan itu membuat Bu Angela sangat senang dengan kinerjaku dan caraku mengambil hati para pelanggan agar beli produk yang ada di toko kami. Gaji tiap bulan selalu aku sisakan untuk ditabung, dan selama setahun ini sudah terkumpul lima belas juta. Itu nominal yang luar biasa sekali bagiku, seumur umur pegang uang hanya ratusan ribu paling gede dan baru kali ini bisa menabung sampai sebanyak itu.


Terasa hpku bergetar dalam saku, ketika istirahat aku baru bisa membuka hp karena pelanggan terus berdatangan. Maklum sekarang dipenghujung tahun jadi orang berduit pingin beli baju untuk acara hari raya tahun baru mendatang. Setelah aku lihat ada nomor baru yang kirim pesan via SMS di hpku. Kubuka dan kubaca pesan tersebut berbunyi.


"Saya tunggu nanti sepulang kerja didepan toko. Temani aku makan malam bersama kakek''.


Nomer siapa ini kan hanya menyimpan nomor para karyawan toko ini dan Bu Angela.


Tunggu sebentar, kayaknya aku ingat nomer ini. Kuambil kartu nama yang tersobek dan kucocokan, bukan ternyata. Terus siapa? Otakku berfikir keras, karena karyawan laki laki hanya bagian gudang dan cleaning service saja.


Ah.... tidak usah dipikirkan fokus kerja lagi jam istirahat sudah selesai dan makan siang pun sudah habis.


Mungkin bagi orang lain aku terlalu mengirit dan berhemat tentang keuangan. Tentu saja itu harus karena kita tidak akan pernah tau kedepannya seperti apa. Jalanan aja banyak yang lobang apalagi Lika liku kehidupan kita ya pasti tambah ada jurang pemisah kayak hidupku.

__ADS_1


Jam pulang kerja sudah usai...Kami para karyawan menuju loker masing masing, dan mbak anggun memberi saran yang bagiku itu juga bakal menunjang fasilitas hidupku.


"Cit, kamu gak pingin punya hp kekinian" tanya mbak anggun


"Eh ... iya kak anggun mungkin dah waktunya beli ya kak. Biar bisa Selfi dan FB an" candaku.


" Beli gak usah yang mahal mahal cit. Sesuai kemampuan kita, yang penting fungsinya" jelas mbak anggun..


"Iya mbak, coba nanti saya lihat lihat dulu dan pilih sesuai isi dompetku mbak" jelasku.


" Iya mbak,,, " jawabku.


"Wes udah dulu ya aku keburu pulang udah dijput ma paksu" mbak anggun pamita sambil lari menuju keluar.

__ADS_1


Akupun begitu, bahkan aku tidak ingat kalau ada pesan yang ngajak aku makan malam. Saya anggap itu orang iseng yang gak punya kerjaan. Aku langsung nylonong aja keluar setelah pamit ke karyawan lain.


"Lupa dengan pesanku" suara lelaki mengejutkanku didepan pintu keluar. Tuan Aslan ya itu suara tuan Aslan. Kok kurang kerjaan sekali ngajak aku makan, toh dia kan orang berduit bisa ngajak cewek mana aja.


"Jangan pura pura lupa, aku serius ngajak kamu makan malam kakek ingin menemuimu" kata tuan Aslan.


Aku hanya menatap muka tuan Aslan dengan sedikit mendongakkan kepala, karena apa dia sangat tinggi bagi ukuran orang Indonesia. Maksud hati ingin menolak tapi dalam pikiranku mana ada orang berduit mau ditolak. Niatnya ingin kabur yang jauh dari tuan Aslan harus pakai alasan apa ya...


"Tuan aku mau ke toilet dulu ya..." kataku.


"Iya jangan lama lama" kata tuan Aslan.


Yes, waktunya kabur seribu langka. Biarin dia nunggu aku sampai jamurnya tumbuh.

__ADS_1


Sepuluh menit tuan Aslan mungkin sudah menunggu aku batinku tapi aku sudah jalan kaki menuju kosan ku.


"Sial aku ditipu ma citra.... dasar cewek kok kayak kepiting hantu tiba tiba ada dan tiba tiba lari dan ilang" guman tuan Aslan sembari pergi dari depan toko.


__ADS_2