
Lika menikmati cokelat panas di balkon rumahnya pagi ini. Pikirannya mulai picik pada citra, Lika merancang sesuatu untuk mempermalukan citra didepan umum. setelah beberapa saat, senyum penuh kepicikan mengembang di ujung bibir Lika.
Telephon Lika berdering, ada nomor baru yang tidak dikenal. Tapi Lila langsung mengangkatnya dan mengerti segala informasi yang dia terima lewat telephon tersebut. Lika tersenyum lagi dengan picik untuk kedua kalinya.
"Citra, lihat apa yang bisa ku perbuat padamu. Kamu sudah merebut cinta, impian dan duniaku" Lika mulai berbicara sendiri.
Lika meminum kembali cokelat panasnya, dan belum habis lalu dia beranjak pergi.
Tanggal berapa sekarang citra pada bulan ke dua tahun ini. Citra juga terlalu sibuk dengan pengejaran point' reward nya sampai lupa kalau dia belum datang bulan bulan ini. Citra hanya fokus kerja dan ingin mencapai target untuk bisa membeli sebuah rumah, meski itu hanya dipinggiran kota.
Pesan dari tuan Aslan
"Gadis kepiting hantu ku masih sibuk kerja. kakek Raditya tiga Minggu lagi akan pulang ke Indonesia. Persiapkan dirimu untuk menuju pelaminan".
Dan tidak lupa emoticon hati yang sangat banyak.
"Haduh,,, nih orang kalau terlalu terobsesi dengan cinta. menakutkan pesannya Sampek kayak gini'' guman citra setelah baca pesan tuan Aslan.
__ADS_1
Tapi moment seperti ini adalah yang ditunggu setiap pasangan diluar sana. Kalau citra bodo amat yang penting tidak merugikan pihak lain dan buat hati tuan Aslan bahagia peduli amat.
Citra pulang dari kerja, didepan mall sudah ada mobil yang familiar. Maunya citra ingin kabur, karena Citra tahu apa yang diinginkan tuan Aslan kalau sudah mengirim banyak pesan bergambar hati yang banyak sekali.
"Eitsss,,, mau kabur kemana" suara tuan Aslan sembari meraih tangan citra dari belakang.
"Mau pulang mas" jawab citra sambil senyum cengengesan.
"Gak boleh harus nemenin aku" pinta tuan Aslan.
"Kemana ya??" jawab citra sambil menggaruk kepala yang tidak gatal.
Malam itu citra dan tuan Aslan melakukanya lagi, tanpa mereka sadari bahwa citra sudah hamil.
"Minggu depan aku ada perjalanan bisnis ke cina, mungkin tiga Minggu. kamu jaga diri ya" pinta tuan Aslan.
"Ya elah mas, aku bukan anak kecil dari dulu sudah terbiasa mandiri kalee" jawab citra.
__ADS_1
"Nanti kamu kalau butuh apapun, tinggal gesek kartu ini aja" tuan Aslan memberikan kartu hitam.
"Gak mas, aku sudah ada tabungan dikit buat kebutuhanku" citra mencoba menolak kartu tersebut
"Kamu itu calon istri aku, uang yang aku hasilkan toh nanti juga jadi milikmu. Jadi jangan sungkan atau takut uangnya habis" tuan Aslan berbicara dengan sombongnya.
"Apa aku pantas menjadi istrimu" tanya citra dengan serius.
Tuan Aslan hanya tersenyum geli mendengar apa yang dituturkan citra. Tak habis pikir kenapa citra tidak seperti kebanyakan wanita diluar sana. Suka uang dan barang branded, tapi citra malah suka tas Tote bag yang kayak punya emak emak kalau mau Ke pasar.
"Penampilan tidak menjamin etika seseorang" ketus tuan Aslan.
"Hmmm..." guman citra.
"I love you" kata citra lagi.
"Love you too" balas tuan Aslan.
__ADS_1
Tuan Aslan tidak akan faham, bahwa maksud citra malam ini adalah terakhir kalinya tuan Aslan bisa menikmati tubuhnya. Ini adalah hadiah terakhir untuk tuan Aslan dari citra, karena dia ingin melihat tuan Aslan bahagia dengan Lika sahabatnya. Toh jangan merebut kebahagiaan Lika yang sudah memberinya makan dan pakaian. Citra berpikir kalau dia sampai menikah dengan tuan Aslan berarti dia telah membunuh sahabat sendiri