
Sore itu Lika merias tubuhnya sedemikian rupa cantik agar terlihat menawan. Hari ini Lika berencana bertemu kakek Raditya. Lika ingin mengutarakan isi hatinya pada kakek Raditya agar mau menerimanya sebagai pendamping hidup tuan Aslan.
Lika beranjak dari rumah, dan menaiki mobil menuju rumah kakek Raditya. Sampai disana Lika dipersilahkan masuk karena penjaga gerbang disana sudah mengenal Lika.
Terlihat kakek Raditya sedang bersantai duduk di Gasebo rumah, Lika pun menghampiri kakek Raditya.
"Selamat sore kakek Raditya" sapa Lika.
"Selamat sore tumben main ke kesini" jawab kakek Raditya.
"Aku ingin lihat kondisi kakek, katanya sudah bisa jalan meski harus pakai tongkat" tanya Lila.
"Iya,,, waktu keliling Asia jalan jalan sambil berobat" kata kakek Raditya.
"O.... Jadi seneng deh biar nanti kalau punya cicit bisa gendong dong" canda Lika.
__ADS_1
Tapi kakek Raditya langsung terdiam, karena dalam hatinya sekarang cicitnya sudah ada di dalam kandungan milik Citra. Dan kakek Raditya sangat tahu betul itu dari tingkah aneh tuan Aslan akhir akhir Minggu ini.
"Kok bengong kek...."
"Lika janji deh, kalau sudah menikah dengan tuan Aslan saya bikinin cicit yang lucu" kata Lika.
Tuan Aslan langsung menatap Lika dengan keheranan. Apa yang dimaksud dengan ucapan Lika barusan, apa karena Lika menyukai cucuku Aslan sehingga Citra memilih mundur.
Kakek Raditya teringat cerita tuan Aslan kejadian yang ada di mall. Apa mungkin Citra tidak mau ambil resiko untuk menyakiti hati Lika dan pergi meninggalkan cucuku.
Kini kakek Raditya mulai paham dengan apa yang terjadi, ambisi Lika akan menyingkirkan siapapun yang menghalanginya untuk mendapatkan cucunya.
"Lika" kata kakek Raditya.
"Ya kakek" jawab Lika.
__ADS_1
"Kakek ingin berbicara sesuatu kamu mau dengar" pinta kakek Raditya.
"Ya tentu saja aku sudah menganggap kakek Raditya seperti kakek sendiri" jawab Lika dengan penuh semangat
"Begini nak Lika, kamu tahu kalau cucuku Aslan sudah punya perempuan lain di hatinya. Dan kamu pasti kenal dengan perempuan ini karena dia adalah temanmu. Tidak pantas nak mengambil roti secara paksa yang sudah dipegang orang lain. Kamu, Aslan cucuku, dan perempuan yang dicintai cucuku akan sama sama terluka. Dan tidak akan ada yang saling memiliki satu sama lain" tutur kakek Raditya.
Lika mulai memasang muka yang masam, dia tidak ingin mendengar lagi apa kata kakek Raditya. Emosi Lika membuat hatinya panas dan matanya melotot pada kakek Raditya. Kini hati Lika mulai bergetar dengan begitu keras detak jantungnya berpacu dengan cepat.
Lika mulai memegang dada kirinya. Dan beberapa saat tubuh Lika tumbang dan sudah jatuh terbaring dilantai.
Kakek Raditya langsung panik, dan memanggil semua orang dirumahnya menyuruh cepat membawa Lika ke rumah sakit.
Kakek Raditya menelpon orang tua Lika dan memberi tahu kondisi Lika saat ini. Kini Lika dilarikan ke rumah sakit terdekat, jantungnya hampir anfal karena terkejut dan syok.
Kakek Raditya merasa bersalah pada Lika, maksud hati ingin menasehati malah menjadi hal buruk seperti ini. Kini kakek termenung dalam kamar memikirkan dan berdoa untuk keadaan Lika.
__ADS_1
Lika sedang diruang IGD dan ditangani dokter ahli jantung. Segala upaya telah dilakukan dan Lika terselamatkan dari bahaya. Kakek Raditya merasa lega mendengar kabar kondisi Lika dan bernafas lega.
"Kamu gadis yang cantik dan pintar. Kenapa kamu tidak memahami kata kat kakek. Menggambil milik orang lain akan membawa petaka bagimu Lika" guman kakek Raditya sambil memejamkan matanya.