Wanitaku Pejuang Hebat

Wanitaku Pejuang Hebat
Cinta pertama Lika


__ADS_3

Hari yang ditunggu telah tiba waktunya... Kekasihku Aslan memang super sibuk. Karena bisnis yang ditanganinya bukan angka milyaran namun trilyunan. Dia bekerja dengan keras dan kesahajaanya. Apalagi dia sangat setia pada pasangan, Ketika kami pergi berkencan maksud hati ingin mengumbar kemesraan di sosmed. Tapi tuan Aslan begitu hati hati dan teliti. Jika wajahku sampai terpampang di sosmed dan semua orang tau maka aku tidak akan pernah nyaman untuk menjalani hidupku.


Logikanya kalau pacaran sama orang kaya bakalan dikorek korek kehidupan pribadi tuan Aslan. Mulai dari asalku, statusku, kekayaanku, asetku macam macamlah. Itu yang paling tidak disukai tuan Aslanku.


Bahkan meski tuan Aslan ulang tahun, aku tidak bisa memberinya hadiah yang berkelas seperti Lika. Mana ada aku bisa beli barang branded kayak gitu, yang ada aku harus melintir usus biar uangnya gak kepakai terus buat beli barang branded. Aduh kalau masalah gengsi saya buang jauh jauh, tapi tuan Aslan mau menerima penampilanku yang dikatakan tidak berkelas tapi masih cukup elegan dipandang orang.


Hari ini hari ulang tahun tuan Aslan, aku memilihkan setelan kemeja dan celana serta dasi. Yang aku pikirkan memang harganya tak seberapa bagi tuan Aslan. Tapi bagiku ya luar biasa, tak apalah yang penting cintaku senang. Aku tahu tuan Aslan tipe orang yang selalu menghargai pemberian orang.


Jam tujuh malam telah tiba, aku memakai gaun selutut dengan lengan tulip berwarna kopi susu. Sandal yang aku pakai cukup yang harganya ratusan ribu saja, begitupun juga dengan tas. Kalau make up aku seperti biasa waktu aku kerja, bedak tipis tipis aja biar gak dempul. Tidak ada yang mencolok dari penampilanku karena perhiasan pun paling cuma anting dan kalung yang hanya beberapa gram saja.


"Cepat datang,,, aku menunggumu honeyku. Jangan lama lama gadis kepiting hantuku"


Pesan dari tuan Aslan. Apaan ini katanya sayang sama aku kok julukan gadis kepiting hantu belum juga lupa batinku. Sengaja aku naik taksi online menuju alamat yang dikirimkan tuan Aslan mengadakan pesta.


Gedung Aula


Hotel Santosa

__ADS_1


Jl. Panglima Sudirman no. 98 A


Drtttt...


Drtttt...


Drtttt....


Hp ku bergetar menunjukkan, Ih gak sabar amat sih Aslanku yang terhormat ini. Lagian masih dijalan.


Setelah aku baca itu dari Lika, mataku terbelalak alamat yang dikirim Lika via wa sama dengan yang dikirim oleh tuan Aslanku. Apa lelaki idaman Lika adalah salah satu kolega tuan Aslan, pasti ayah Lika kan pemilik pabrik gula. Dan terkenal dimana mana.


Kusodorkan kartu undangan, dan aku diperbolehkan masuk oleh resepsionis yang bertugas. Acara yang begitu mewah, mungkin aku baru pertama kali menghadir acara kek gini. Yang aku tuju adalah makanan.


"Citra kamu datang" tanya Lika.


"Iya, masak aku mengingkari janji sahabatku" kataku pada Lika.

__ADS_1


""Nanti aku kenalin sama pria yang kataku, nanti pasti dia kelihatan" jelas Lika dengan antusias.


"Iya, pasti dia ganteng banget" godaku sambil bercanda.


"Pasti dong! selain itu dia pinter, tajir, pokoknya sempurna" jelas Lika.


''Beruntung sekali ya lelaki itu'' godaku lagi pada Lika.


Selang beberapa menit aku mengobrol dengan Lika, tuan Aslan menghampiriku. Hatiku mulai berdebar, jantungku berdetak kencang tak karuan karena bahagia. Tapi aku dikejutkan dengan remasan tangan Lika padaku. Aku bertanya dalam hati kekasihku kah yang menjadi idaman sahabatku.


''Citra dia datang menghampiriku gimana ini" kata Lika.


"Tenang aja,,, santai jangan grogi" jawabku.


Aku menahan linangan air mata yang akan jatuh, kenapa orang yang aku sayang selalu harus pergi dari genggamanku. Apa aku tidak berhak bahagia. Tak apalah toh aku juga sudah biasa terabaikan.


Tuan Aslan menghampiri kami, terjadi obrolan yang sangat canggung. Dan setiap tuan Aslan ingin memperkenalkan aku sebagai kekasihnya selalu aku skak Matt perkataan yang dilontarkannya. Hatiku pedih dan sakit untuk kesekian kalinya.

__ADS_1


Tapi apa aku juga harus melepaskan tuan Aslan untuk sahabatku. Tapi dia adalah cinta pertamaku, yang kata orang sampai kapanpun akan terus mbekas dihati.


Aku tidak kuat membendung perasaan ini lagi, Akhirnya aku pamit dari Lika. Kulihat Lika dan tuan Aslan bercerita banyak seolah kenal sudah lama. Dan kulihat tuan Aslan hanya menatap kepergian ku dengan muka yang kecewa.


__ADS_2