Wanitaku Pejuang Hebat

Wanitaku Pejuang Hebat
Adikku zahra dilecehkan


__ADS_3

Hari ini zahra seperti biasanya berangkat sekolah maupun pulang sekolah tak pernah diantar siapapun. Dia dididik agar bisa mandiri dan tidak tergantung dengan orang lain dimulai dari hal kecil. Zahra anak kesayangan bapak Lukman dan ibu Zulaikha orang tuaku. Pukul enam pagi zahra berangkat sekolah dan suasan sekitar banyak orang yang lalu lalang dengan kesibukannya masing masing. Ada yang sama mau pergi sekolah, pergi bekerja atau sekedar pergi ke pasar.


Teng....


Teng....


Teng...


Bel berbunyi dan anak anak sekolah SD sudah usai dalam kegiatan sekolah hari ini. Zahra pulang dari sekolah seperti biasanya. Dengan santai dan riang, maklum dunia anak anak mang seharusnya seperti itu.


Didepan gang masuk rumah ada sekelompok orang yang tampak menunggu seseorang lewat. Dan naas targetnya adalah zahra, Kalau dilihat lebih lagi mereka adalah para punker yang mengejar kak Siska beberapa Minggu lalu. Zahra anak kecil yang baru berusia sebelas tahun, jadi dia tidak tahu orang yang akan berbuat jahat atupun tidak.


Hayo


"Itukan adiknya si siska'' kata boy selaku ketua punker.

__ADS_1


"Iya... kita kasih pelajaran si siska lewat adik yang paling kecil itu. Biar dia tak kabur melulu dari kita" salah satu ank buah menjawabnya.


" Betul sekali biar dia gak blagu lagi kalau ketemu kita" kata boy lagi.


Secara tiba tiba zahra dihampiri para punker itu, bagi anak kecil mungkin itu hal yang biasa. Karena pikiran mereka belum sepenuhnya terbuka jika tidak diberi arahan. Zahra tiba tiba dibujuk sama boy untuk beli makanan enak. Karena zahra begitu tergiur dengan tawaran boy the punker langsung ikut saja tanpa memikirkan hal negatif tentang mereka. Toh dia anak kecil.


"Adel namanya siapa..." tanya boy.


"Zahra kakak" jawab zahra dengan polos.


"Adek punya kakak yang namanya Siska gak" tanya boy.


"Nanti kalau selesai makan kakak antar ke mbak Siska ya!" kata boy lagi.


"Iya" jawab zahra.

__ADS_1


Lagi lagi zahra percaya dengan mudahnya... Dia dibawa ke sebuah gedung kosong, dan zahra dilecehkan secara bergiliran oleh mereka tanpa bersalah. Dia menangis kesakitan, karena dia tidak paham dengan apa yang terjadi pada dirinya.


"Sakit...."


He....he....he...." tangis zahra pecah.


Tapi para punker itu tertawa puas. Setelah puas dan tubuh zahra mulai lemas, sampai zahra menangis tidak mengeluarkan suara. Dibawanya tubuh zahra yang lemas dan ditaruh di depan rumah orang tuanya. Memang baju zahra tidak berantakan karena dipakaikan seperti semula. Karena zahra dalam keadaan pingsan.


Pagi hari ibu terkejut ketika buka pintu depan rumah hendak ke pasar dan menemukan tubuh zahra tidur didepan pintu rumah. Dan ibu teriak memanggil bapak.


"Pak zahra pulang" kata ibu sambil menuju rumah.


Bapak keluar kamar, dan mendapati zahra yang tak sadarkan diri. Digendongnya zahra masuk rumah. Karena ibu biasanya belanja sayur untuk dijual kembali lagi di pasar berangkat pukul satu malam. Itu mungkin sebuah teguran dari Allah untuk ibu dan bapak agar menghargai semua anak anaknya. Memang seorang anak wajib menghormati orang tuanya. Tapi apa dikata zahra sudah menjadi korban akibat kelalaian ibu dan bapak. Terutama mbak Siska yang menjadi sebab utama terjadinya hal ini.


"Zahra kamu bangun" pinta ibu.

__ADS_1


"Bangun nak... ibu disini" kata ibu lagi.


hi...hi...hi... ibu mulai menangisi zahra anak terkecilnya. Ketika zahra buka mata dia hanya diam.tidak mau berkata apa apa. Bahkan ketika ditanya dia hanya mengangguk dan menggelengkan kepala saja. Apa itu semua karma atau balasan, aku tidak tau karena aku hanya manusia biasa tempatnya dosa.


__ADS_2