
Akhirnya semua pekerjaanku telah selesai, semua sudah bersih dan tertata rapi. Bahkan piring kotor untuk pelanggan terakhir juga sudah bersih. Terlihat Bu Asna sedang asyik menghitung uang hasil jualan hari ini. Dia senyum senyum karena semua masakanya habis diborong para pelanggan Bu Asna.
"Bu saya pamit pulang" kataku.
"Oh,,, iya nak silakan" sahutnya.
"Assalamualaikum Bu Asna" pamitku sambil mencium tangan Bu Asna.
Lika hanya termangu manggu melihat keakraban ku dengan Bu Asna. Aku hanya memperhatikan tatapan Lika dengan sekilas. Kami berdua keluar dari warung Bu Asna, sudah tampak mobil mewah milik Lika menunggu.
Sopir membukakan pintu untuk Lika, aku menyusul masuk dalam mobil. aku sengaja bawa pakaian ganti untuk bermalam disana, besok mulai hari Senin kami libur empat hari karna kelas digunakan untuk ujian para murid kelas 3. Hatiku bergetar ketika mobil mulai melaju ke jalan raya, karna baru pertama kali ini aku naik mobil mewah seperti ini.
__ADS_1
"Lika apa aku tidak apa apa pergi ke rumahmu" renggekku.
"Nggak lah papa dan mama pingin banget ketemu sama kamu, aku banyak cerita soal kamu ke orang tuaku" jelasnya.
mobil melaju kurang lebih 20 menit, dan menepi. Tampak pak satpam yang membuka gerbang tinggi dengan motif bunga diatasnya. Mobil berhenti, pintu dibukakan oleh sopir Lika. Rumah Lika sungguh menawan sekali, dengan pilar tinggi menjulang pintu yang besar taman yang luas kolam ikan yang bersih. Masih banyak lagi yang membuat aku kagum akan Kebagusan rumah Lika. Kalau diceritain semua mungkin gak bakalan kelar, maklum rumah pemilik pabrik gula.
Jam menunjukkan jam 05.30 sore. hari sudah sore, terdengar mobil berhenti di depan rumah. Ternyata papa dan mama Lika pulang dari acara perusahaanya, pesona kedua orang tua Lika membuat hatiku pedih sekali. Apakah kalau ibu dan bapak kaya bakalan sayang sama aku, batinku.
"Assalamualaikum Papa... mama...." sambut Lika.
"Pa.. ma.. kenalin ini citra, teman yang sering aku ceritain ke kalian" jelas Lika.
__ADS_1
"Assalamualaikum om.. Tante.." sapaku sambil mencium tangan mereka.
" Oh,,, ini toh... nanti kamu bakalan jadi wanita sukses nak dengan pengalaman hidup yang kamu dapatkan" jelas papa Lika.
" Hidup kadang harus diperjuangkan nak, agar kita tidak hanya mengambil hikmahnya saja. Tapi juga ilmunya nak, karena kelak kamu bisa menjadi orang yang bijaksana dalam menghadapi masalah apapun" tutur mama Lika.
kami semua masuk rumah besar nan indah itu, terlintas dalam pikiranku. Harga rumah ini berapa milyar ya, aku melihat sekeliling rumah dengan wajah yang melamun. Terlebih lagi, pemilik rumah begitu baik serta ramah terhadap siapa saja. Tidak memandang baik kaya maupun miskin seperti aku, Teringat aku dengan uang pemberian papa Lika.
"Om Tante aku mau mengucapkan terima kasih banyak untuk rezeki yang diberikan kepada saya" kataku.
" Iya nak, itu inisiatif Lika untuk berbagi bonus keuntungan perusahaan" tegas papa Lika.
__ADS_1
"Akan saya pergunakan sebaik mungkin uangnya om Tante" sahutku
Kadangkala kebanyakan orang diluar sana yang kayanya tidak seberapa sifat sombong dan angku menyelimuti seluruh hati mereka. Mama Lika bernama Wijaya Widyowati cokrominoto sering disapa mama Wati. Papa Lika bernama Hendri Kusumo Cokrominoto, dan tentu saja Lika bernama lengkap Lika putri Cokrominoto.