Wanitaku Pejuang Hebat

Wanitaku Pejuang Hebat
Kembali ke dukun lagi zahrapun pergi


__ADS_3

Zahra memang sudah pulih dari sakitnya, tapi ada yang aneh kenapa dia hanya diam tidak mau bicara. Kalau ditanya hanya mengangguk dan menggelengkan kepala. Tidak mau sekolah lagi. Bahkan kerap kali menjerit jerit dan menangis tanpa sebab. Seharusnya bapak dan ibu harus menyelidiki kenapa waktu itu sore hari tidak pulang, dan ditemukan tak sadarkan diri dini hari didepan pintu.


Tapi sekali lagi tak ada yang berani membantah perkataan bapak. Karena bapak beranggapan bahwa zahra pada sore hari kemarin pergi ke rumah teman. Dan asumsi bapak dia pulang pintu rumah sudah dikunci dan tidak berani ketuk pintu. Padahal zahra ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri alias pingsan.


''Udah Bu... kita ke desa untuk ke Mbah pariyem" perintah bapak ke ibu.


"Iya apa tidak sebaiknya kita ke dokter saja dulu pak, kita periksakan dulu" jawab ibu.


"Gak usah Bu, paling dia diikutin memedi karena waktu sore tidak pulang" jawab bapak lagi.


"Terserah bapak kalau gitu tak siap siap dulu" kata ibu.


"Ya cepetan jangan lama lama" ketus bapak.


Ibu dan bapak menempuh perjalanan hampir lima jam. karena ini adalah pelosok desa dan harus melewati hutan, jadi meski berangkat pagi sampai desa tersebut pasti sudah kelewat siang hari. Bapak Lukman dari dulu memang selalu begitu, tidak percaya apapun itu secara logika dan realistisnya. Bapak beranggapan bahwa perkataan Mbah dukun pariyem sangat akurat untuk masa depang keluarganya. Seolah Allah itu tidak berkuasa di atas bumi ini.


Zahra semakin hari semakin lemas, bahkan ketika dibonceng sepeda motor dia menyandarkan kepalanya ke bahu bapak. Karena sudah lemas tidakau makan beberapa hari. Padahal yang dibutuhkan zahra adalah pertolongan medis dan mediasi psikolog. Tapi lagi lagi keluargaku tidak paham dengan apa yang dibutuhkan oleh zahra adikku.

__ADS_1


"Sudah sampai Bu, zahra tidur ya" tanya bapak.


"Iya... mungkin capek naik motor pak" jawab ibu.


"Ayo cepat dibawaasuk ke rumah Mbah pariyem" ajak bapak.


"Iya pak" jawab ibu.


Bapak mengendong tubuh zahra yang semakin lemas.


matanya terpejam dan tampak sayu tidak ada daya. Apa pikiran bapak tidak terbuka bahwa yang dilakukanya salah. Jawabnya tidak, ibuku tidak sekali sajaembantah bapak karena dia takut kdrt terjadi padanya.


"Iya.. masuk saja" sahut suara nenek nenek dari dalam.


"Iya Mbah" sahut bapak dan melangkah masuk ke dalam rumah.


"Ada apa, kok datang lagi" tanya Mbah pariyem.

__ADS_1


"Ini Mbah anak saya kayak linglung gak ingat apa apa" jelas bapak.


"Sini sini tak lihat" kata Mbah pariyem.


Mbah pariyem memegang dahi zahra dan seperti orang yang menerawang, mulutnya komat Kamit baca baca sesuatu. Selang beberapa menit dia berhenti dan memberitahukan hal yang sangat tidak masuk akal. Bahkan secara logika orang yang habis dilecehkan seharusnya pergi ke psikiater.


"Anakmu diikutin Wewe gombel' jelasbah pariyem.


"Terus gimana nih Mbah" tanya bapak.


"Biar Wewe gombel nya gak ngikutin dia terus, kamu harus kurung dia dikamar" jelas Mbah pariyem.


"Oh... iya Mbah nanti saya lakuin" jawab bapak antusias.


Akhirnya bapak ibu dan zahra pulang ke rumah, segera dibaringkan di kasur oleh bapak. Dan tentu saja, bapak lebih percaya omongan dukun ketimbang masukan yang secara logika. Para tetangga sudah ada yang menyarankan untuk dibawa ke dokter tapi bapak menolak mentah mentah.


Kasian anak anak bapak ibu yang masih tinggal serumah dengan sikap bapak yang seperti itu. Kadang kala para tetangga juga heran dengan sikap bapak. Besi aja bisa bengkok kalau terkena panas terus menerus. Tapi hati lebih keras dari besi. Dan para tetangga sangat prihatin dengan keadaan zahra, selang beberapa hari zahra panas tinggi dan mulai kejang kejang. Tapi bapak enggan membawa ke dokter, akhirnya zahra meregang nyawa Karena keteledoran bapak yang salah mengambil keputusan.

__ADS_1


Tangis seluruh rumah pecah karena kepergian zahra. Karena adikku zahra telah meninggal dan tanpa ada yang tahu bahwa dia telah dilecehkan dan depresi.


Dan zahrapun dikebumikan hari itu juga.


__ADS_2