
Hari pertama sudah dapat point 30 gak nyangka banget rezeki ku berkah dimanapun aku berada. Kulihat ada pelanggan masuk ke toko tempatku bekerja. sepasang suami istri kaya rupanya namanya tuan Haikal dan nyonya Diana, itu konfirmasi dari Bu angela. Dengan ramah semua pegawai memberi salam dan menawarkan produk yang terpajang.
"Silahkan tuan Haikal dan nyonya Diana " bahkan Bu manager Angela mempersiapkan mereka masuk dengan penuh sopan dan wibawa. Lelaki tampan dan kaya, beruntung sekali wanita yang digandengnya dalam batinku. Jangan berkhayal masih siang citra dan fokus kerja.
"Citra layani untuk bapak Haikal memilih setelan kemeja dan jas" tegas Bu Angela padaku.
"Baik Bu Angela" aku menanggapi Bu Angela sambil menyambut kedatangan pak Haikal.
Tatapan penuh kharisma, apalagi setelah kaca mata hitamnya dilepas dan digantung di kerah baju. Aduh alamak aku benar benar bisa pingsan dekat sama ni pak Haikal.
"Mari pak, ini semua keluaran terbaru toko kami" Imbuhku seraya menunjuk beberapa baju yang terpajang.
Akhirnya tuan itu memilih setelan kemeja merah maroon dan celan hitam serta dasi bermotif lapis hitam dan putih. Dan aku senang melihat tuan tersebut puas dengan pilihan yang aku sarankan. Tapi senyumku berhenti tatkala sang nyonya berteriak di belakangku
"Eh... kok warna ini sih gak cocok sama kamu" protesnya.
" Udahlah ma, aku seneng dan warnanya pas ma tampang aku" sahut tuan itu.
__ADS_1
"Nggak bisa, itu gak cocok sama kamu." protesnya lagi.
"Ini ni warna yang bagus buat wajah tampan kamu" nyonya itu menempelkan baju warna pastel ungu ke tuan tsb.
Akhirnya tuan Haikal menurut saja kata istrinya, dan menuju ruang ganti untuk memakai.
"Pasti kamu yang buat suamiku milih warna kek gitu'' Bu Diana menunjuk wajahku dengan telunjuknya.
"Iya, nyonya tadi saya saranin karena itu keluaran terbaru toko kami" jelasku pada Bu Diana.
"Aku gak suka warna gelap, warna pastel lebih bagus menurutku"balas Bu Diana.
"Makanya kalau kerja yang becus, jangan seenaknya. kalau gak tau tanya saya dulu dong! gimana sih pegawai gak tahu diri'' guman nyonya Diana.
Akhirnya tuan Haikal keluar dari ruang pas, dan alamak warna bajunya bikin kulit muka pak Haikal kayak orang sakit. jelas warna pastel kan buat orang yang kulit sawo matang. Dan tuan Haikal orang cina dengan wajah oriental kulit putih pakai warna pastel pula. Ungu pula warnanya.
"Gimana pa, baguskan warna pilihanku" kata nyonya Diana ke suaminya.
__ADS_1
"Iya iya bagus" sahut tuan Haikal.
" Dasinya juga gak cocok nih" nyonya Diana bergumam sambil melepas dasi tersebut.
Nyonya Diana memilih dasi diantar dasi yang tertata rapi. Lagi lagi kulihat yang diambil warna pastel lagi ini warna hijau pastel yang diambil nyonya Diana.
Aku melongo melihat warna itu dipasang di baju tuan Haikal, sangat gak sesuai dan bikin muka tuan Haikal kayak orang sakit kurang darah alias anemia batinku.
"Udah selesai mana jas nya mbak" pinta nyonya Diana.
"Ini nyonya" kataku sambil menyerahkan jas warna cokelat muda pilihan nyonya Diana sendiri.
Dan astaga... tambah bikin tuan Haikal kayak cowok feminim batinku. Ingin tertawa takut dosa nanti. Ah biarlah itu hak asasi mereka mau pakai apa aja.
"Mbak ni" nyonya Diana menyodorkan black cardnya padaku.
"Iya nyonya" jawabku sambil mengambil kartu itu.
__ADS_1
Demi point agar aku bisa dapat bonus. Setelan baju dan jas telah terbayar dengan harga hampir 3 juta. Moga rezekiku lancar terus ditempat ini. Hanya itu doaku.