
Hari sudah sore adzan maghrib berkumandang saling bersahut sahutan. Teringat dengan ibu dan bapak kangen sekali rasanya rindu ini tak tertahankan. Misalanya aku pulang apa diterima jika aku membuktikan bahwa aku bisa menghasilkan uang banyak. Nggak nggak... aku harus punya target seratus juta dulu baru aku berani pulang batinku.
Seperti biasa habis bersih diri dan sholat akuenuju dapur umum kos untuk memasak. Biasanya aku tidak pernah mendapat makanan meski aku yang bantu ibu masak. Tapi sekarang setelah aku dapat gaji jutaan dan banyak menerima reward masak apapun yang aku ingini bisa ku masak dan kumakan sendiri dengan puas.
jadi teringat masa lalu...
Makananku sudah matang dan siap disantap olehku tentunya, dulu waktu aku dirumah ibu tak perlu repot beres beres rumah dan masak. Apa mbak Siska dan Mbak Putri mau ngebantu ibu, pikiranku kalut. Nimba air selalu aku, apa mbak Siska sama mbak Putri mau bantu nimba air ketika bapak ibu capek pulang kerja.
Tak perlu aku pikirkan lagi toh anak ibu dan bapak bukan aku saja yang perempuan. Kenapa teringat keluargaku dikampung ya.... Pasti ini efek rinduku yang mendalam pada mereka. meski selalu mengolokku anak pembawa sial. Jika aku pembawa sial mana mungkin aku bisa kerja ditempat bagus kayak gini sanggah batinku.
Sambil makan aku melamun mengingat semua momen yang aku alami dalam hidupku sebelum aku diusir ma bapak. Setiap hari bangun pagi untuk nimba air sampai telapak tanganku kapalan dan kasar. mencuci memasak beres beres rumah semua aku lakukan. Tapi aku tidak bisa meluluhkan kerasnya hati ibu dan bapak.
__ADS_1
Tak apalah yang penting aku sekarang bisa merubah nasibku sendiri dengan kedua tanganku. Aku harus membuktikan kepada ibu dan bapak bahwa aku bukan pembawa sial. Buktinya rezekiku mengalir terus dengan adanya reward bonus dari pint yang aku peroleh dari penjualanku.
Mereka semua salah jika beranggapan seperti itu tentang aku. Makan malam ku telah habis, kini perutku terasa kenyang dan aku ingin sekali merebahkan tubuh untuk istirahat. Akhirnya pikiranku teringat dengan tuan Aslan Hadi Mega Santosa. Tujuannya tadi apa ya ingin ngajak aku makan malam. Palingan dia itu Casanova yang banyak wanita suka waktu baru, kalau udah bosen ditinggal. mungkin aku tidak pernah ada rasa kecewa ataupun patah hati. Tapi jika tidak dihargai bak diinjak kayak kain keset kaki itu sudah makanan tiap hari bagiku. Tapi itu dulu waktu aku tinggal sama orang tuaku, sekarang mandiri lebih bagus.
Drrttt...
Drtttt...
Drttt...
Kok gak berhenti sih, sengaja gak diangkat BB iat gak telepon lagi ini malah gak berhenti henti. Dengan hati kesal kuangkat telepon dari tuan Aslan.
__ADS_1
"Halo...." jawabku.
"Hei kepiting hantu. Ditungguin malah kabur dan ilang. Aku nungguin lama dan sepuluh menit baru aku sadar kalau kamu kabur" cerocos tuan Aslan.
"Maaf tuan, aku tadi kebelet banget jadi gak tahan tuan" jelasku membela diri.
"Kakek itu beneran pingin ketemu kamu, dia penasaran sama kamu. Katanya kok ada ceqek jaman sekarang nolak dikasih jam rolex mahal dan dikembalikan lagi" jelas tuan Aslan.
"Emmmmm.... anu tua Aslan. Saya boleh miskin tapi tidak boleh menyerah dengan keadaan. Terus berusaha ikhtiar dan doa" jelasku.
"Besok haru mau bertemu dengan kakek saya tidak ada penolakan lagi" paksa tuan Aslan.
__ADS_1
" Iya iya iya" jawabku belum selesai telepon sudah ditutup oleh tuan Aslan.
Dasar... masak aku dikatain kepiting hantu.