Wanitaku Pejuang Hebat

Wanitaku Pejuang Hebat
harapan yang runtuh


__ADS_3

Terlihat semua tetangga berkerumun didepan rumah, aku berlari cepat untuk melihat apa yang terjadi. Api berkobar membakar semua seragam, dan perkakas lainya. Aku menangis sejadi jadinya, dan bapak menghampiriku lalu menamparku.


plakkk!!! 3 kali bapak menamparku.


"Dasar anak tak tau diuntung, sudah enak kamu bisa makan dan tidur di rumahku. Sekarang mau bikin malu kamu" kata bapak sambil matanya melotot.


Darah keluar dari mulutku karena tamparan itu.


"Sekarang kamu, pergi dari rumah ini bawa semua barang milikmu, jangan pernah kembali dengan anak yang ada diperutmu itu'' bentaknya lagi.


"Ibu...ibu aku tidak hamil" renggekku pada ibu.


"bapakmu tidak pernah bohong pada ibu, pergi kamu. Bisanya hanya bikin malu" kata ibu.


"Kemasi barang barangmu dan cepat keluar dar rumahku" kata bapak geram.

__ADS_1


Aku bangkit berdiri dan masuk rumah, aku kemasi baju bajuku yang telah usang dan pudar ke dalam kantong plastik besar. Peralatan sekolahku tidak ada yang tersisa kecuali apa yang ada di dalam tasku, aku bergegas memasukkan semua yang berhak untukku.


Aku keluar rumah dengan membawa tas sekolah dan baju sekantong plastik besar. Tetangga hanya mencibir dan mengata ngatai aku, tanpa mengetahui yang sebenarnya. Kakiku berjalan menuju jalan raya, terbesit dalam pikiranku aku akan mencari kos kosan untuk beberapa Minggu sebelum kelulusanku nanti. Aku tidak boleh menyerah dengan keadaan, aku masih bisa bertahan dengan uang tabunganku.


Luka yang ditorehkan dihatiku kini bertambah lagi. Dan tidak ada ruang lagi yang masih utuh untuk tempat luka baru, keluargaku satu satunya mengusirku.Apalah daya mungkin dengan aku pergi dari rumah akan mengubah nasib setiap anggota keluargaku. Aku harus kemana tanyaku dalam hati. tidak mungkin aku ke rumah Bu Asna, karena aku selalu bercerita yang baik baik tentang keluargaku. Aku berjalan menuju pemukiman dekat sekolah setelah berjalan 30 menit dari rumah.


Tampak ada rumah tua yang sudah usang berpapankan "TERIMA KOS PUTRI". Dengan mata bengkak aku menghampiri rumah itu, dan mengetuk pintu.


"Assalamualaikum" kataku


"Waalaikumsallam" terdengar suara dari dalam.


"Apa benar disini terima kos Bu" tanyaku.


"Iya benar dek,,, murah kok cuman 100ribu perbulannya" wanita itu menjelaskan.

__ADS_1


"Saya mau ngekos Bu,,, nama saya citra. Citra priskila" jelasku seraya menyalami wanita itu.


"Oh,,, iya nak saya Bu Rita pemilik rumah ini, mari masuk" pintanya.


Kami berdua masuk rumah, suasana rumah begitu sepi. Dinding tembok bercat putih bersih, lantai hanya ubin semen biasa. Dan ibu kos sepertinya wanita yang ramah dan baik terlihat dari kesan pertama kami bertemu.


Bu Rita membuka kamar, dengan ranjang hanya satu disudut ruangan. Ada lemari juga dalam ruangan itu.


"Nak citra, tapi maaf ya disini kamar mandinya air harus nimba dari sumur" jelasnya padaku.


"Tidak apa apa Bu, yang penting saya bisa kos disini" jawabku.


"Ada dapur dibelakang, kamu bisa pergunakan itu. Dan lagi biasanya ibu selesai sholat mengaji, mungkin akan membuatkmu terganggu" tegas ya lagi


"Oh,,, iya Bu tidak apa apa" sahutku.

__ADS_1


Aku dipersilakan masuk dalam kamar, kututup pintu dan Bu Rita kembali duduk di depan televisi. Kulihat dia wanita yang lemah lembut dan tidak suka menggomel, pasti anaknya beruntung sekali punya ibu seperti dia.


Sampai jam 7 malam aku berjalan dan mencari kos kosan untuk diriku sendiri. Itu tentu dekat sekolahan


__ADS_2