Wanitaku Pejuang Hebat

Wanitaku Pejuang Hebat
Selamat tinggal kawan, sampai jumpa lagi


__ADS_3

Telpon Citra ada panggilan masuk saat dia membereskan tempat tidur nya. Dan dilihatnya itu panggilan dari Lika sahabatnya.


Sekarang keduanya sudah tidak berselisih paham lagi tentang tuan Aslan.


"Halo..." kata Citra.


"Ya,,, nanti aku berangkat ke Singapura jam empat sore"


"Jangan lup antar aku untuk lepas landas"


"Kamu sudah janji padaku kawan"


Cerocos Lika tanpa henti.


Sebenarnya Citra mengalah dalam segala hal termasuk untuk masalah hati. Tapi tuan Asan telah melabuhkan hatinya pada Citra, yang sedari dulu dijuluki gadis kepiting hantu. Citra bukanlah wanita yang cantik sempurna, kalau bersanding dengan tuan Aslan mungkin semua orang akan menganggapnya sebagai asisten rumah tangganya.


Memang tuan Aslan tidak sengaja tidak mempublikasikan sosok Citra istrinya di media sosial maupun kolega bisnisnya. Semua itu dengan tujuan agar Citra tidak terganggu dalam beraktifitas.


Siang itu Citra pergi ke rumah Lika, membantu mempersiapkan barang bawaan yang akan di bawa ke Singapura. Tentu saja tuan Aslan tidak mau ketinggalan, karena tuan Aslan masih was was dengan tindakan Lika tempo hari.


Setelah berkemas tuan Aslan dan Citra Mengantar Lika ke bandara, di pintu bandara Lika memeluk sahabatnya Citra dengan erat seraya membisikkan sesuatu yang membuat Lika sangat terkejut.


"Citra kamu tahu kan aku sangat mencintai kak Aslan"


" Jadi tolong jaga dia baik baik"


"Kalau sudah gak mau sama kamu"


"Balikin lagi aku ya"

__ADS_1


"Aku siap mencintai dan membahagiakan nya" bisik Lika pada Citra.


Citra terdiam dan hanya menganggukkan kepala, Meraka pun berpisah dengan adanya pesawat yang lepas landas menuju negara Singapura.


Diperjalanan pulang Citra memberi tahu semua yang dikatakan oleh Lika. Tuan Aslan hanya tersenyum dan mulai aksi genitnya dalam mobil. Tuan Aslan memeluk Citra dan berkata akan memberikan sebuah kejutan pada Citra.


"Hari ini aku bakalan ngasih kamu sebuah kejutan yang akan membuatmu bahagia"


Kata tuan Aslan sambil mengecup kening Citra.


Citra hanya memasang muka penasaran, setelah beberapa menit perjalanan pulang dari bandara. Citra menyadari bahwa ini bukan jalan pulang, tapi menuju kantor polisi.


Citra dibawa tuan Aslan untuk menemui bapak Lukman, ketika bertemu bapak Lukman Citra menangis sesenggukan dan meminta maaf pada bapak ya.


"Bapak, maafin Citra belum bisa menjadi anak yang baik"


"Selalu membawa sial dalam keluarga'' kata Citra


"Tidak nak"


"Kamu bukan anak pembawa sial"


"Yang pembawa sial itu sodara bapak dan dukun brengsek itu"


''Kalau kamu pembawa sial mana ada kamu menikah dengan orang sukses seperti nak Aslan"


"Kalau aku tidak percaya dukun itu zahra pasti masih hidup sampai saat ini" kata bapak Lukman. Citra dan tuan Aslan pun beranjak dari kantor polisi.


Setelah itu tuan Aslan membawa Citra menemui ibu Zulaikha dan ketiga kakak nya.

__ADS_1


Citra sangat merindukan suasana rumah meski kenangan pahit yang selalu dia dapatkan, tapi Citra menjalaninya dengan ikhlas dan berserah kepada Allah SWT semata.


Citra disambut baik oleh ketiga kakak nya, tuan Aslan sengaja memilih sore hari karena mereka semua pasti ada di rumah.


Kak putri dan kak Siska mengakui sebuah pengakuan yang lagi lagi membuat Citra heran dan tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh kedua kalanya itu.


"Citra maafin kami ya"


"Waktu kamu diusir bapak dan dituduh hamil"


"Itu perbuatan kami"


"Kamu membayar laki laki itu memfitnah mu''


"Jadi tolong maafkan kamu" jelas kak putri dan kak Siska bergantian.


Citra menghela nafas dan mengatakan bahwa Citra sudah memaafkan kedua kakaknya itu.


Kini Citra menghampiri kak Rofiq dan ibu Zulaikha, Citra meminta maaf jika ada salah. Tapi ibu Zulaikha malah berbalik meminta maaf pada Citra. Begitupun kak Rofiq yang selam ini meski menjadi kakak laki laki tidak bisa melindungi adik adiknya dan membuatnya rukun.


Citra pun pulang ke rumah tuan Aslan, dalam perjalanan pulang Citra sangat mempercayai bahwa dalam hati seseorang pasti ada kebaikan yang tertanam dalam hatinya meski hanya setitik biji sawi.


*TAMAT*


*****


Untuk penikmat karya novel dari Citra Priskila harap ditunggu kedatangan karya baru dengan judul yang nyentrik abis...


"Tajamnya Lidah Mertua"

__ADS_1


Pasti sudah sangat penasaran.


__ADS_2