Wanitaku Pejuang Hebat

Wanitaku Pejuang Hebat
Rencana Lika


__ADS_3

Di rumah Lika dia sangat cemas dan khawatir hubungan nya dengan tuan Aslan akan berakhir. Lika hari ini tahu kalau tuan Aslan kembali ke Surabaya.


Lila ingin mengajaknya makan malam romantis, hanya berdua saja. Tangan Lika memegang botol kaca kecil, dan dia memasukkan ke dalam tas nya.


"Hari ini aku akan mendapatkannya meski pakai cara kotor dan menipumu" celetuk Lika.


Lika menelpon tuan Aslan dan mengajak nya makan malam. Tadinya tuan Aslan menolak, tapi karena dorongan dan paksaan dari Citra tuan Aslan pun mau pergi. Lika sangat bahagia dan dia membayangkan apa yang akan terjadi nanti malam setelah tuan Aslan meminum obat yang membuat lelaki perkasa.


Tuan Aslan menghela nafas dan bermuka masam pada Citra, itu membuat suasana hati tuan Aslan pingin di manja oleh Citra. Tapi Citra menolak karena dia mengerti suaminya harus pergi bekerja.


Malam itu tuan Aslan pergi dengan seseorang untuk mendampinginya, tapi dia tidak mengizinkan mendekati tuan Aslan kalau dia bertemu Lika nanti. Restoran makanan Thailand yang dipilih Citra. Dia memesan ruang VVIP yang sangat inden di restoran tersebut. Hanya ada beberapa kursi untuk tamu yang hendak makan di tempat itu.


Lika sudah duduk di kursi dan tuan Aslan menghampirinya, selang beberapa menit lelaki yang tadi satu mobil dengannya duduk tepat didepan kursi mereka berdua dan dia saling berhadapan dengan Lika tapi terhalang badan tuan Aslan.


Tuan Aslan ingin mengetahui apa yang direncanakan Lika dia berpura pura ke kamar mandi. Dilihatnya Lika memasukkan obat ke dalam minuman tuan Aslan yang dari tadi belum di minumnya.


Lelaki yang mengawasi Lika menelpon tuan Aslan dan memberi tahu apa yang dilakukan Lika pada minuman tuan Aslan.


Setelah tuan Aslan kembali dia langsung makan dan cepat cepat menghabiskan makanan milik nya. Tuan Aslan sengaja membiarkan minuman yang sudah diberi obat, tampak senyum terukir di bibir Lika.

__ADS_1


Setelah selesai, tepat seperti pesan tuan Aslan pada Citra dia harus menelpon pada jam sepuluh lewat lima belas. Tuan Aslan pun meminum habis juga minuman yang di beri obat waktu berbicara di telpon bersama Citra.


Tanpa pikir panjang tuan Aslan pamit pada Lika dan langsung menuju mobil nya.


Di perjalanan pulang, badan tuan Aslan mulai panas dan tak terkendali. Dia mulai melepas jas, dadi, sepatu, bahkan membuka kancing kemejanya.


Sampai di rumah Citra sudah menunggunya di ruang tamu. Citra heran dengan wajah tuan Aslan yang tidak seperti biasanya. Merah seperti orang marah tapi tersenyum terus secara gak jelas ke Citra.


Citra pun memapah suaminya ke kamar.


"Mas tadi makan apa"


"Dasar pelit" Citra mulai ngambek sam tuan Aslan.


Tuan Aslan pun sudah bergairah ingin menikmati tubuh Citra. Sampai di kamar tuan Aslan mengatakan sesuatu yang membuat Citra terheran heran.


"Citra sayang..."


" Mau gak aku lepasin baju kamu''

__ADS_1


" Kan sekarang malam malam udara nya dingin"


"Kamu pasti merasa kegerahan"


"Aku aja sampai buka baju kayak gini"


Renggek tuan Aslan sambil mengelu elus bahu Citra.


Citra hanya diam tuan Aslan berbicara seperti itu, Karena Citra tahu pasti di luar sana terjadi sesuatu yang membuat tuan Aslan seperti ini.


Citra pun mengiyakan permintaan tuan Aslan dan mereka masuk kasih sampai berkali kali karena efek obat perkasa yang diberikan Lika.


Sedangkan Lika sangat kesal dan menggerutu rencana nya gagal total. Di pulang dan sampai rumah dia mengutuki Citra tanpa henti nya.


"Awas saja kamu Citra, aku akan membuat mu menghilang dari kehidupan mas Aslan untuk ke dua kalinya"


"Dan aku pastikan kamu tidak akan bisa kembali"


Lika berbicara dengan nada yang sangat picik.

__ADS_1


__ADS_2