Wanitaku Pejuang Hebat

Wanitaku Pejuang Hebat
Rahasiakan siapa aku...


__ADS_3

Teringat aku juga meninggalkan tuan Aslan di tepat kerjaku. segera aku berlari menuju tempatku bekerja. Wow... pandangan yang sangat menakjubkan seorang tuan Aslan membantu pelanggan wanita untukemilih sepatu.


Bahkan perkataanya, sangat meyakinkan pelanggan dan pelanggan itu langsung teryakinkan hatinya. Dan tidak segan tuan Aslan membantu pelanggan kami mencoba sepatu itu. Aku gak habis pikir apa iya nih orang pemilik bisnis Santosa batinku.


"Bagaiman nyonya apa nyaman dimaki anda" tanya tuan Aslan


"Iya sangat nyaman dan empuk, bahkan tumit gak kerasa sakit meski higt Hells ya" nyonya itu mencoba berdiri dengan sepatu salah satu brand yang dijual toko ini.


"Apa nyonya ambil ini" tanya tuan Aslan.


"Ya tentu warnanya aku juga suka sekali" kata nyonya itu.


Aku langsung menghampiri mereka berdua mana ada bos besar jongkok ngebantu buat pakai sepatu ke pelanggan. Jujur kebanyakan pelanggan yang aku ladenin semua rata rata memiliki sifat angkuh dan sombong karen banyak duit kali ya... La ini kok beda kali ya maereka yang pernah kutemui.


Jam rolex langsung ku taruh ke dalam sakuku. Dan melayani nyonya itu adalah kewajiban ku.


"Maaf nyonya, apa nyonya ambil yang ini" tanyaku.

__ADS_1


"Iya.. karna kata mas pramuniaga ini sangat cocok dan nyaman dikakiku" jelas nyonya itu.


"Dipack atau langsung dipakai nyonya" tanyaku lagi.


"Langsung dipakai saja. Ini" kata nyonya itu sambil membuka dompet dan menyodorkan black card kepadaku.


Aku menatap wajah tuan Aslan yang memberiku senyum tipis padaku. Heran kali nih orang seharusnya kan dia gak kayak gitu ya ke pelanggan ini kan kewajiban ku untuk melayani nyonya ini batinku. Ah biarlah yang penting aku tidak merugikan tuan Aslan sama sekali.


Setelah selesai pembayaran nyonya itu keluar toko. Dan aku menghampiri tuan Aslan.


"Tuan jam tangan anda" aku berniat mengembalikanya pada pemiliknya.


"Eh... Bukan begitu tuan, seharusnya saya tidak menerima ini. terlalu mahal bagiku tuan" jelasku lagi padanya.


"Terus gimana dengan uang dia setengah juta yang kemaren kalau ini dikembalikan, kamu sudah nolong aku agar tidak malu didepan para investor" jelasnya lagi.


"Bukanya saya ingin menyinggung Anda tuan. saya ikhlas bantu tuan Aslan waktu itu. Dan jam tangan ini harus ada di tempat semestinya. Saya tidak minta imbalan apapun dari tuan Aslan, karna Allah sudah ganti uang tersebut dengan berbagai bonus penjualanku" jelasku panjang lebar pada tuan Aslan.

__ADS_1


"Ini mohon diterima tuan Aslan" kataku lagi.


Dengan enggan tuan Aslan menggambil kembali jam tangan itu. Mungkin dalam hatinya tidak bermaksud Menganti jasa dan budiku dengan jam tangan mahal itu. Lebih tepatnya sebagai hadiah ataupun bonus.


Lain halnya dengan aku, apapun itu kalau bukan hak kita jangan diterima begitu saja. Mungkin kalau orang lain yang terima langsung dijual jam rolex mahal itu. Tapi bagiku jangan memanfaatkan orang lain untuk kepuasan batin dan emosi kita. Karena aku sangat tahu betul perasaan itu.


"Cit... siapa nih" tanya mbak anggun.


"Eh ini kak anggun beliau tuan Aslan Hadi Mega Santosa dia..." kataku belum selesai kulihat tangan teluknjuk tuan Aslan mengisyaratkan agar aku tidak menerukan perkataan ku.


"Shif kamu sudah selesai sekarang aku yang jaga. Makasih ya udah mau gantiin aku"kata mbak sella.


"Ok gak masalah mbak" jawabku.


Kulihat tuan Aslan berpaling dari kak sella dan mendekatkan badanya padaku seraya berbisik. Kutunggu didepan pintu toko jangan lama lama buat aku nunggu kamu.


Deg....

__ADS_1


hati ini...


Apa tujuan tuan Aslan.


__ADS_2