
Setelah sampai Citra menuju taman kota yang di konfirmasi oleh Lika. Dangan memakai sandal jepit biasa dan rambut yang dikuncir ekor kuda. Citra melambaikan tangan pada Lika dan menghampirinya.
Lika memeluk Citra dan mengatakan bahwa dia sangat kangen dan ingin bertemu dengan nya. Kini mereka berdua bercanda dan tertawa bersama, tapi Citra tidak sekalipun menyinggung masalah tuan Aslan. Malahan Lika bercerita tentang seberapa sempurna nya tuan Asan bagi Lika.
Dan Citra memahami akan hal itu, suaminya memang sempurna dalam segala hal baik kecerdasan, fisik, perilaku, bahkan sampai finansial.
Tapi tidak semua orang tahu bahwa tuan Aslan sangat rapuh ketika Citra tidak ada di samping nya. Karena tuan Asan sudah tidak menginginkan kepergian orang orang yang sangat dicintai dan disayanginya.
Lika telah tahu bahwa Citra sudah menikah dengan tuan Aslan lewat mata mata yang dia kirim untuk mengawasi tuan Aslan. Tapi sampai detik ini Lika malah menggila dengan obsesinya terhadap tuan Aslan.
Tuan Aslan menyamar dan duduk di sebelah Citra. Karena tuan Aslan Makai celana training pendek, kaos oblong dan memakai topi jadi tidak yang mengenalinya. Bahkan tuan Aslan memakai masker agar penyamaran tambah sempurna. Tapi hati tuan Aslan merasa jijik pada Lika karena menceritakan dirinya dengan penuh obsesi dan hawa nafsu yang memburu.
Sedangkan Citra hanya tersenyum kecut mendengar suaminya dipuji wanita lain.
Bahkan Lika juga memamerkan bahwa dia adalah tunangan dari tuan Aslan yang perkasa.
Citra pun berfikir tuan Aslan yang perkasa, setahu Citra seperkasa apa suaminya hanya Citra yang tahu seberapa hebatnya ketika diatas ranjang. Sebab itu Citra hanya mengangguk anggukan kepala dan hanya berkata iya pada Lika.
__ADS_1
"Kamu tahu"
"Aku suka mas Aslan itu"
"Karena keperkasaannya itu lho"
"Yang buat aku semakin rindu dan cinta sama dia"
"Aku tahu dia itu sangat ganas" oceh Lika.
Setelah Lika puas mengobrol dengan Citra akhirnya Lika mengajak Citra untuk makan siang bersama nya di restoran ternama yang ada di sekitaran taman kota tersebut.
Sampai di tepi jalan raya banyak mobil yang berlalu lalang, Lika dan Citra berdiri di tepian jalan raya hendak menyeberang di arah kanan jalan tampak ada mobil yang melaju kencang.
Dan dengan spontan Lika mendorong tubuh Citra ke tengah jalan, untungnya Citra tidak sampai terjatuh dan Citra menyadari ada mobil yang melaju begitu kencang menuju ke arah nya.
"Ah......" teriak Citra histeris.
__ADS_1
Tapi tuan Aslan datang tepat waktu, dia menarik lengan Citra dan memeluk tubuh Citra yang bergetar hebat karena syock.
Setelah Citra dipeluk oleh tuan Aslan mobil pun melaju sangat kencang.
Karena syock yang begitu hebat, Citra mengalami kram pada perut nya. kedua tangan Citra langsung memegang perutnya dan badanya mulai limbung. Tapi dengan sigap tuan Aslan membawa pergi Citra dari tepi jalan meski banyak orang yang berkerumun.
Ketika semua orang berkerumun, Lika diam diam pergi dari tempat itu dan menaiki mobil pulang menuju rumah.
"Sial, aku gagal lagi"
"Kenapa mas Aslan ada di situ"
"Kenapa aku gak nyadar kalau Citra diantar mas Aslan" celetuk Citra penuh amarah.
Tuan Aslan tahu bahwa itu di sengaja, akhirnya tuan Aslan memutuskan untuk melaporkan perbuatan Lika pada polisi.
Awalnya tuan Aslan ingin memutuskan pertunangannya dengan Lika secara baik baik. Tapi sekarang tuan Aslan sangat geram pada Lika dan akan segera mengumumkan pertunangan nya dengan Lika telah batal.
__ADS_1
Sekaligus menjebloskannya ke penjara dengan alasan percobaan pembunuhan pada dua orang. Ya dua orang Citra dan bayi yang ada dalam perutnya.