Wanitaku Pejuang Hebat

Wanitaku Pejuang Hebat
Harapan baru dalam hidupku


__ADS_3

Ijazah diumumkan telah keluar, itu artinya aku bisa mencari pekerjaan di kota dan menjauh dari keluargaku. Aku sangat mengetahui bahwa membuat surat lamaran pekerjaan membutuhkan lampiran lampiran. Termasuk kartu keluarga atau KK, tapi aku sudah tau sejak jauh jauh hari. Ketika bapak menyuruhku memfotokopinya, aku rangkap beberapa lembar dan aku simpan dalam tasku. kalau tanda tangan bapak, hanya tertanda nama bapak dengan tulisan latin.


Aku tau semua itu salah, tapi aku terpaksa melakukanya. Semua telah aku persiapkan dengan matang termasuk berkas berkasnya.


"Semoga aku dapat pekerjaan yang bisa merubah nasibku" doaku dalam hati. Besok aku akan ke kota bersama salah satu teman untuk mengajukan permohonan kerja. Dia satu kelas denganku padahal kami tidak begitu akrab waktu sekolah dulu. Namanya Nita Kamelia dan biasa disapa Nita.


Sebelum mendapat pekerjaan aku masih bekerja di warung Bu Asna. Tapi Bu Asna selalu menyemangati ku agar aku selalu berpikir positif dan mempunyai kehidupan lebih baik dari sekarang.


Pagi sudah menyambutku, aku bergegas mandi dan mempersiapkan diri. Tinggal menunggu Nita, aku duduk di teras rumah. Tidak lama kemudian Nita datang dengan membawa sepeda motornya.


"Assalamualaikum..." sapanya


"Waalaikumsallam..." sahutku.


"Cit, kamu sudah siapkah..." tanyanya.


"Sudah dong, bahkan berkas untuk melamar kerja sudah aku siapkan seperti yang kau katakan" jelasku.


"Yaudah... ayo berangkat" ajaknya.


"Sebentar ya aku pamit dulu pada Bu Rita" kataku.

__ADS_1


Aku masuk ke dalam rumah, kucari cari Bu Rita yang sedang menonton televisi.


"Bu..." panggilku.


"Mau berangkat ya cit, tak doain lancar ya nak..." katanya padaku.


"Iya Bu,,, Assalamualaikum" kataku.


"Waalaikumsallam" jawab Bu Rita.


Aku naik sepeda motor, kami melaju dengan kecepatan sedang. Nita berkonsentrasi menyetir motornya, aku berdoa dalam hati semoga bisa keterima kerja. Kami akhirnya ditempat kerja yang kami tuju, ternyata Nita mengajakku ke sebuah mall besar. Kami naik tangga berjalan beberapa lantai dan berhenti di lantai paling atas. Kami melihat juga banyak wanita yang ingin melamar pekerjaan ini.


"Silakan duduk" kata laki laki berparas tampan.


"Iya, terima kasih" kataku.


Di kartu identitas kerja terdapat nama dan jabatan yang digelar oleh laki laki itu. Namanya pak Bobby Prayoga, dan aku baca jabatanya adalah HRD.


"Ok,,, nilaimu bagus dalam akademis. katanya sambil mengangguk anggukan kepalanya.


"Tujuanmu bekerja disini apa?" tanyanya.

__ADS_1


"Untuk cari penghasilan pak dan untuk biaya hidup" kataku.


Sontak pak HRD ini langsung melihat wajahku dengan seksama.


"Kamu sudah pernah kerja ya... kok jawabanmu beda dari yang lainnya" tanyanya.


"Iya pak sudah, kerja paruh waktu" jelasku.


Aku menjelaskan penggalaman kerja yang pernah aku lakukan meski hanya di warung milik Bu Asna. Aku tidak malu untuk berbagi pengalaman meski itu membuatku teringat dengan satu persatu anggota keluargaku. Saya melihat raut muka pak Bobby berubah takjub melihat aku.


" Kamu kerja mulai umur berapa?" tanyanya.


"Umur 12 tahun pak" kataku.


"Ok,,, kita lihat nanti apa kamu diterima apa tidak yaitu terserah keputusan kantor" jelasnya.


"Iya, pak terima kasih'' kataku.


Aku keluar ruangan dan menuju Nita, sekarang giliran Nita yang dipanggil. Aku membisikkan kalau ditanya apa tujuanmu kerja disini kamu harus jawab untuk cari penghasilan dan memenuhi kebutuhan hidup kataku.


Allah tidak akan pernah lupa membagi rezeki untuk setiap umatnya. Kerena ada kehidupan pasti ada harapan didepan kita asal kita mau berusah mendapatkannya. Meraih sebuah mimpi tak semudah memetik buah yang masih menggantung dipohon. semua butuh perjuangan dan proses, itu yang membuat orang bisa berpikir maju untuk dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2