
Beberapa Minggu ini citra dan tuan Aslan semakin sering melakukanya. Bahkan tuan Aslan mulai kecanduan kenikmatan tubuh citra. Tapi tuan Aslan berjanji akan menikahinya setelah kakek Raditya pulang dari keliling Asia. Karena itu impian dari kakek Raditya sejak masih lajang dan masih belum punya apa apa seperti sekarang ini.
Tuan Aslan menceritakan semua kehidupannya, siapa kakek neneknya ayah ibunya seluk beluk kehidupan tuan Aslan diceritakan secara gamblang oleh tuan Aslan.
Citra malah sebaliknya, dia lebih tertutup dan tidak mau terbuka kepada tuan Aslan. Itu semua dimaklumi tuan Aslan, nanti pada waktunya pasti citra akan bercerita semua masalah beban berat padanya.
Diatas ranjang tanpa sehelai benangpun mereka berdua berpadu kasih, setelah merasa capek mereka tidur sangat pulas. Tanpa mereka tahu sebenarnya citra sudah ingin memberitahukan kalau sahabatnya sangat memimpikan dirinya.
Pagi itu, tuan Aslan telah menyiapkan sarapan. Hari ini citra ambil cuti dua hari untuk memberi hadiah terakhir pada tuan Aslan. Tidak lain adalah kenikmatan tubuhnya yang sudah dinikmati tuan Aslan beberapa Minggu ini.
"Mau sarapan cantik" tanya tuan Aslan pada citra yang baru saja keluar dari kamar.
"Ya... Aku sangat lapar sekali mas" tegas citra.
"Kamu nanti kalau aku pergi tidak ada disini, jangan sedih ya? Kan cuman tiga Minggu" jelas tuan Aslan.
__ADS_1
"Siapa kali yang sedih, yang kamu nya itu mas yang kangen dan kecanduan ma tubuhku" citra mulai menggoda tuan Aslan dengan sangat centil.
Mereka sarapan dengan lahap, siang itu juga mereka pulang ke Jakarta. Sampai di kosan citra merasa ada yang aneh pada dirinya. Dia merasa mulai aneh dengan bau bau yang ada disekitarnya.
Tepat pukul empat sore tuan Aslan akhirnya pergi ke cina untuk urusan bisnis. Dan sesuatu yang luar biasa sudah menanti citra esok hari.
Sudah akhir bulan kedua tahun ini, citra belum menyadari kalau dirinya tengah hamil.
Pagi itu citra bergegas berangkat kerja, tapi ketika dia ingin beli gorengan langgananya didepan gang kosan. Ada yang aneh, dia merasakan hal aneh dengan bau bau yang sudah biasanya dia cium hampir tiga tahun ini.
Padahal dia sudah membeli gorengan tersebut dan sudah dipegangnya.
Ditempat kerja lumayan sepi hari ini, tiba tiba Lika datang menghampiri citra. Spontan citra tersenyum manis kepada Lika. Tapi tak disangka Lika langsung menampar citra berkali kali sampai kedua pipinya memerah seperti buah tomat. Citra tidak bisa membalas tamparan itu, karena citra sangat sadar diri kalau dirinya telah berhutang Budi yang sangat besar pada Lika.
"Ini yang namanya perebut pacar temen sendiri. Dasar tak tau diuntung. Kamu tak lebih dari wanita ****** hah...." Lika mengomel sambil menunjuk nunjuk pada citra.
__ADS_1
"Kamu padahal sudah kuberi tau dia itu impian aku'' celetuk Lika kembali.
"Emang kamu nya aja yang kegatelan sama laki gue" Lika berbicara sangat lantang.
Citra hanya diam membisu dengan umpatan dan cacian yang diberikan padanya. Semua mata pengunjung toko tertuju padanya. Bahkan ada yang merekam kejadian itu.
"Lika,,, aku tidak tahu kalau dia adalah laki laki yang kamu suka" citra membela diri.
Tpi Lila tak mau mendengar apapun dari citra. Lika terus menyerangnya dengan kata kata yang tidak pantas.
Dan selang beberapa waktu...
Bruukkkkk....
Akhirnya Lila pingsan, mungkin karena terlalu syok dan sudah capek karena marah.
__ADS_1
Diposisi seperti ini seharusnya yang pingsan adalah citra. Dilain emosinya yang terguncang dia tengah mengandung anak dari tuan Aslan.