Wanitaku Pejuang Hebat

Wanitaku Pejuang Hebat
Pria dekil ingin baju branded


__ADS_3

Aslan sedang berdiri ditengah proyek dan mengamati cara kerja konstruksi bangunan. mulai dari yang kerja lapangan hingga dalam ruangan masalah arsitek bangunan. Dia Aslan Hadi Mega Santosa, dari keluarga Mega Santosa yang merajai bisnis kalangan atas. Mulai dari properti, konstruksi, hingga saham asing dia merajainya. Disamping warisan yang melimpah diumurnya yang ke 27 tahun gelar insinyur pun sudah didapat dengan mudahnya.


Drttt...


Drttt...


Ponsel Aslan berbunyi, segera diambilnya dari nakas dan menjawab telepon tersebut.


"Halo Assalamualaikum... "


Mungkin percakapan bisnis yang sedang dibahas raut muka nya menegang ketika alih alih mendengar investor dari luar negeri akan pratinjau bangunan yang sedang digarap saat ini.


" Mang Asep mang Asep" katanya mencari pria agak pendek berbadan bontot tersebut.


" Mang Asep tadi pulang buru buru tuan" kata salah satu mandor.


"Lho gimana nih aku harus segera ke kantor investorku sdh otw nih..." Jawabnya.

__ADS_1


" Naik motorku aja tuan" pak mandor mencoba mencarikan jalan keluar.


"Iya kan bisa lebih cepet ya" sahut Aslan.


"Ini tuan kuncinya" kata mandor itu.


"Mang Asep tiba tiba pulang kenapa pak" tanya Aslan.


"Eh,,, anu pak istrinya mau nglahirin jdi pinjam mobil bapak untuk antar bininya ke bidan. dan tadi aku disuruh menyampaikan tapi tuan Aslan sibuk telpon jadi gak bisa ngomong, terus lupa" jelas mandor tersebut.


"Iya lah gak papa mang Edi"


Ehhh... alhasil butiran semen berhamburan ke baju dan muka tuan muda Aslan.


"Aduh... lagi mau rapat nih, mang Asep pulang. Terus rumah jauh, baju kotor pula" gerutu Aslan.


"Maaf tuan tidak tahu kalau dibelakang ada tuan" pegawai itu berusaha minta maaf.

__ADS_1


"Iya iya gak pa, lagian aku mau lewat gak permisi. sudah sudah jangan minta maaf terus mending beresin tulang besi ini biar gak nyangkut lagi" jelas Aslan.


Aslan melaju pergi ingin mengendarai motor yang diparkir disebelah jalan. Tapi langkah Aslan terhenti ketika ada mobil truck bawa muatan lewat.


Dan crootttt....


Genangan air jalan membuat celananya kena lumpur dan air. lengkap deh, kayak gak beruntung hati ini batin Aslan. sialnya kok terus gak berhenti.


Pikiran Aslan langsung menuju mall pusat kota untuk beli baju baru dan langsung dipakai. Karena kurang dari satu jam lagi investor sampai kantor Aslan. Langsung motor mang Edi dikendarai menembus padatnya kota, itulah yang spesial dari seorang Aslan Hadi Mega Santosa. Meski kaya dan berpendidikan tinggi tetap menghargai sesama meski itu hanya pegawai biasa atau kuli bangunan.


Banyak yang kagum dengan dia, tapi dia belum menemukan jodoh yang pas untuk dirinya. karena Aslan ingin ketika menikah kelak wanita pilihanya bisa merawat kakeknya yang lumpuh karena sakit strok.


motor terus melaju dan sampai didepan mall. Mungkin semua orang tidak tahu bahwa Aslan lah pemilik mall ini. karena dia tidak mau diketahui oleh publik bahwa dia salah satu crazy rich di kota ini.


Ketika naik exkalator semua melihatnya dengan sinis dan menyindirnya. orang kotor kayak gini kok boleh berkeliaran di mall ini.


Tapi suara itu tak digubris, karena Aslan berfikir ini mall punya ku jadi suka suka saya mau kesini kapan saja gumanya dalam hati.

__ADS_1


sampai di lantai 3 tempat dimana barang barang branded dijual. Dan Aslan melangkahkan kaki ke toko pakaian dimana tempat citra bekerja.


__ADS_2