Wanitaku Pejuang Hebat

Wanitaku Pejuang Hebat
Putus asa


__ADS_3

Setelah tuan Aslan meninggalkan rumah Lika, suasana menjadi aneh. Detak jantung Lika mulai berima stabil, Lika menuju rumah dan langsung masuk kamar. Lika duduk didepan meja rias dan menatap cerminan wajahnya di situ.


" Rencanamu gagal lagi Lika, setibanya di villa seharusnya tuan Aslan kuberikan obat perangsang agar bisa melakukanya denganku"


"Lika, kamu itu cantik berusahalah lebih keras lagi untuk mendapatkan kak Aslan"


''Kamu punya segalanya Lika , kalau uang tidak bisa untuk mendapatkan kak Aslan maka nyawaku yang akan mendapatkan kak Aslan"


"Citra hanya gadis miskin yang tidak punya apa apa"


" Dulu aku yang ngasih dia makan waktu lapar dan ngasih baju waktu dia tidak punya baju"


"Tapi kenapa kamu lebih memilih dia"


Lika berbicara pada bayangan nya sendiri di cermin.


Tanpa disadari Lika membuka laci rias nya. Disitu ada cutter, Lika memegangnya dan mendekatkan cutter itu didekat pergelangan tangan nya.

__ADS_1


"Meski dengan cara kotor aku harus memilikimu kak Aslan" guman Lika lagi.


Lika mulai mengiris pergelangan tangannya sambil berteriak histeris dan penghuni rumah langsung panik menuju kamar Lika.


Ketika kamar dibuka Lika sudah dengan posisi duduk dan pergelangan tangannya mengeluarkan darah yang sangat banyak sampai ke lantai. Para pembantu bahkan sopir langsung menelpon rumah sakit terdekat.


Ayah dan ibu Lika belum ada dirumah karena masih ada di pabrik gula. Kini Lika sudah terbayang bayang wajah tuan Aslan dan tangannya berusaha menggapai wajah tuan Aslan, itu hanya halusinasi Lika dan akhirnya Lika pingsan.


Sesegera mungkin Lika dibawa ke rumah sakit, darah yang keluar sangat banyak sampai itu membuat wajah Lika pucat pasti.


Sampai di IGD dokter menangani kondisi Lika dengan sangat serius karena Lika masuk kondisi kritis.


Setelah beberapa menit Lila dipindahkan diruang ICU dengan segala peralatan yang menempel pada tubuhnya.


Selang beberapa waktu ayah dan ibu Lika telah datang dan mereka berdua menangis sejadi jadinya apalagi ibu Wati menangis dengan sangat histeris sampai berteriak. Karena takut kehilangan anak semata wayang nya.


"Pa... Tolong Lika pa" kata ibu Wati kepada suaminya.

__ADS_1


"Kita hanya bisa berdoa ma..." kata bapak Hendri sambil menangis.


"Pa bujuk Aslan untuk anak kita" pinta ibu Wati lagi.


"Apa mama yakin lewat Aslan akan keajaiban untuk anak kita" jawab bapak Hendri lagi.


"Pasti pa, karena aku pernah baca buku diary nya Lika dia sangat terobsesi dengan Aslan" bujuk ibu Wati lagi.


Bapak Hendri hanya diam, memikirkan apa yang dikatakan oleh istrinya. bapak Hendri mendekat kaca pembatas ruang ICU dan melihat putri kecilnya yang sangat menginginkan cinta dari seorang Aslan Hadi Mega Santosa.


Bapak Hendri tahu bahwa tindakan putrinya adalah batas obsesi nya pada Aslan. Dan itu sangat salah, apa kakek Raditya mau menerima menantu dengan sikap yang seperti itu. Kini bapak Hendri mulai menimbang rasa dalam hatinya, tapi seorang ayah tetaplah ayah. Apapun akan dilakukan demi kebahagiaan anaknya.


"Mama ikut papa saja besok dan jangan banyak tanya" punya bapak Hendri.


"Kemana pa,,, kondisi Lika tidak bisa ditinggalkan pa" jawab ibu Wati.


"Justru ini demi Lika ma, kita harus membuang keegoisan kita demi putri kita" kata bapak Hendri lirih.

__ADS_1


Ibu Wati hanya terdiam, dia penasaran akan pergi kemanakah besok. Tapi ibu Wati percaya bahwa suaminya memiliki jalan keluar untuk semua situasi ini.


__ADS_2