
Tiga Minggu telah berlalu, kini pesawat yang ditumpang tuan Aslan telah landing di Indonesia. Pikirannya begitu tertuju ingin bertemu Citra gadis kepiting hantu kesayangannya. Dilain itu dia juga sangat rindu akan tubuh Citra. Hasratnya sudah tertahan selama ini, dan tidak bisa dibendung lagi.
Didalam toko, tampak para wanita pengunjung toko memperhatikan tuan Aslan dan mulai menghampirinya. Tapi tuan Aslan pergi dari mereka begitu saja. Pandangan tuan Aslan mencari cari sosok Citra. Tapi tidak ditemukannya.
Tuan Aslan masuk kantor manager, Bu Angela sangat terkejut dengan kedatangan tuan Aslan secara tiba tiba.
"Staf karyawan yang bernama citra priskila"
"Sudah kami pecat tuan, dengan alasan menjaga nama baik perusahaan" jelas Bu Angela.
Bu Angela menceritakan kronologi yang terjadi tiga Minggu yang lalu. Tuan Aslan ingin marah ada Lika, ya pada Lika. Karena tuan Aslan tahu ayah Lika salah satu investor perusahaanya di cabang properti bukan toserba ini.
Tuan Aslan langsung beranjak pergi, pikirannya berkecamuk mendengar Citra ditampar dan dipermalukan Lika beberapa kali di depan umum dan tuan Aslan tidak bisa membelanya sama sekali.
"Seharusnya aku membawanya bersamaku" gerutu tuan Aslan.
Kini tuan Aslan menuju tempat kosan Citra, nihil ibu kos nya bilang Citra pindah kerja ke luar kota.
"Ibu tahu kemana kita mana Citra pindah kerja" tanya tuan Aslan.
__ADS_1
"Citra hanya memberitahuku kalau pindah kerja. Ke kota mananya gak ngasih tau mas" jawab ibu kos citra.
Kini tuan Aslan mau mencari kemana lagi, karena Citra sekalipun tidak pernah menceritakan tentang keluarganya maupun dimana rumahnya.
Pikiran tuan Aslan tertuju pada Lika, mungkin dia akan memberi tahu dimana posisi Citra sekarang. Tanpa pikir panjang mobil dilajukan ke rumah Lika. Karena orang tua Lika telah menjual rumahnya yang dikampung dan membeli rumah mewah di kota. Dengan tujuan lebih dekat dengan kediaman tuan Aslan.
Sampai didepan rumah, satpam membuka gerbang pintu rumah. Dan Lika sangat senang bukan kepalang ketika tuan aslan berkunjung ke rumahnya.
Tapi basa basi, taun Aslan membuka suara
"Kamu tahu dimana Citra" tanya tuan Aslan.
"Dia adalah calon istriku" tegas tuan Aslan.
Lika terdiam seketika, dan sangat syok. Tubuh Lika mulai gontai dan akhirnya
Brukkkk.....
Lika pingsan, para penghuni rumah Lika sangat terkejut dan mereka semua sangat khawatir dengan keadaan Lika.
__ADS_1
Sekarang Lika berada di rumah sakit kembali, tuan Aslan menjaganya sampai orang tua Lika datang.
Tuan Aslan hanya terdiam tak bersuara meski berdiri di sebelah ranjang Lika.
"Tuan Aslan, maaf merepotkan anda" suara ayah Lika mengejutkan tuan Aslan.
"Tidak masalah, kenapa semua begitu panik padahal hanya pingsan" jawab tuan Aslan.
Ayah Lika menjelaskan kondisi kesehatannya. Dan ayah Lika mulai memberi pengertian pada tuan Aslan kalau putrinya sangat memimpikan dirinya. Tuan Aslan tidak menggubris, malah tuan Aslan menjelaskan pada ayah Lika kejadian tiga Minggu yang lalu.
Memang Citra orang miskin tapi kepribadiannya membuat tuan aslan jatuh cinta padanya.
Bahkan ayah Lika juga meminta maaf atas nama anaknya, Malu tentu saja. Ayah Lika tidak menyangka putrinya begitu tidak sopan pada orang lain.
Tuan Aslan beranjak pergi dengan tidak mendapat informasi apa apa. Mungkin Citra butuh waktu untuk sendirian setelah mengalami kejadian tiga Minggu yang lalu.
Perasaan tuan Aslan pada Citra semakin menggebu, karena ada perasaan yang tidak bisa terlukiskan. Mungkin ini yang disebut perasaan kepada belahan jiwanya, tapi tuan Aslan tidak tahu bahwa itu adalah perasaan yang dialami calon seorang ayah.
Tuan Aslan pulang ke rumahnya sangat larut malam tanpa mendapatkan hasil apa apa. Setelah membersihkan diri tuan Aslan langsung tertidur namun pikirannya melayang layang banyak hal.
__ADS_1