
Kakek Raditya duduk di kursi roda sambil minum teh herbal yang diperolehnya dari cina. Memandang taman bunga yang tertata rapi dan kolam ikan yang penuh ikan koi gemuk warna warni.
Tuan Aslan menghampiri kakek Raditya, menanyakan perihal liburannya. Tapi kakek Raditya malah memberi pertanyaan yang membuat tuan Aslan terdiam.
"Liburan kakek membuat kakek lelah kah?" tanya tuan Aslan.
"Tidak juga,,, malah kakek merasa sehat bahkan setelah terapi kamu tahu sendiri sekarang kakek bisa berjalan tegap meski dibantu tongkat" jawab kakek Raditya.
"O... Aku ikut senang jika kakek ada kemajuan untuk kesehatannya" kata tuan Aslan.
"Aslan..." panggil kakek Raditya.
"Ya kakek, ada apa" jawab tuan Aslan.
__ADS_1
"Citra kenapa gak dibawa menemui kakek kan kakek sudah pulang" tanya kakek Raditya.
"Itu, Citra sibuk kerja kek. Gak bisa diganggu" sanggah tuan Aslan.
"Masak, itu kan toserba kamu. Masak kamu yang minta dia cuti sehari saja kamu gak bisa'' pinta kakek Raditya.
"Iya, nanti aku ajak kesini" jawab tuan Aslan.
Di Mobil tuan Aslan berfikir keras sampai saat ini belum menemukan Citra. Sudah empat minggu dia berusaha keras supaya cepat menemuinya. Tuan Aslan mulai resah memikirkan apa alasan Citra pergi tanpa pamit drinya.
Waktu menyetir, tiba tiba ada tukang bubur ayam dipinggir jalan yang lagi mangkal. Entah kenapa tuan Aslan ingin makan makanan itu. Tuan Aslan menepikan mobil mewahnya, dan membeli bubur ayam itu. Setelah dibungkus dia pergi ke kantornya, sampai di sana mas Arif melihat tuan Aslan menenteng kotak makanan sangat keheranan. mas Arif mulai berfikir mulai kapan tuan Aslan mau makanan pinggir jalan kek gitu.
Mas Arif hanya diam dan menunggu tuan Aslan menghabiskan makanan itu. Kemarin disuruh bawa Abang tukang gerobak rujak manis sekarang bubur ayam, besok apa lagi nih...
__ADS_1
Setelah selesai makan tuan Aslan mulai bekerja seperti biasanya. Rapat divisi pembangunan proyek toserba yang berada di Semarang dimulai. Semua karyawan mencurahkan ide dan solusi atas lokasi itu. Tuan Aslan tidak langsung menyetujui proyek itu, karena dia ingin pekerja lapangan harus punya kerja etos tinggi.
Rapat Pun selesai, kini tuan Aslan duduk sendirian dan memejamkan mata. Memikirkan proyek yang akan dikerjakan, dan memikirkan Citra dimana.
"Sayang kembalilah padaku,, aku sangat merindukanmu. Terutama kenikmatan tubuhmu sayang" Giman tuan Aslan pada dirinya sendiri.
Jam dua siang tuan Aslan harus menemui tim proyek yang akan mengerjakan pembangunan. Dia beristirahat sejenak di dalam ruang istirahatnya, mungkin karena lelah pikiran tuan Aslan pun tertidur pulas. Alarm jam tangannya berbunyi tepat pukul setengah dua, tuan Aslan pun bangun dan mulai bersiap. Tapi tanpa disangka rasa mual dan pusing menyerang tuan Aslan. Tuan Aslan pun langsung menuju toilet, bubur ayam tadi yang dia makan sebelum rapat keluar semua.
Setelah membersihkan diri, terbayang es kelapa muda di kepala tuan Aslan.
Aku ini kenapa sih,,, kenapa ingin makan yang aneh aneh. Apa aku benar benar ngidam kayak ibu yang sedang hamil. Tuan Aslan langsung teringat Citra, kalau memang Citra hamil anakku izinkan aku bertemu dengannya Ya Allah. Tuan Aslan mulai meninggalkan ruang istirahatnya dan pergi menemui pimpinan proyek yang akan melakukan pembangunan gedung toserbanya di Semarang.
Tapi tuan Aslan tidak tahu kalau Lika yang sangat berambisi padanya sedang merencanakan sesuatu untuk mendapatkannya. Karena Lika dari kecil selalu terpenuhi keinginannya, jadi untuk kali ini tuan Aslan pun juga harus dia dapatkan. Bagaimanapun caranya, meski memakai jalan yang kotor dan tidak masuk akal.
__ADS_1