Wanitaku Pejuang Hebat

Wanitaku Pejuang Hebat
Emosi tuan Aslan


__ADS_3

Citra masih gemetar, dan tuan Aslan membawanya pulang. Tuan Aslan memberikan minum pada Citra dan diteguk habis oleh Citra. Tuan Aslan Meredakan emosinya agar tidak meledak, sampai Citra berhasil ditenangkan dan dibuatnya tidur.


Di ruang tamu tuan Aslan mengumpulkan semua orang yang berada di rumah itu, memberi arahan jangan sampai istrinya keluar rumah lagi tanpa adanya dampingan siapapun. Karena di luar sana banyak musuh bisnis yang tidak suka terhadapnya.


Apalagi setelah tuan Aslan memenangkan lelang bisnis pembangunan proyek toserba cabang Semarang. Karena banyak investor maupun para pemilik saham ingin menguasai daerah tersebut.


Citra tertidur pulas dan tuan Aslan masuk ke kamar, mencium Citra tanpa henti. Tampak diwajahnya kekhawatiran yang tidak bisa terlukiskan. Mungkin bagi tuan Aslan kehilangan orang tua sudah cukup baginya, tidak untuk istri dan anaknya kali ini.


Tuan Aslan menelpon seseorang di seberang sana dan itu membuat tuan Aslan tersenyum sinis dan menakutkan.


"Apa kalian sudah mempersiapkan apa yang saya minta"


"Jangan ada publik yang tahu"


"Sebelum saya memberi kode untuk menyiarkannya di media masa"


Jelas tuan Aslan.


Citra sudah terbangun dan segera duduk, dan Citra sangat terkejut tuan Aslan sudah duduk dekatnya.


"Mas perasaan tadi aku ketemuan sama Lika deh"


"Kok yang ada kamu sih"

__ADS_1


"Tapi tadi aku hampir tertabrak mobil"


"Kayaknya ada yang mendorongku"


Citra berbicara pada tuan Aslan dengan nada manja.


"Sudah gak usah dibahas"


"Perasaanmu gimana"


"Apanya yang sakit"


"Dedek bayinya gak kenapa napa kan?"


Tanya balik tuan Aslan pada Citra.


Itu semua membuat tuan Aslan harus mengalihkan pembicaraannya. Karena kakek Raditya bisa marah besar kalau ikan nya di colong dan di goreng sama Citra.


Citra tiba tiba memeluk tuan Aslan dari belakang, dan mereka berdua sangat menikmati moment itu.


"Kapan anak kita lahir ya mas" tanya Citra pada tuan Aslan.


"Kamu itu aneh deh"

__ADS_1


"Kamu yang hamil kok tanya sama saya"


"Kan kamu bisa nanya sama dokter di umur berapa Minggu anak kita bakal lahir nanti"


Jelas tuan Aslan.


Mereka berdua kin saling berhadapan dan bertatap muka, dan tidak bisa menghalau hasrat masing masing. Tuan Aslan pun mengendong Citra menuju dalam rumah dan membawanya masuk ke kamar. Malam itu mereka memadu kasih dengan senyuman yang terpancar dari wajah mereka.


Besok pagi akan menjadi pagi yang mencekam baik untuk keluarga tuan Aslan maupun keluarga Lika. Karena jumpa pers pemutusan pertunangan akan dipublikasikan besok. Tapi tuan Aslan sangat menjamin tidak akan menganggu usaha dan bisnis keluarga lika.


Pagi pun datang, kini Citra mengantar suaminya pergi ke kantor seperti biasanya.


"Kamu gak boleh kemana mana"


"Kalau mau pergi harus sama aku"


"Aku gak mau kamu dan anak kita dalam bahaya lagi" pinta tuan Aslan.


"Mas nanti aku beliin rujak manis ya..."


"Yang banyak" pinta Citra.


Tapi lagi lagi tuan Aslan malah tertawa, karena pernah melakukan hal gila dengan yang namanya rujak manis.

__ADS_1


Citra heran dan mengernyitkan alisnya. Tuan Aslan ini kenapa selalu ketawa gak jelas setiap Citra minta dibeliin yang namanya rujak manis.


Tapi bagi Citra ya sudahlah, mungkin hanya ingin ketawa saja waktu Citra bilang pingin beli rujak manis.


__ADS_2