
Tidak terasa lebaran telah lewat begitupun ujian kenaikan kelas. Sekarang aku sudah kelas 3 SMA, dan beberapa Minggu lagi akan diadakan ujian akhir sekolah. Semangat menyelimuti perasaanku, begitupun dengan Lika.
"Citra, kamu deg degan gak ujian kurang 2 Minggu lagi nih" kata Lika dengan cemas.
" Nggak kan kita sudah belajar terus selama ini" sahutku.
"Eh,,, kamu itu kan pinter dalam pelajaran. Jelas dong tidak kuatir" komentarnya padaku.
" Bukan begitu Lika, setiap usaha pasti tidak akan membohongi hasil" sahutku.
"Iya,, iya say" kata Lika
Bel berbunyi tanda sudah berakhir untuk sekolah hari ini. Aku bergegas pergi untuk ke tempat Bu Asna. Melangkahkan kaki dengan semangat dan ucapan syukur kepada Allah, itu yang terpenting. sebentar lagi aku bakalan lulus dan bisa mencari pekerjaan.
Dirumah kak putri dan kak Siska berbisik seolah merencanakan sesuatu, keduanya beranjak dari tempat duduk menuju suatu tempat. Rupanya menuju warung Bu Siti dan hendak bertemu seoarang remaja pria. Pria itu berdandan seperti punker, banyak tindik sana sini baju Kumal dan rambut gimbal. Terlihat mereka sedang berbicara amat serius. Bu Siti pemilik warung yang mendengarnya hanya menggeleng ngelengkan kepala melihat tingkah para remaja sekarang.
"Gimana setuju gak boy" kata kak putri
__ADS_1
"Aku dapat imbalan besarkan..." tanyanya.
"Tentu saja,,, ni untuk DP-nya 200rbu." sahut kak Siska.
"Oke, aku bakal lakuin permintaan kalian" jawab boy.
"Bapak ada dirumah jam 5 sore ya boy" jelas kak putri.
"Ok ok pasti semuanya beres" sahut boy.
Nama laki laki itu boy, dia sering nongkrong diterminal untuk mengamen. kadang diterminal ini, kadang diterminal itu. Maklum de punkers.
Jam menunjukan pukul 5 sore, dan bapak pulang dari kerjaanya yang dibonceng oleh kak Rofiq. Baru turun boy terlihat menghampiri bapak kami, dengan senyam senyum dan petentengan melihat bapak.
"Apa kabar pak Lukman" sapanya
"Iya saya" sahutnya
__ADS_1
"Pak Lukman punya anak gadis namanya citra priskila kan" jelasnya.
"Iya betul, kenapa ya kok kamu bisa tau" tanya pak Lukman.
"Begini pak, citra itu pacar saya. Dia sekarang hamil anakku, eh... tak kasih uang buat gugurin anaknya gak mau. Makanya saya kesini ngasih tau bapak, bujuk tu anak bapak biar mau melakukanya" penjelasan boy yang palsu.
"Apa hamil,,, kurang ajar beraninya anak ini. sudah pembawa sial sekarang mau bikin malu keluarga" kata bapak sangat marah
" Aku pamit ya pak,,, hanya sampaikan pesan saja" tegas boy sambil melangkah keluar pekarangan rumah.
Sedangkan kedua kakakku tertawa cekikikan tanpa henti dari luar jendela.
"Kita lihat, habis ini apa citra masih bisa tinggal disini" kata kak Siska.
"Iya, gara gara dia ada disini kita sial terus. tidak cowok yang mendekati kita. bahka setiap melamar pekerjaan pun selalu ditolak" jawab kak putri.
"Rasain kamu, biar gak sial terus rumah ini" tegas kak Siska.
__ADS_1
Bapak langsung masuk rumah dan menuju kamarku, dikeluarin semua buku, baju, peralatan sekolah, ditumpuk didepan rumah. Bapak keluar dengan membawa sebotol bensin. Diguyurnya ke atas barang barangku, lalu disulut dengan korek api. Semua terbakar melahap barangku tanpa sisa, masa depanku dirusak dan direnggut bapaku sendiri dengan torehan luka yang sangat dalam.