
Semua barang sudah berpindah dari rumah Bu Rita ke kosa Bu mareta. Yang tadinya berfikir untuk satu kamar Nita berubah pikiran untuk ambil kos ditempat lain yang mendekati tempat kerja. Memang untuk berangkat kerja harus jalan kaki 15 menit dari tempat ini. Tak masala bagiku karena aku sudah terbiasa jalan kaki dan bangun pagi.
Setelah menaruh barang barang aku langsung menuju tempat kerja dengan jalan kaki. Nita tentu saja dia pergi dengan motornya, karena Nita termasuk orang berada. Ayahnya punya usaha toko bangunan lumayan besar di daerah kami. Pikiranku sambil jalan di trotoar melebar kemana mana apa Nita merasa terbeban jika aku ikut naik motornya tanpa beri dia uang bensin pikirku. Ah ngaco aku ini, buanglah citra pikiran negative mu ini.
Sudah sampai akhirnya di tempat kerja.
karyawan punya jalur sendiri menaiki tangga dibelakang mall ini. Memang mall ini hanya ada 3 lantai, aku dan Nita bekerja di lantai 3 yang kataku semua barang yang dijual di lantai 3 adalah barang mewah dan branded. Kadang para senior selalu bergosip kalau yang belanja di lantai ini hanya orang memiliki black card aja.
Ruangan karyawan ada sendiri, kami berdiri dan berbaris rapi menghadap satu wanita. Iya itu Bu Angela selaku manager marketing tempatku bekerja.
"Kalian harus selalu senyum dan ramah untuk para pelanggan kita... mengerti" jelasnya.
__ADS_1
"Iya kami mengerti" sahut kami kompak.
" Sekarang untuk karyawan baru citra permata dan Nita mentari kalian ditugaskan membantu senior kalian, paham..." jelasnya padaku dan Nita.
"Iya Bu Angela" sahutku dan Nita.
Kami bubar dan mengerjakan tugas Masing masing, aku ditugaskan menyapu dan mengepel lantai terlebih dahulu. Kudengar Nita diajak ke gudang untuk re stok barang yang akan datang.
Tepat pukul 8 pagi toko dibuka. Pengunjung masih sepi, maklum hari ini hari Senin. Kata orang biasanya awal kerja dimulai hari Senin dan itu banyak rasa malasnya daripada semangatnya. Aku berdiri dijajaran kemeja dan celana pria, mencoba melihat lihat merk dan harga. Astaga satu bulan haji hanya dapat 4 potong baju, paling murah dibanderol dengan harga lima ratus ribu. Itu aja yang paling murah.
"Iya Bu, ada yang bisa dibantu" sahutku.
__ADS_1
"Cara kerja yang bagus akan bisa digunakan untuk mengumpulkan point, setiap seratus ribu kamu dapat poin 10. Kalau sdh mencapai 500 point sebelum gajian itu akan jadi bonus bagimu. sama dengan nominal point yang kamu dapat. Jelas" tutur Bu Angela padaku.
"Iya Bu paham, saya akan berusaha" sahutku.
"Kalau begitu, selamat bekerja" Kata Bu Angela sambil berlalu pergi.
Memang tidak mudah bisa masuk kerja ke tempat ini meski hanya bermodal otak pintar saja. Untungnya meski aku dijuluki anak pembawa sial dalam keluarga wajahku tidak terlalu jelek bagiku, dan aku diuntungkan dengan tinggi badan 168 yang lumayan membantu untuk mendapat pekerjaan ini. dan kulitku, jelas tak seputih punya citra. Tapi orang bilang kulitku kuning Langsat khas Indonesia yang bikin semua orang iri. padahal tiap hari mandi nya hanya pakai sabun kodok doang.
Setelah beberapa saat ada pembeli menghampiri stand yang aku tunggu. aku layani dengan tanpa basa basi dan aku gunakan trik marketing lewat kata kata manis agar konsumen mau membeli.
"Aku ambil semua yang aku coba tadi" lelaki itu bergumam dengan berkaca dan melihat dirinya di cermin.
__ADS_1
"Oh... iya tuan silahkan tunggu di ruang santai biar saya paking dulu" sahutku.
"Ini..." lelaki itu mengulurkan black card impian semua orang.