Wanitaku Pejuang Hebat

Wanitaku Pejuang Hebat
Pertemuan kedua keluarga


__ADS_3

Setelah beberapa Minggu kondisi Lika telah pulih seperti sedia kala. Sudah menjadi anak gadis yang periang dan suka mondar mandir menyapa semua penghuni rumahnya. Tuan Aslan tidak bisa menolak permintaan bapak Hendri dan ibu wati, kini tuan Aslan sudah memakai setelan jas yang rapi karena akan menghadiri acara perjamuan keluarga.


Jika ada sesuatu di luar dugaan yang terjadi ada Lika pasti bapak Hendri dan ibu Wati akan mengejar tuan Aslan agar mau menjadi pendamping hidup anak nya. Tuan Aslan memakai setelan jas yang dibelikan Citra dulu ketika dia mendadak ada rapat tapi bajunya kotor karena debu semen dan cipratan air yang mengenang di pinggir jalan.


Setelah selesai bersiap yg tuan Aslan menuju ruang tamu dan mendapati kakek Raditya sudah menunggunya di ruang tamu. Beberapa menit kemudian tuan Aslan dan kakek Raditya berangkat menuju kediaman bapak Hendri dan ibu Wati. Dalam perjalanan tuan Aslan diam seribu bahasa, ekspresinya datar dan dingin. Sesekali kakek Raditya melihat wajah cucunya yang dia sangat tahu betul bahwa cucunya tidak menginginkan ini sama sekali.


Tuan Aslan berkhayal dalam pikirannya membayangkan yang bertunangan dengan nya hari ini adalah Citra. Mobil terus melaju ke kediaman Lika.


Di rumah Lika segala hidangan istimewa sudah dipersiapkan dengan sangat rapi. Bahkan semua penghuni rumah telah merias diri mereka dengan cantik. Tak terkecuali dengan Lika, di berdandan dengan sangat cantik dan anggun. Berbalut dress berwarna merah muda dan rambutnya ditata sedemikian rupa agar terlihat cantik.

__ADS_1


Tuan Aslan dan kakek Raditya telah datang di rumah Lika mereka disambut dengan senyuman yang sangat ramah. Kini tuan Aslan sudah duduk di meja perjamuan, terlihat Lika yang sangat antusias dikarenakan terus memandang tuan Aslan. Dan itu membuat tuan Aslan sangat risih dan jijik. Baginya wanita yang baik tidak perlu mencari perhatian orang lain dengan menebarkan pesona nya.


"Bagaimana om Raditya apa kita mulai acara perjamuan malam ini" tanya bapak Hendri.


"Silakan kita mulai" jawab kakek Raditya.


Akhirnya pertunangan Lika dan tuan Aslan dimulai, mereka bertukar cincin di depan para tamu. Bahkan keluarga bapak hendri telah menyewa wartawan ekslusif untuk acara pertunangan tersebut. Kini Lika terlihat sangat bahagia selangkah telah maju untuk mendapatkan tuan Aslan.


Tuan Aslan berfikir harus cepat menemukan Citra sebel hubungannya dengan lika semakin jauh dan akan membuat nya semakin rumit.

__ADS_1


Acara pertunangan begitu mewah dan meriah meski diadakan di rumah Lika. Kini tuan Aslan dan kakek Raditya akan beranjak pulang menuju rumah. tuan Aslan dan kakek Raditya pun pulang, dan kakek Raditya menyadari kalau cucu nya hari ini tidak banyak bicara dan sangat dingin kepada semua tamu yang dia temui.


Sampai di rumah tuan Aslan membasuh badanya di bawah shower untuk meredakan amarah yang menderu pada dirinya. Setelah mandi tuan Aslan langsung tidur tanpa memikirkan apapun. Dalam pikiran tuan Aslan Minggu depan dia akan ada rapat dengan perusahaan konstruksi yang akan menggarap proyek toserbanya.


"Nanti kalau di Semarang aku harus mencoba yang namanya mie seblak kiki" guman tuan Aslan.


Tuan Aslan tersenyum sendiri malam itu, dia membayangkan wajah Citra yang cemberut ketika dibohongi oleh nya bahwa mie seblak nya tidak enak. Tanpa sadar tuan Aslan merindukan moment bersama Citra. Semenjak Citra pergi dari hidup nya hati tuan Aslan seperti sudah mati rasa. Tidak bersemangat bicara kalau bukan soal pekerjaan. Hatinya telah dibawa pergi begitu saja oleh Citra.


"Apa aku sedang patah hati" tanya tuan Aslan pada dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2