Wanitaku Pejuang Hebat

Wanitaku Pejuang Hebat
Prosesi ijab kobul


__ADS_3

Citra masuk ke rumah kontrakannya yang disulap sedemikian rupa menjadi tempat ijab kobul yang menawan. Dilantai bertebaran kelopak bunga mawar, di setiap sudut rumah tertata rangkaian bunga mawar putih bahkan meja yang akan dikenakan untuk prosesi tanda tangan ijab kobul pun tak luput dengan balutan bunga mawar putih yang mengelilingi meja dan kursi.


Citra dan tuan Aslan duduk di hadapan bapak penghulu, Bapak Lukman dan ibu Zulaikha duduk disebelah Citra. Sedangkan kakek Raditya duduk di sebelah tuan Aslan.


Citra mengelus perutnya yang mulai membuncit, Dia tidak bisa berkata kata dengan pernikahan nya dengan tuan Aslan. Kini tuan Aslan mulai menjabat tangan bapak penghulu. Banyak saksi yang menyaksikan kami menikah, prosesi ijab kobul pun di mulai.


Tuan Aslan pun berkata dengan lantang dan jelas sehingga semua orang dalam ruangan itu mendengar tanpa ada keraguan.


"Saya terima nikah nya dan kawin nya Citra Priskila Binti bapak Lukman dengan mahar uang seratus juta dan emas seberat sepuluh gram dibayar tunai" kata tuan Aslan lantang dan keras.


"Sah" tanya bapak penghulu


"Sah...'' semua orang di ruangan itu mengiyakan dan mengesahkan pernikahan tuan Aslan dan Citra secara Agam dan negara.


Tuan Aslan tidak peduli dengan paradigma yang ada tentang pertunangan nya tuan Aslan sendiri dan lika. Baginya untuk kemanusiaan tuan Aslan membantu penyembuhan mental Lika. Dan untuk beberapa hari ke depan tuan Aslan akan memberitahukan semua media pembatalan pertunangan nya dengan anak pemilik pabrik gula tersebut.

__ADS_1


Citra langsung menangis, dan mencium tangan tuan Aslan dan bergantian untuk orang tua Citra baru kakek Raditya.


"Sekarang kamu punya ayah nak..."


"Ibu tak perlu lagi takut dengar omongan orang lagi tentang kita" Citra berbicara dalam hati kecilnya.


"Terima kasih sayang"


"Sudah kembali untuk jiwaku yang telah hilang" tuan Aslan berbisik ditelinga Citra.


Itu membuat Citra semakin menangis dan haru. Make up yang tadinya begitu cantik kini belepotan kesana kemari karena air mata. Tuan Aslan pun tertawa renyah melihat wajah istrinya yang seperti itu.


"Nanti cantik nya hilang lho"


"Tu lihat muka mu sayang....."

__ADS_1


"Bidadari khayangan seluruh langit aja kalah tu sama kamu"


"Sudah jangan nangis lag" canda tuan Aslan.


Tapi tuan Aslan tidak bisa berhenti melihat wajah istrinya yang seperti itu. Citra pun menjadi kesal, dia beranjak dari kursi dan bercermin.


"Pantesan si mas ketawa gak selesai selasai"


"La, mukaku kayak gini" kata Citra di depan cermin.


Gimana tuan Aslan gak ketawa terus, waktu nangis Citra terus mengusap pipi dan matanya memakai tisu tanpa menghiraukan adanya eyeliner, bulu mata, eye shadow, maskara. itu jadi warna hitam dan berubah melingkar di area mata seperti mata hewan panda karena terlalu banyak digosok tisu oleh Citra. Ditambah lagi ke campur air mata, kini Citra mulai bisa merasakan apa itu yang namanya kebahagiaan.


Semua para tamu telah pulang, termasuk orang tua Citra dan kakek Raditya kalau bapak Lukman dia harus kembali ke lapas karena harus mempertanggung jawabkan perbuatannya pada zahra. Rumah pun sepi, kini hanya tuan Aslan dan Citra berduaan di rumah petak kontrakan yang berjejalan itu.


Setelah membersihkan muka dari make up yang tidak karuan itu, Citra keluar menggunakan dress bunga dan mengurai rambutnya. Citra terlihat tambah cantik dan montok karena kehamilannya. Tapi tuan Aslan mencoba menahan gairahnya karena dokter menyuruh agar tidak melakukanya pada Citra selam satu Minggu ini.

__ADS_1


Di sisi lain...


Ketika Lika mendapatkan kabar bahwa tuan Aslan menikah dengan Citra isinya meledak. Semua barang yang ada di dekatnya dibanting kelantai. Itu membuat seisi rumah panik dengan tindakan Lika.


__ADS_2